Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kisah NYATA Pencurian Jasad Nabi Muhammad SAW

Sobat, nabi muhammad saw menggambarkan tokoh besar dunia yang amat mempengaruhi dijagad raya ini. seluruh pihak - pihak yang tidak bahagia dengan pribadinya senantiasa aja membikin onar semenjak dia masih hidup terlebih lagi sampai dia wafat. kejadian yang amat menyakitkan hati umat islam merupakan upaya pencurian jasad nabi muhammad oleh kalangan kafir laknatullah. untungnya hasrat tersebut mampu lekas digagalkan lewat mimpi sultan nuruddin mahmud zinki

18. pencurian jasad nabi muhammad
cerita pencurian jasad nabi muhammad saw

kejadian ini terjalin pada tahun meter ataupun 557 h dan juga diceritakan dalam kitab fusul min tarikhil madinah, dan juga diabadikan oleh sejarawan ali hafidz. peristiwa tersebut dilatarbelakangi oleh keadaan umat islam yang menampilkan suasana yang terus menjadi melemah dari waktu ke waktu. ketika itu umat islam hadapi perpecahan sampai - sampai menimbulkan berdiri nya sebagian kerajaan islam di sebagian wilayah.

tentu aja keadaan ini langsung dimanfaatkan oleh orang - orang nasrani buat mencoreng nama islam. mereka nyatanya menyusun rencana buat mencuri jasad nabi. sehabis terjalin konvensi oleh para penguasa eropa, mereka juga mengutus 2 orang nasrani buat melangsungkan misi keji itu. berbarengan dengan masa haji, kedua orang nasrani ini menyamar bagaikan jamaah haji dari andalusia yang mengenakan baju khas maroko. mereka berdua ditugaskan melaksanakan pengintaian dini mungkin buat mencari peluang mencuri jasad nabi muhammad saw.

untungnya penyelamatan allah terjalin lewat tangan sultan nuruddin mahmud zinki. dia menggambarkan penguasa mesir dan juga syiria populer bagaikan raja yang saleh dan juga mencermati islam. berikut ini ditafsirkan gimana kisahnya.


sesuatu malam, si sultan tidur di istananya di damaskus, dan juga bermimpi berjumpa nabi muhammad saw. nabi nampak lagi menudingkan tangannya ke arah 2 orang berwajah eropa, dan juga mengatakan, “wahai mahmud, tolonglah saya dari 2 orang ini! ”.
setelah itu dia bangun dan juga tertegun kaget, kemudian berwudhu dan juga shalat 2 rakaat, dan juga tidur lagi. kala sudah tertidur dia memandang serupa yang dia amati tadi, setelah itu terbangun ambil air wudhu, shalat dan juga tidur lagi dan juga yang buat ketiga kalinya, dia bermimpi serupa yang dia amati pada yang kesatu.

tanpa menunggu pagi, dikala itu pula dia panggil menterinya yang saleh dan juga taat beragama bernama, jamaluddin al - musilly. sehabis sultan cerita seluruh yang dia alamiah tadi, hingga al - musilly dengan hati - hati mengatakan: “ini tentu terjalin suatu yang negatif di madinah, saat ini pula kita wajib ke situ dan juga wajib kita rahasiakan dulu kejadian yang sultan alamiah tadi”.

tanpa menunggu pada malam itu pula sultan lekas mempersiapkan diri buat melaksanakan ekspedisi dari damaskus ke madinah yang memakan waktu 16 hari, dengan mengendarai kuda berbarengan 20 pengawal dan banyak sekali harta yang diangkut oleh puluhan kuda. sesampainya di madinah, sultan langsung mengarah masjid nabawi buat melaksanakan sholat di raudhah dan juga berziarah ke makam nabi saw. sultan bertafakur dan juga termenung dalam waktu yang cukup lama di depan makam nabi saw, bimbang tidak ketahui apa yang wajib dikerjakan.

berkatalah menteri kepada sultan: “dapatkah tuan sultan membenarkan 2 orang itu bahwa saat ini tuan sultan melihatnya? ”. “ya, pasti”, jawab sultan.

hingga menteri langsung berdiri dan juga mengumumkan supaya seluruh penduduk madinah tiba ke masjid, karna sultan hendak memberikan hadiah dan juga sedekah, jangan hingga terdapat yang ketinggalan. setelah itu satu - persatu penduduk madinah tiba dan juga dicatat di depan sultan. hingga pada orang yang terakhir, sultan tidak memandang orang yang nampak dalam mimpi.
lalu sultan bertanya: “masih terdapatkah yang lain? ”.
penduduk madinah setelah itu menanggapi: “memang masih terdapat, ialah 2 orang jamaah haji dari maroko yang mukim disini, mereka saleh dan juga kaya, kerap membagi sedekah dan juga senantiasa shalat berjamaah di masjid nabawi, mereka terasa sudah cukup tidak butuh ambil sedekah ataupun hadiah.
“datangkan mereka kesini saat ini juga….. ! ”, perintah sultan.
terkejutlah sultan kala memandang 2 orang itu persis dengan yang dia amati dalam mimpi, kemudian dia bertanya, “dari mana asal kamu berdua? ”… “kami berdua dari maroko, kami berdua beribadah haji dan juga mau tinggal dekat makam nabi satu tahun”, jawab mereka. “apakah penjelasan kamu mampu aku percayai…? ”, desak sultan supaya mereka mengaku yang sesungguhnya. tetaplah mereka bersikeras pada keterangannya dan juga tidak mengakui apa yang mereka kerjakan sesungguhnya.

sultan juga setelah itu menghadiri rumah kedua orang tersebut. rumah mereka berposisi dekat dengan makam nabi. di situ sultan menciptakan tumpukan harta, beberapa novel dalam rack dan juga 2 buah mushaf al - qur’an. dia setelah itu berinisiatif berkelana kamar dan juga membuka tikar yang menghampar di lantai kamar tersebut.






( sumber : http: //wowmuslim. blogspot. com/2017/08/kisah - nyata - pencurian - jasad - nabi. html )