Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

🔵 Mengerikan! Larva Lalat Ini Bisa Tumbuh dan Hidup dalam Kulit Manusia, Intip Penyebab Mengerikannya! 🔵




Aaron Dallas dari Colorado mengeluhkan rasa gatal di kepalanya yang tak kunjung hilang. Ia sudah mencoba banyak sampho dan salep khusus untuk menghilangkan gatal. Namun hal itu tak pernah hilang dan justru semakin parah. Bahkan, Aaron juga merasa kulit kepalanya seperti bergerak.

Aaron awalnya mengira pergerakan pada kulit kepalanya hanyalah aliran darah saja. Akan tetapi, iya yakin bahwa sesuatu telah bergerak di dalam kulit kepalanya.

Akhirnya, Aaron pergi ke dokter untuk memastikan hal ini. Ternyata ditemukan lima larva lalat bot dalam kulit kepala pria itu. Menurut dokter, larva dalam kepala Aaron berukuran setengah koin dan sedang bergerak-gerak dengan bebas dalam kulit kepala pria malang itu.

Baca Juga :

Apakah hal yang selama ini menjadi mimpi buruk Anda?

Rasanya siapapun dibuat ketakutan setelah tahu lalat parasit botfly.

Diketahui, lalat parasit botfly bertelur parasit yang dapat menginfeksi hewan berdarah panas.

Nah, tanpa terkecuali manusia.

Bayi larva akan tinggal di dalam tubuh inang sampai cukup matang untuk keluar dari daging inangnya guna melanjutkan hidupnya.

Lalat ini dapat ditemukan di seluruh Amerika dan masa hidup lalat ini cukup pendek yakni hanya mencapai 12 hari.

Masa hidup yang sangat singkat ini disebabkan oleh fakta bahwa lalat botfly tidak memiliki mulut yang fungsional.

Baca Juga :

Karena itu, mereka tidak dapat memberi makan dan bertahan hidup.

Pada dasarnya, lalat botfly dilahirkan tanpa tujuan lain selain untuk kawin, berkembang biak, dan mati.

Kehidupan singkat mereka memungkinkan hanya sedikit peluang untuk kawin dan bertelur.

alih-alih diletakkan langsung pada inang, telur-telur lalat akan ditransfer ke inangnya melalui pembawa, biasanya nyamuk atau lalat lain.

Lalat botfly betina menempelkan beberapa telurnya sendiri kepada serangga lain dengan zat lengket seperti lem.

Saat serengga itu menempel pada hewan berdarah panas atau manusia untuk makan, suhu hangat akan sebabkan telur-telur menetas dan jatuh ke kulit.

Siklus hidup kotor yang aneh


Larva lalu akan tinggal di bawah daging inang selama tiga bulan.

Sambil makan dan tumbuh, keberadaan larva ini menyebabkan peradangan.

Pada tahap ini, larva memakan reaksi tubuh inang terhadapnya, yang dikenal sebagai "eksudat."

Pada dasarnya hanya protein dan puing-puing yang jatuh dari kulit ketika Anda memiliki peradangan.

Tapi kengerian parasit tidak berhenti di situ. Ketika larva terus mengunyah dan tumbuh, ia mengalami tiga tahap - disebut "instar" - di antara moltsnya.

Baca Juga :

Tetapi tidak seperti cangkang keras khas yang diproduksi oleh beberapa reptil dan serangga, pergantian larva memiliki tekstur yang lembut.

Pada akhirnya, ia dicampur dengan eksudat dan dikonsumsi oleh larva. Mereka memakan kulit-kulitnya sendiri.

Tapi percaya atau tidak, siklus hidup parasit botfly bukanlah rencana jahat untuk menyerang binatang dan akhirnya mengambil jiwanya.

Ini hanyalah taktik bertahan hidup bagi serangga.


Yang lebih mengejutkan, larva tidak mematikan bagi inangnya.

Faktanya, luka di sekitar lubang yang digali oleh larva kan sembuh sepenuhnya dalam beberapa hari atau minggu setelah mereka keluar dari lubang kulit.

Beberapa kasus ditemukan pada manusia. Namun perjalanan bayi botfly ke masa dewasa tidak berakhir di sana. Dalam beberapa jam setelah meninggalkan inangnya, larva berubah menjadi puparium.

Yakni suatu tahap perkembangan botfly yang tidak makan, masih seperti kepompong.

Pada titik ini, serangga telah membungkus dirinya sendiri dan tumbuh dua jumbai.

Sampai setelah dua minggu yang hangat di dalam kepompong, seekor lalat botfly dewasa tumbuh.