Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kisah Penjual Donat Tinggal di Rumah Kumuh Dapat Donasi Rp 70 Juta dalam Sehari


Di tengah endemi COVID- 19, rasa perhatian warga kepada sesama tidak pudar. Salah satu ilustrasinya, netizen sukses menggalang anggaran senilai Rp 70 juta buat Ayah Anang, pedagang donat di Bogor yang bermukim di rumah tidak pantas sepanjang 10 tahun. Kontribusi itu terkumpul cuma dalam satu malam.

Influencer sekalian ketua kontribusi, Elsya Sandira, berkata, beliau memperoleh data mengenai Ayah Anang dari followersnya. Banyak dari mereka yang mention gambar laki- laki berumur 70 tahun itu ke akunnya di Twitter.

" Aku bertepatan lagi terdapat di dekat rumahnya[Abah Anang] dikala terdapat project, langsung aku menghampirinya," ucap Elsya pada kumparan, Minggu( 26 atau 4).

Beliau berkata, Ayah Anang bermukim di rumah di wilayah Siliwangi, Bogor. Beliau bermukim satu batang kara serta tidak menikah. Sepanjang 10 tahun beliau bermukim di rumah masyarakat bernama Sarifudin. Walaupun sedemikian itu, situasi kamar yang ditempati nampak cemar.

" Tadinya, Ayah ini bermukim di pos bersiar- siar" imbuh Elsya.

Buat memenuhi keinginan tiap harinya, Ayah Anang berdagang ketahui serta donat. Beliau dapat memperoleh pemasukan sangat besar Rp 15. 000.

Sehabis berjumpa dengan Ayah Anang serta Sarifudin, beliau memohon permisi buat menggalang anggaran. Beliau mulai mengakulasi massa pada akhir Maret. Sampai setelah itu terkumpul Rp 70 juta kurang dari 24 jam.

" Kita penyempuraan kamar mandi serta dapur. Serta membagikan beberapa ke Sarifudin senantiasa menolong sepanjang 10 tahun," ucap Elsya.

Cara penyempuraan itu menyantap durasi dekat 10 hari. Buat menaruh sisa duit kontribusi, Ayah Anang dibuatkan novel dana.

Pada Elsya, Ayah pula menggambarkan ambisinya buat umrah. Buat itu, sisa dana itu memanglah direncanakan buat ibadah umrah tahun depan.

Ayah pula mau senantiasa bertugas dengan jualan di Bogor semacam lazim. Karena, beliau merasa bimbang bila tidak terdapat kegiatan walaupun memiliki duit.