Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mulailah Berhijab Meskipun Dalam Keadaan Terpaksa

Berhijablah walaupun masih terasa terpaksa, ini alasannya

sudahkah kalian berhijab? ataupun masih memakai sebab ‘nunggu anugerah ah supaya mantap’ ataupun ‘takut ih akhlaknya belum baik, saya saja masih pacar - pacaran’ ataupun ‘mau hijabin hati dahulu say’ ataupun ‘enggak ah nanti nyari pekerjaannya susah’ dan juga yang amat ilmiah ‘ih panas nanti ketombean terus rambutnya rontok’ ujung - ujungnya senantiasa saja terdapat ribuan terlebih lagi jutaan sebab.

sudahkah kalian berhijab? ataupun masih memakai sebab ‘nunggu anugerah ah supaya mantap’ ataupun ‘takut ih akhlaknya belum baik, saya saja masih pacar - pacaran’ ataupun ‘mau hijabin hati dahulu say’ ataupun ‘enggak ah nanti nyari pekerjaannya susah’ dan juga yang amat ilmiah ‘ih panas nanti ketombean terus rambutnya rontok’ ujung - ujungnya senantiasa saja terdapat ribuan terlebih lagi jutaan sebab.

seluruh itupun kesimpulannya bermuara pada ‘aku ga ingin pakek jilbab dengan terpaksa’ nah.. nah.. yang ini nih.. naudzubillah deh ya sob.

agama kita itu indah hingga perihal indah ikut dianjurkan dan juga diatur terlebih lagi terkesan memforsir untuk yang menutup kebenarannya. wallahu’alam.

telah dipaparkan dalam ayat al - quran :

وَقُل لِّلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلاَيُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلاَّمَاظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ

“dan katakanlah kepada wanita - wanita mukminat, hendaklah mereka menundukkan pemikiran mereka dan juga janganlah menampakkan perhiasan mereka kecuali yang biasa terlihat dan juga hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dada mereka”. [an nuur: 31].

dan juga pula firman allah subhanahu wa ta’ala.

يَآأَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَآءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلاَبِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَن يُعْرَفْنَ فَلاَ يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللهُ غَفُورًا رَّحِيمًا 59* لَّئِن لَّمْ يَنْتَهِ الْمُنَافِقُونَ وَالَّذِينَ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ وَالْمُرْجِفُونَ فِي الْمَدِينَةِ لَنُغْرِيَنَّكَ بِهِمْ ثُمَّ لاَيُجَاوِرُونَكَ فِيهَآ إِلاَّ قَلِيلاً

“wahai nabi katakanlah kepada isteri - isterimu, kanak - kanak perempuanmu dan juga isteri - isteri orang mukmin, “hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh badan mereka. ” yang demikian itu biar mereka lebih gampang buat diketahui, karna itu mereka tidak diganggu. dan juga allah merupakan maha pengampun lagi maha penyanyang”. [al ahzab : 59].

sob, berjilbab bukan cuma suatu bukti diri untuk kita buat menampilkan kalau diri kita merupakan seseorang muslimah. namun hijab merupakan sesuatu wujud ketaatan kita kepada allah ta’ala, tidak hanya shalat, puasa, dan juga ibadah lain yang telah kita kerjakan.

sob, ingat dikala kita jadi seseorang panitia baik dalam dunia perkuliahan ataupun whatever itu? tentu terdapat ‘dresscode’ yang harus kita simaklah dan juga bila dilaknggar kita bisa jadi dikeluarkan dari kegiatan yang telah kita susun dari dini.

ataupun ingat dikala kita bekerja? bos menuntut ini, itu seragamnya ini sepatunya itu, rambutnya begini kukunya begitu tentu kita turuti kan sob? daripada ujung - ujungnya dipecat karna tidak menuruti ketentuan.

sob, jauh di atas ketentuan kepanitian, jauh diatas ketentuan bos ataupun siapapun yang mengendalikan didunia ini. terdapat perintah pencipta kita allah subhanahu wata’ala. perintah yang di dalam aturannya tiada kemudharatan. peraturan berhijab dalam tiap keseharian setimpal syari’at supaya kita dapat masuk syurganya di hari akhir nanti.

bisa jadi perihal yang biasa kita jalani tiap hari ini mampu jadi ketetapan iman walaupun dalam keterpaksaan. sob telah banyak permintaan kita lucurkan dengan indah kepadanya. tetapi, satu permintaannya yang amat gampang wajib kita abaikan?
mudah - mudahan kita tidak terkategori orang - orang merugi, mudah - mudahan berguna!






(sumber : http:// www. wajibbaca. com/2017/09/mulailah-berhijab-meskipun-dalam. html )