Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Lubang Ozon Raksasa Tiba-Tiba Terbentuk di Kutub Utara, Pertanda Apa?

Banyak kearifan yang kerap kali tidak diketahui pemeluk orang dikala wajib menempuh pengasingan mandiri sebab wabah V1RU5 C0R0NA. Di tengah endemi penyakit C0V1D- 19 yang membengkak ke ratusan negeri, beberapa penanda pencemaran di negeri yang mempraktikkan lockdown membuktikan penyusutan runcing.

Yang terkini, para akademikus menciptakan suatu panorama alam istimewa yang terjalin di suasana. Para pakar menciptakan suatu lubang sangat jarang serta berdimensi amat besar sudah terbuka di susunan ozon di atas Poros Utara.

Para akademikus sedang lalu mempelajari buat mengenali pemicu timbulnya ozon itu sekalian akibat dari endemi C0R0NA kepada kondisi suasana.

Selanjutnya merupakan hasil riset yang sudah kita kumpulkan dari New York Post buat Kawan Dream.

Riset oleh Pusat Antariksa NASA

Dalam riset sepanjang sebagian hari terakhir, Para periset menganalisa kalau lubang itu terjalin dampak dari temperatur kecil di suasana di atas poros utara.

Para pakar berspekulasi lubang itu hendak lenyap dalam sebagian minggu kelak serta bisa jadi tidak hendak memunculkan permasalahan untuk orang.

" Tahun ini mempunyai temperatur yang tidak lazim alhasil menimbulkan tingkatan awan stratosfer poros yang sangat jarang, serta yang menimbulkan penipisan ozon yang abnormal," kata Paul Newman, kepala periset ilmu dunia di Pusat Penerbangan Antariksa Goddard NASA di Greenbelt, Md.

Tidak Terdapat Hubungannya dengan Endemi C0R0NA

Lubang ozon itu tidak terpaut dengan penutupan endemi V1RU5 C0R0NA- meskipun sudah menimbulkan pencemaran hawa menyusut ekstrem serta merendahkan emisi gas rumah kaca.

" Lubang itu pada dasarnya ialah keingintahuan geofisika," Vincent- Henri Peuch, ketua Copernicus Atmosphere Monitoring Service, menarangkan pada The Guardian.

“ Kita memantau situasi energik yang tidak lazim, yang mendesak cara penipisan kimia ozon.[Dinamika itu] membolehkan temperatur yang lebih kecil serta pusaran yang lebih normal dari umumnya di Poros Utara, yang setelah itu mengakibatkan pembuatan awan stratosfer poros serta peluluhlantahkan katalitik ozon.”

Bagi informasi The Guardian, sangat dini buat memastikan apakah situasi pusaran poros Arktik yang normal terpaut dengan pemanasan garis besar ataupun bagian dari heterogenitas cuaca stratosfer wajar. 




( sumber: https:// www. dream. co. id )