Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Misteri dan Rahasia Jodoh Menurut Islam

Terdapat yang bilang, jodoh itu unik, acapkali yang dikejar - kejar menghindar. yang tidak disengaja mendekat. yang seolah sudah tentu jadi ragu. yang awal mulanya diragukan jadi tentu.

yang ternilai jadi biasa. yang tidak dinilai jadi bernilai. yang senantiasa diimpikan, tidak berujung perkawinan yang tidak sempat terpikirkan, bersanding di pelaminan.

terdapat yang menikah dengan sahabat masa kecil, sahabat sekolah, sahabat kuliah, ataupun sahabat kerja. terdapat yang tahu langsung, terdapat yang dikenalkan, terdapat yang dijodohkan, beragam. allahu akbar, begitu indah skenario yang telah allah gariskan.

kadangkala, 2 orang silih menyayangi, berjanji sehidup semati, pacaran bertahun - tahun namun menikah sebentar aja sudah berpisah. terlebih lagi, terdapat yang pacarannya dengan siapa eh, nikahnya dengan orang yang beda.

cerita ini menyisakan mantan yang tersakiti hatinya. tetapi terdapat pula yang menikah sudah puluhan tahun, nyatanya berpisah pula. jodoh benar tidak dapat ditebak hingga kapan batasan waktunya.

jodoh itu begitu menarik. dia seperti kaca. kaca di mari bukan berarti sama persis. karena seringnya antara suami dan juga istri ada banyak perbandingan, baik watak, kerutinan, adat, hobi, dan juga trik berpikir.

bukankah kaca hendak menunjukkan bayangan yang berubah dengan realitas? tangan kanan jadi tangan kiri, mata kanan berbeda jadi mata kiri.

kaca pula membikin kita memandang “kekurangan” dari diri kita, sampai - sampai bayangan dalam kaca menolong kita buat memperbaikinya. itu hakikat jodoh.

silih memenuhi, silih membetulkan. tidak sempat terdapat kaca yang memaki kita karna muka kita yang tidak semenarik artis korea.

… tanpa kita sadari, apa yang sudah kita lalui merupakan ekspedisi buat dapat memenuhi setengah jiwa yang kosong …

jodoh dapat didapatkan dengan mengejarnya. kita dapat mencarinya, menunggunya, ataupun terlebih lagi tidak butuh melaksanakan apa - apa pula dapat menciptakan jodoh.

rentetan ekspedisi kita semenjak kecil sesungguhnya hendak membawakan kita menciptakan jodoh. tanpa kita sadari, apa yang sudah kita lalui merupakan ekspedisi buat dapat memenuhi setengah jiwa yang kosong.

oleh karna itu, adakalanya jodoh tidak wajib tampan dan juga menawan, tidak wajib bersama kaya raya, tidak wajib bersama tahu semenjak dahulu. karena, bukan kita yang memilah, namun jiwa.

jiwa hendak silih mengidentifikasi pendampingnya, walaupun sebelumnya tidak silih tahu. inilah bisa jadi yang dinamakan chemistry. langsung sesuai. seolah sudah tahu lama.

untuk yang sudah menciptakan jodohnya, hatinya tenang. dengan ketentuan, jodohnya orang yang baik. tetapi untuk yang belum menciptakan jodoh, harap bersabar. karna dapat jadi ekspedisi kamu hendak menggapai titik pertemuan jodoh.

dapat di halte, di bis, di stasiun, ataupun di facebook? tetaplah berikhtiar dan juga berdoa. sembari terus membetulkan ketiadaan diri supaya nanti tidak sangat kaget kala berkaca karna begitu banyak ketiadaan.

teka - teki dan juga rahasia jodoh bagi islam ini kerap dihubung - hubungkan oleh sebagian kalangan muslimin dengan uraian dalam tulisan an - nur ayat 26:
الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ ۖ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ …

“wanita - wanita yang tidak baik buat pria yang tidak baik, dan juga pria yang tidak baik merupakan buat perempuan yang tidak baik pula. perempuan yang. baik buat lelaki yang baik dan juga lelaki yang baik buat perempuan yang baik. ” (qs. an - nur: 26)

dari ayat diatas allah sudah menarangkan kalau pria yang baik cuma buat perempuan yang baik demikian juga kebalikannya. disini kita dapat menemukan suatu pembelajaran berarti kalau jodoh itu sesungguhnya merupakan gambaran diri kita, dia sebagaimana diri kita.

bila kita baik, taat, ikhlas, suka membaca al - quran, bagus akhlak dan juga perilakunya insyaa allah, allah hendak mempertemukan pula dengan orang yang seragam.

allah sudah menetapkan jodoh yang setimpal buat tiap - tiap diri kita, jadi tidak harus risau. yakinlah tentu kebagian, apabila tidak di dunia ya di akhirat. anggap aja tabungan yang hendak diambil tunai dengan indah nanti di surga.

wallahu a’lam






( sumber: kabarmakkah. com )