Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Subhanallah... Indahnya Ajaran Islam, Bahkan Saat Perang pun Ada Etikanya, Bagaimana Mungkin Dikaitkan Terorisme

Aksi terorisme jelas bukan ajaran islam. siapapun yang mengaitkan terorisme dengan islam pastilah ia musuh - musuh islam.

betapa sempurna dan juga indahnya ajaran islam sampai - sampai dalam keadaan perang juga membuktikan syariat islam amat agung yang tidak ditemui dalam agama lain ataupun sistem hidup buatan manusia.

islam menggambarkan agama yang bawa keselamatan. di mana seluruh perihal yang berkaitan dengan hidup ini seluruh diatur di dalamnya. baik itu berposisi dalam kitab suci al - quran, hadis ataupun hasil ijtihad dari para ulama. terlebih lagi, perang yang kita anggap merupakan sesuatu perihal yang mementingkan pembalasan terhadap musuh, dalam islam pula mempunyai adab tertentu.

diantara ketentuan/etika syariat islam dalam perang:

1. jangan menewaskan wanita
2. jangan menewaskan bayi
3. jangan bunuh anak kecil
4. jangan menewaskan orang tua
5. jangan menyiksa
6. jangan bunuh pendeta/pemuka agama
7. jangan berlaku semena - mena terhadap yang sudah mati

rasulullah saw bersabda, “jangan menewaskan orang yang tua renta, begitu pula dengan balita, anak kecil dan juga tidak pula perempuan…”

rasulullah saw bersabda, " berperanglah, tetapi jangan melampaui batasan. jangan curang, memotong - motong mayat, menewaskan orang tua ataupun wanita, pula orang yang telah tua renta, dan juga pendeta yang mengucilkan diri dalam kuilnya. "

rasulullah saw bersabda, “orang yang amat keras
adzabnya pada hari kiamat merupakan seseorang yang dibunuh oleh nabi , ataupun menewaskan nabi, imam yang sesat dan juga orang yang suka menyayat. ” tidak terdapat satu sumber juga dalam sejarah rasulullah saw satu kejadian yang berkata kalau kalangan muslimin menyayat salah seseorang di antara musuh yang sudah mati.

8. jangan memotong pohon
9. jangan menghancurkan bangunan
10. jangan menghancurkan tempat ibadah
11. jangan bunu hewan kecuali buat dimakan

kala abu bakar ash - shiddiq mengutus yazid bin abu sufyan ke syam bagaikan panglima perang, dia berpesan pada yazid setimpal pesan yang dikasih rasulullah: “jangan menewaskan anak kecil, perempuan, orang tua, orang sakit, pendeta, jangan menebang tumbuhan berbuah, jangan mengganggu bangunan, jangan menyembelih unta ataupun sapi kecuali buat dimakan, jangan menenggelamkan sarang tawon dan juga membakarnya. ” tercantum pula dilarang merobohkan ataupun mengganggu tempat ibadah serupa gereja, kuil, vihara, kelenteng, dan juga sebagainya. terlebih lagi, para ulama dengan tegas melaporkan kalau pelakon pelanggaran wajib dihukum mati.

12. perlakukan tawanan dengan baik, beri dia makan

allah berfirman, “dan mereka membagikan santapan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan juga orang yag ditawan, ” (qs. al - insan: 8).

13. memenuhi perjanjian

rasulullah saw bersabda, “siapa yang dikasih jaminan keamanan atas darahnya lalu dibunuh, hingga saya berlepas diri dari orang yang menewaskan, walaupun yang dibunuh itu seseorang kafir. ”

14. jangan memforsir teman jadi muslim

pasukan kafir yang kalah diberi kebebasan buat senantiasa memeluk agamanya. dalam suatu hadits diriwayatkan nabi membiarkan penyembah berhala bernama tsamamah bin atsal al - hanafi yang tertangkap dalam pertempuran buat tidak berpindah agama. nabi lebih memilah memohon para teman buat berdialog berbarengan al - hanafi dikala penyembah berhala itu terasa terjamin keselamatannya.






( sumber: http:// www. portal-islam. id/2017/05/subhanallah-indahnya-ajaran-islam. html )