Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kita ini Sangat Pelit Pada Pada Akhirat, Kalau Tidak Percaya ini Buktinya

Benar tidak mampu dipungkiri, bahwa hidup di dunia ini penuh dengan cobaan. lazimnya yang amat utama dan juga banyak dikeluhkan merupakan permasalahan modul.
baca pula

" benar segalanya tidak dapat dibeli dengan duit, tetapi segalanya di dunia ini memerlukan duit " begitu komentar banyak orang. sementara itu allah itu diatas segalanya, benda siapa yang yakin pada kemurahanya hingga jangankan permasalahan ekonomi, cobaan sebesar whatever tentu dapat dilalui dengan gampang.

terdapat benar yang cuma dapat berdalih kalau dunia dan juga akhirat itu wajib balance. tetapi pada realitasnya cuma padat jadwal dengan keperluan perut, keperluan benda dan juga keperluan duniawi yang lain, sampai - sampai enggan bersedekah dan juga menyisihkan sedikit hartanya di jalur allah.

kemudian memakai perkata di dini tadi bagaikan senjata buat menolak mempersiapkan akhiratnya sebaik - baiknya.

maha benar allah atas seluruh firman - nya. dalam qur’an allah telah berfirman yang maksudnya: “sesungguhnya manusia itu amat ingkar, tidak berterima kasih kepada tuhannya, dan juga sebetulnya manusia itu melihat (seorang diri) keingkarannya, dan juga sebetulnya ia amat bakhil karna cintanya kepada harta. ” (qs. al - aadiyat: 6 - 8)

mayoritas dari manusia kurang ingat kalau yang berikan rezeki merupakan allah. mereka lalai dan juga sombong karna menyangka kalau harta yang mereka miliki merupakan hasil kerja keras mereka seutuhnya, sampai - sampai semau hati mereka mau digunakan buat apa. dan juga mereka yang sedemikian juga begitu tidaklah manusia yang pandai bersyukur.

ada juga syukur atas rezeki sesungguhnya amat tidak cukup bila cuma diucapkan dibibir. cuma dengan mengucapkan alhamdulillah tanpa dilanjutkan dengan perbuatan nyata. bukankah syukur itu lebih nyata bila kita melanjutkannya dengan menyisihkan sebagian kecil darinya buat disedekahkan?

lalu bila kita memperoleh rezeki setelah itu enggan menyisihkan sebagian darinya dan juga berpikiran perkataan alhamdulillah bagaikan ciri syukur telah cukup buat menyeimbangkan kebutuhan dunia dan juga akhirat kita?

ya benar benar allah tidak memerlukan rezeki kita dipecah dengan nya karena allah itu maha kaya. namun bukankah terdapat saudara - saudara kita yang membutuhkannya?


dan juga bila kita menyisihkannya dengan bersedekah bukankah kita telah menaikkan harta kita buat kebutuhan akhirat? apakah kita melupakan akhirat sampai - sampai kikir terhadap keperluan kita mencapai akhirat? bukankah harta yang disedekahkan hendak jadi pahala buat kita? begitu amat pelit diri kita atas kebutuhan kita terhadap bekal akhirat.

seberapa pelitnya kita sepanjang ini buat akhirat kita? mengutip islampos. com, ayo sedikit berilustrasi soal pengeluaran kita - harta kita buat akhirat dan juga dunia. ada juga ilustrasi ini cumalah ilustrasi kesat apa terdapatnya. namun dapat diperuntukan sedikit olahan renungan. . .

buat akhirat:
kapan kita menyisihkan sebagian harta kita kepada kebutuhan kita buat akhirat? dikala pembayaran zakat fitrah? berapa?

dekat 2, 5 kilogram beras? 2, 5 x harga beras mutu medium - 8. 000 rupiah. 2, 5 x 8. 000 = 20. 000

dari zakat 20. 000 rupiah pertahun

masukin kotak infak dikala jum’atan? berapa? rp 500? ataupun rp 1000? ataupun rp 2000 bisa jadi?

2000 x 4 = 8000
8000 x 12 = 96. 000

dari infak jum’at = 96. 000

infak shalat ied misalkan = 5000
x2 shalat ied setahun = 10. 000

jadi totalnya 20. 000
96. 000
10. 000
————————
126. 000

berapa umur kita dikala ini?

bila umur 21 tahun, berarti 21 x 126. 000 = 2. 646. 000

berarti kita menyisihkan harta kita buat dibelanjakan kebutuhan akhirat merupakan rp. 2. 646. 000 rupiah semenjak lahir sampai umur 21 tahun (kurang lebih). terlebih lagi lebih murah daripada harga hp samsung galaxy j7 yang aku baca di tabloid masih 3 jutaan.

bayangkan, kita bakal mengubah hp samsung galaxy j7 dengan surga firdaus dan juga mengharapkan duit kembalian pula.

buat dunia
makan satu hari 10. 000 (misalkan)
pulsa hp satu minggu 10. 000 (misalkan)
kuota sebulan 100. 000 (misalkan)
beli pakaian setahun sekali 200. 000 (misalkan)
lain - lain satu minggu 50. 000 (semisal)

10. 000 x 30 = 300. 000 (sebulan) x 12 = 3. 600. 000 (setahun)
10. 000 x 4 = 40. 000 (sebulan) x 12 = 480. 000 setahun
100. 000 x 12 = 1. 200. 000 setahun
200. 000
50. 000 x 4 = 200. 000 (sebulan) x12 = 2. 400. 000 (setahun)

————————————————————————
keseluruhan pengeluaran hidup setahun = 7. 880. 000 setahun

perbandingan:
akhirat 21 tahun setara hp samsung galaxy j7 (terdapat kembalian malah)

diduniawi 1 tahun hp samsung galaxy j7 (nombok dikit)

ayo kita renungkan sejenak dan juga menilai - nilai dan juga menimbang - nimbang berulang sudah kemana aja rezeki yang allah bagikan kepada kita tersalurkan? apakah lebih banyak khasiatnya buat kita ataupun lebih banyak sia - sianya terlebih lagi jadi dosa untuk kita (bila dipakai buat maksiat).

bukankah rezeki yang allah bagikan kepada kita itu seperti modal? dan juga tujuan dari perniagaannya merupakan akhirat? bila modal kita habiskan buat perihal yang percuma hingga gimana kita dapat berniaga buat memperoleh akhirat?

wahai saudaraku seiman seislam, marilah kita berinvestasi di jalur allah.

sebagian dari rezeki yang allah bagikan kepada kita ayo kita fungsikan betul - betul bagaikan modal mengarah akhirat.

benar benar kita memerlukan rezeki buat penuhi kehidupan kita di dunia. itu tidak salah. yang salah bila kita menjadidan rezeki itu sekedar buat penuhi kehidupan duniawi kita sampai - sampai kita menyepelekan dan juga menomorduakan guna sesungguhnya ialah jadi modal mengarah akhirat nanti. bukankan seluruh yang terdapat di wajah bumi ini merupakan cobaan?

ilustrasi ini mudah - mudahan dapat membantahkan sanggahan mereka yang enggan bersedekah dan juga berinfak dengan berdalih masih ketiadaan ini dan juga itu sementara itu sebetulnya mereka masih mempunyai harta yang memadai buat kebutuhan hidupnya dan juga bukanlah mereka dalam kondisi ketiadaan.

ada juga sebagian diantara mereka enggan bersedekah sebaliknya mereka senantiasa berlebih - lebihan dalam harta. sebetulnya mereka sepatutnya malu kepada allah dan juga kepada diri mereka seorang diri.

dan juga pesan yang terakhir:

“jika ibadahmu ternomor duakan urusan dunia, amalmu tidak sebanding dengan kecintaanmu terhadap dunia, gimana kau dapat menyeimbangkan keduanya? sebaliknya selisih antara keduanya begitu jauh? ” wallahu a’lam.







(sumber : http: //wowmuslim. blogspot. com/2017/08/kita - ini - sangat - pelit - pada - pada - akhirat. html )