Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

💥 Dikira Sakit Perut Biasa, Dokter Angkat 13 Kg Kotoran dari Usus Pria China 💥




Dokter mengangkut usus besar seseorang laki- laki di Cina sejauh 76 centimeter serta bermuatan 13 kilogram kotoran.( Gambar: Shanghai Tenth Peoples Hospital)

SHANGHAI- Zhou Hai tidak bisa menahan sakit di perut yang mulai terasa 3 hari tadinya. Nafas Zhou tersengal- sengal. Dikala menghadiri rumah sakit( Rumah sakit), beliau juga lekas mendapat perawatan dari dokter.

Baca juga :



Sehabis mengecek Zhou dengan saksama, para dokter di Shanghai Tenth Peoples Hospital mendiagnosis, laki- laki 22 tahun itu mengidap megakolon. Ini merupakan situasi dikala usus besar seorang meluas sampai mengakhiri pergerakan usus.

Dikala datang di rumah sakit, perut Zhou membengkak semacam seorang yang lagi memiliki. Hasil CT scan membuktikan, usus besarnya menaruh berak dalam jumlah amat banyak.

Perut Zhou Hai membengkak.



Bergerak cepat, para dokter membawa Zhou ke meja pembedahan sepanjang 3 jam. Untuk menyelamatkan nyawa Zhou, dokter mengangkut usus besar Zhou sejauh 76 centimeter yang berisi 13 kilogram berak. Begitu dikutip Asia One.

Nyatanya, Zhou mengidap keanehan Hirschprung semenjak lahir, ialah situasi kedokteran lenyapnya saraf di usus besar. Akhirnya, alat itu tidak bisa berkontraksi dengan wajar buat menghasilkan kotoran di dalam usus( berak) dengan cara natural.

Baca juga :



Orangtua Zhou beranggapan, konstipasi yang dirasakan buah hatinya itu bukan permasalahan sungguh- sungguh. Mereka juga tidak mencari penyembuhan kedokteran spesial. Tiap hari, Zhou komsumsi obat laksatif buat menanggulangi ketidaknyamanan dalam perutnya. Sementara itu, bila tidak dirawat dengan bagus, keanehan ini dapat menimbulkan konstipasi parah serta terjadinya megakolon semacam yang dirasakan Zhou.

Bagian usus besar Zhou yang membengkak jadi megakolon penuh dengan fases.



Biasanya, kelainan Hirschsprung dialami bayi hingga usia 48 jam usai kelahiran. Kasus ini amat jarang ditemukan di orang dewasa seperti Zhou. Penderita kelainan Hirschsprung juga cenderung berisiko terkena infeksi usus yang disebut enterocolitis dan membahayakan nyawa.

Perawatan kelainan Hirschsprung membutuhkan operasi pengangkatan bagian usus besar yang bermasalah. Dokter menyarankan, para orangtua mencari bantuan medis jika anak mereka mengalami konstipasi terus menerus.