Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

💐 Hati-Hati Ikutan Viral Oplas Challenge, Ada Risiko Bahaya Mengintai 💐




Mendadak meledak. Salah satu gunanya, ialah mengganti gambar seorang jadi lebih cantik ataupun lebih tampan, membuat banyak orang tercantum netizen berkompetisi memanfaatkannya. Tetapi di balik itu, terdapat kemampuan ancaman yang bisa ditimbulkan, spesialnya menyangkut pribadi.

Aplikasi itu memakai teknologi Artificial Intelligence ataupun AI buat mengganti gambar konsumen. Tetapi sebagian pihak takut mengenai apa saja yang dicoba owner FaceApp kepada gambar yang mereka akses.

Untuk ikutan #oplaschallange Anda perlu menggunakan aplikasi FaceApp. Namun FaceApp memiliki beberapa kerugian, salah satunya kebocoran data pengguna.

Beberapa waktu terakhir sempat viral operasi plastik (oplas) challenge dengan tagar #oplaschallange di Instagram. Oplas challenge memungkinkan penggunanya untuk mengedit foto layaknya melakukan operasi plastik.
 

Untuk ikutan #oplaschallange Anda perlu menggunkan aplikasi FaceApp untuk mengeditnya. Namun sayangnya, FaceApp memiliki beberapa kerugian, salah satunya kebocoran data pengguna.

FaceApp merupakan sebuah aplikasi fotografi yang dibuat oleh perusahaan Rusia bernama Wireless Lab, dilancurkan pada 2017 lalu. Aplikasi ini bisa mengakses foto, informasi lokasi, penggunaan data, bahkan riwayat pencarian milik pengguna. Atas dasar inilah ada potensi bahaya dibalik penggunaan FaceApp . Berikut ini sekilas pengertian tentang FaceApp dan risiko bahaya yang ditimbulkannya:

Berusia hingga Ribuan Tahun, Inikah Tumbuhan dan Hewan Tertua di Dunia?

Termasuk Aplikasi Ringan
FaceApp termasuk aplikasi yang ringan, Anda hanya membutuhkan kapasitas sebesar 17MB saja hanya untuk mengunduhnya. Namun kapasitas aplikasi ini belum termasuk file efek, jadi Anda harus mengunduh file efek tersebut sebelum menggunakannya.

Melansir dari salah satu sumber, Sabtu (6/6/2020) meski gratis pada saat pemasangannya, tetapi ada fitur lain yang hanya dapat diakses secara premium atau berbayar. Fitur premium yang ditawarkan adalah riasan malam atau siang yang sempurna, serta filter jejak ukuran penuh.
 


Pengguna aplikasi ini tercatat sudah lebih dari 100 juta orang dengan dua juta ulasan. Aplikasi FaceApp mendapat rating tiga yang artinya para penggunanya sangat menyukai aplikasi ini. FaceApp mengunakan teknologi AI atau kecerdasan buatan yang dipakai adalah Neural Network dengan melakukan scan ke wajah.

Neural network adalah salah satu algoritma pada komputer yang dipelajari oleh orang-orang yang bergelut di bidang IT atau Informatika. Kemudian secara otomatis menghasilkan transformasi wajah yang sangat realistik.

Dengan menggunakan aplikasi FaceApp, Anda bisa menjadi lebih tua atau lebih muda. Selain itu juga bisa menambahkan atribut lain seperti kacamata, make-up, janggut dan cambang. Keseruan lain yang Anda dapatkan pada FaceApp adalah bisa mengubah model rambut, memburamkan latar belakang foto, hingga mengubah menjadi versi beda gender.

 
Namun di balik kesuksesan aplikasi editor foto FaceApp ada fakta yang membuat para penggunanya menjadi tidak tenang. Aplikasi ini dianggap mampu mengambil informasi pribadi dari smartphone penggunanya. Berikut ini beberapa hal berbahaya yang ditimbulkan oleh FaceApp:

Menebak Kepribadian Wanita Berdasarkan Sepatu Favoritnya

Penyebaran data lewat foto
Melansir dari Detik.com, karena FaceApp menggunakan teknologi Artificial Intelligence atau AI untuk mengubah foto pengguna, ini memungkinkan FaceApp meminta akses ke semua foto pengguna. Artinya, dengan memakai FaceApp, Anda akan sepenuhnya menyerahkan hak atas foto Anda yang dihasilkan lewat aplikasi tersebut ke pihak developer.


Kemudian, setelah memiliki hak penuh atas foto Anda, FaceApp berhak melakukan apapun dengan materi tersebut, termasuk meyebarkannya dan menggunakannya untuk keperluan komersil tanpa perlu meminta izin ataupun memberikan kompensasi kepada Anda.

Walaupun demikian, Yaroslav Goncharov selaku pembuatnya mengklaim bahwa tidak akan menjual data ke pihak ketiga. “Kami tidak menggunakan foto untuk pelatihan pengenalan wajah, aplikasi ini hanya untuk mengedit foto,” jelasnya, seperti dikutip dari BBC.

Sedangkan terkait dengan isu tujuan untuk penargetan iklan, Goncharov pun membantah isu yang beredar tersebut. “Perusahaan tidak membagikan data apapun untuk penargetan iklan, karena FaceApp menghasilkan uang melalui langganan berbayar untuk fitur premium,” imbuhnya.

Pihak developer memiliki data pribadi pengguna
Selain memegang hak penuh atas foto pengunanya. FaceApp tetap menyimpan foto di server meski Anda telah menghapusnya dari ponsel. Melansir dari salah satu sumber, pihak developer FaceApp berdalih hal tersebut dilakukan untuk memenuhi kewajiban hukum tertentu. Namun tidak dijelaskan kewajiban hukum apa dan di negara mana yang dimaksud.

Sebuah bukti menyatakan, bahwa foto-foto pengguna tersebut ternyata diunggah ke penyimpanan awan atau Cloud Server sebelum memasuki proses editing. Artinya pihak FaceApp menyimpan file-file foto penggunanya di server mereka, tanpa tahu akan dijadikan seperti apa foto pengguna nantinya.

 
Namun tak usah khawatir berikut beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mengantisipasi kebocoran data di media sosial. Seperti yang disarankan oleh penyedia solusi keamanan Kaspersky, yang disadur dari Liputan6:

1. Pengguna harus selalu berpikir secara aktif dan lebih berhati-hati dalam segala hal yang mereka lakukan di internet yang berhubungan dengan perangkat mereka

2. Hanya unduh aplikasi dari sumber tepercaya. Jangan lupa untuk membaca ulasan dan peringkat aplikasi

3. Pilih aplikasi yang ingin diinstal pada perangkat dengan bijak

4. Baca perjanjian lisensi dengan cermat

5. Perhatikan daftar izin yang diminta aplikasi

6. Hindari mengklik next selama instalasi aplikasi

7. Untuk lapisan keamanan tambahan, pastikan untuk menginstal solusi keamanan di perangkat.