HPK

mesothelioma survival rates,structured settlement annuity companies,mesothelioma attorneys california,structured settlements annuities,structured settlement buyer,mesothelioma suit,mesothelioma claim,small business administration sba,structured settlement purchasers,wisconsin mesothelioma attorney,houston tx auto insurance,mesotheliama,mesothelioma lawyer virginia,seattle mesothelioma lawyer,selling my structured settlement,mesothelioma attorney illinois,selling annuity,mesothelioma trial attorney,injury lawyer houston tx,baltimore mesothelioma attorneys,mesothelioma care,mesothelioma lawyer texas,structered settlement,houston motorcycle accident lawyer,p0135 honda civic 2004,structured settlement investments,mesothelioma lawyer dallas,caraccidentlawyer,structured settlemen,houston mesothelioma attorney,structured settlement sell,new york mesothelioma law firm,cash out structured settlement,mesothelioma lawyer chicago,lawsuit mesothelioma,truck accident attorney los angeles,asbestos exposure lawyers,mesothelioma cases,emergency response plan ppt,support.peachtree.com,structured settlement quote,semi truck accident lawyers,auto accident attorney Torrance,mesothelioma lawyer asbestos cancer lawsuit,mesothelioma lawyers san diego,asbestos mesothelioma lawsuit,buying structured settlements,mesothelioma attorney assistance,tennessee mesothelioma lawyer,earthlink business internet,meso lawyer,tucson car accident attorney,accident attorney orange county,mesothelioma litigation,mesothelioma settlements amounts,mesothelioma law firms,new mexico mesothelioma lawyer,accident attorneys orange county,mesothelioma lawsuit,personal injury accident lawyer,purchase structured settlements,firm law mesothelioma,car accident lawyers los angeles,mesothelioma attorneys,structured settlement company,auto accident lawyer san francisco,mesotheolima,los angeles motorcycle accident lawyer,mesothelioma attorney florida,broward county dui lawyer,state of california car insurance,selling a structured settlement,best accident attorneys,accident attorney san bernardino,mesothelioma ct,hughes net business,california motorcycle accident lawyer,mesothelioma help,washington mesothelioma attorney,best mesothelioma lawyers,diagnosed with mesothelioma,motorcycle accident attorney chicago,structured settlement need cash now,mesothelioma settlement amounts,motorcycle accident attorney sacramento,alcohol rehab center in florida,fast cash for house,car accident lawyer michigan,maritime lawyer houston,mesothelioma personal injury lawyers,personal injury attorney ocala fl,business voice mail service,california mesothelioma attorney,offshore accident lawyer,buy structured settlements,philadelphia mesothelioma lawyer,selling structured settlement,workplace accident attorney,illinois mesothelioma lawyer

Menu Navigasi

💗 Hati-Hati Bunda. Kuku dan Jari Balita Ini Terkoyak Hampir Putus Hingga Terpaksa Diamputasi, Karena Mainan Ini 💗



Mainan merupakan salah satu alat interaksi yang dapat membantu dan mengembangkan pertumbuhan anak. Namun, orang tua wajib untuk memerhatikan dan memberikan mainan anak sesuai usia dan fungsinya.

Orangtua harus lebih bijak sebelum sembarangan membelikan anak mainan baru. Sebab, anak kecil punya pemahaman dan kemampuan yang berbeda di setiap tahapan usia.

Seorang balita mengalami cedera parah di bagian jari telunjuk tangan kanan akibat tersangkut dan terkepit dalam mainan.

Chell, ibu balita yang bernama Danish, berkata, kuku dan isi jari anaknya, Danish, terpaksa dipotong karena sudah tidak dapat diselamatkan lagi.


Foto-foto peristiwa yang menimpa Danish dibagikan oleh orangtuanya melalui media sosial  Facebook pada pukul 15.00 itu kini telah dilihat oleh 11,574 netizen, yang menyatakan tentang kekhawatiran ibu bapak.

"Ini anak saya. Peringatan untuk semua ibu bapak di luar sana.

Mainan ini telah membuat kuku dan isi jari anak saya dipotong karena sudah tidak dapat diselamatkan lagi.



"Ya Allah, hanya dia yang mampu merasakan sakit dan kekesalan di hati melihat anak menangis tak berhenti-henti disebabkan kelalaian diri sendiri.

 "Lihatlah benda ini seperti tidak membahayakan, tetapi inilah yang terjadi  kepada anak laki-laki saya.

"Dia masukkan jari ke dalam lubang kecil itu. Kemudian tersangkut dan dia mencoba mengeluarkan jarinya secara paksa sehingga terkoyak, ujung jari hampir terputus karena tekanan semakin kuat apabila tangan monyet itu ditekan.

"Hati-hati buat anak-anak kecil di luar sana. Jangan sampai anak-anak berebut mainan, jika tidak ingin kejadian ini terjadi pada anak andau. Kulit anak kecil ini lembut dan memang sangat mudah hancur pada benda yang kita anggap tidak berbahaya tetapi sebenarnya berbahaya bagi mereka," katanya.


Justru, Chell berharap semua orangtua berhati-hati dan pastikan mainan anak-anak mereka selamat dan tidak membahayakan.

"Jangan sampai kejadian seperti yang saya alami ini menimpa anak anda, menyesal kemudian tiada gunanya. Setiap hari harus bolak baik rumah sakit untuk mengobati luka anak saya Danish," kata Chell, ibu Danish.

Baca Juga :

Sederhananya begini: Anda pasti tidak akan memberikan pisau pada balita Anda untuk mengupas buah sendiri, kan? Pertama karena ia belum mengerti apa fungsi benda tajam tersebut. Apalagi cara menggunakannya, karena di usia tersebut kemampuannya untuk menggenggam benda juga belum mantap. Alih-alih kenyang, ia justru akan membahayakan dirinya sendiri. Anda mungkin baru akan membolehkan memakai pisau sendiri ketika anak sudah beranjak sekolah menengah.

Prinsip yang sama juga berlaku pada mainan. Bayi yang masih berusia 6 bulan tentu tidak seharusnya bermain dengan balok plastik susun milik anak yang usianya 3-5 tahun. Jangankan untuk menggenggamnya, bayi bahkan belum paham apa yang harusnya dilakukan dengan balok-balok tersebut.

Mereka mungkin hanya melemparnya ke sana kemari. Tentunya hal ini akan jadi mubazir, karena di kesempatan inilah kemampuan motorik dan kognitif si kecil seharusnya ikut berkembang. Terlebih, kemungkinan terburuknya adalah ia memasukkan balok kecil ke dalam mulut dan kemudian tersedak. Risiko ini bukan mustahil karena bayi memang sedang senang memasukkan segala sesuatu ke dalam mulutnya.

Begitu pula jika skenarionya dibalik, yaitu anak usia 5 tahun yang malah diberikan mainan bayi. Balita Anda memang bisa saja memainkannya. Ia juga sudah tahu apa tujuan dan yang bisa dilakukan dengan mainan tersebut. Namun, ia tidak mendapatkan ilmu atau pengetahuan baru dari mainan tersebut. Seharusnya, Anda sudah dapat memberikan jenis mainan yang lebih kompleks untuk mengasah tumbuh kembangnya.

Tips dan aturan memberi mainan untuk anak

permainan untuk anak autisme
Anak-anak dapat menikmati mainan mereka jika orangtua memberikan pada tahap perkembangan yang pas. Berikut adalah beberapa contoh dan saran bagi para orangtua ketika ingin memberikan mainan buat anak di rumah:

Anak usia 0-12 bulan
Pada usia ini, bayi sudah mulai bisa fokus dan bereaksi pada hal-hal di sekitarnya. Mulai dari cahaya, suara, bentuk, dan warna yang terlihat mencolok. Mereka juga sudah mulai bisa menggenggam, meraih, atau menggigit benda.

Baca Juga :

Nah, mainan yang sesuai untuknya adalah mainan lembut yang berbunyi dan berwarna terang. Pastikan juga ukuran mainannya cukup besar dan kuat agar tidak gampang patah, bocor, atau tertelan. Misalnya, kerincingan silikon yang mengeluarkan bunyi atau boneka khusus yang aman untuk digigit.

Anak usia 1-3 tahun
Di usia balita, kemampuan motorik anak sudah mulai mantap. Maka Anda boleh memberikannya mainan balok susun yang bisa dibongkar pasang. Pilihlah yang berbahan lembut dari plastik atau karet. Dengan begitu tidak akan melukai dirinya sendiri atau orang lain ketika dilempar.

Permainan bola warna-warni juga bisa jadi pilihan karena balita di usia ini sudah lancar berjalan dan berlari. Bahkan melompat-lompat. Namun, pastikan bola mainan itu berdiameter cukup besar agar tidak mudah dimasukkan ke dalam mulut, tapi juga tidak terlalu keras dan berat agar tidak meniban badannya.

Selain itu, anak juga sudah mulai belajar bernyanyi dan menggambar walau hanya sekadar corat-coret. Anda bisa memberikan anak buku cerita atau buka gambar, atau mainan yang bisa mengeluarkan suara lagu. Mainan-mainan seperti ini membantu memperkaya perbendaharaan kata yang dimiliki anak.

Anda juga bisa memberikannya mainan alat musik, seperti drum atau keyboard plastik untuk merangsang aktivitas otak anak dan indera pendengarannya.

Usia 4 tahun ke atas (usia prasekolah)
Mainan yang anak butuhkan di usia ini adalah yang dapat mengembangkan empati, kerja sama, dan keinginan bersosialiasi dengan orang lain. Sebab di usia prasekolah, anak akan bertemu banyak orang baru dan harus mulai belajar beradaptasi dengan lingkungan yang juga baru. 

Misalnya, bola sepak atau bola basket mini beserta tiang gawangnya, permainan masak-masakan, hingga puzzle dan mainan balok bongkar pasang yang lebih rumit. Ada baiknya juga mulai memperkenalkan anak dengan mainan tradisional yang bisa dimainkan beramai-ramai seperti kelereng, bola bekel, dan congklak.

Mainan anak yang bagus untuk perkembangannya
Bermain adalah waktu bagi anak untuk belajar keterampilan baru dan berinteraksi di kehidupan nyata. Maka itu, orangtua tentu perlu memberikan mainan yang tujuannya mendidik.

Berikut adalah beberapa mainan yang baik untuk perkembangan si kecil menurut psikolog Dr. Marie Hartwell-Walker:

Balok susun lepas pasang
Bermain menyusun balok dapat membantu mengasah kreativitas dan keterampilan motorik anak. Warna-warni balok juga dapat membantu anak belajar tentang warna dan memperkaya kosa katanya.

Baca Juga :

Boneka
Boneka nyatanya tidak cuma khusus sebagai mainan anak perempuan saja. Dalam memberikan anak mainan, seharusnya tidak perlu dibedakan mana mainan laki-laki dan perempuan. Bermain boneka dapat membantu mengasah kreativitas, imajinasi, dan empati anak, terlepas apa pun jenis kelamin mereka.

Memberikan anak boneka juga bisa menjadi cara yang bagus untuk membantu mereka mempelajari kata-kata baru. Sebab selama ia bermain, ia akan menganggap boneka tersebut sebagai teman baru dan mengobrol dengan bahasa miliknya sendiri. Dengan begitu, mereka juga dapat berlatih bagaimana seharusnya berinteraksi dan bersosialisasi dengan orang lain kelak.

Selain itu, bermain boneka ikut melatih rasa tanggung jawab pada anak sedini mungkin dengan mengganti baju boneka, memasakn dan memberikan makan, memandikan, atau bahkan menidurkan boneka.

Mainan karet bentuk binatang (figurin)
Figurin binatang mini yang terbuat dari plastik atau karet juga membantu mengembangkan imajinasi anak. Berikanlah boneka-boneka hewan ternak, hewan di kebun binatang, atau bahkan dinosaurus.

Anak juga dapat belajar bagaimana cara menyayangi, merawat, dan memperlakukan hewan dengan baik.

Menggambar
Menggambar adalah sesuatu yang menyenangkan bagi anak. Menggambar atau mewarnai adalah sarana bagi anak mengekspresikan apa yang ia rasakan. 

Tidak apa bila terdapat kotor, tumpahan cat di baju, atau bahkan di lantai rumah. Selain menjadi bukti keterampilan motorik, goresan warna-warni di kertas juga menjadi hasil dari imajinasi dan kreativitas anak.

Rumah-rumahan
Sama seperti boneka, anak laki pun sebetulnya boleh bermain rumah-rumahan.

Tidak perlu membelikan anak rumah mainan boneka yang butuh biaya besar. Anda bisa memberikan kardus besar untuk anak dan biarkan ia berandai-andai itu sebagai rumah barunya. Ia juga bisa mendesain sendiri kardus tersebut, Misalnya dengan membuat jendela atau ditutup kain sebagai pintu.

Nah jika Anda punya halaman yang cukup lapang, sesekali bolehkan anak mendirikan tenda mini untuk berkemah di akhir pekan. Permainan ini dapat membantu mengenalkan dan melatih anak tentang rasa tanggung jawab untuk menjaga dan merawat “rumah” mereka.

Mainan yang tidak boleh diberikan ke anak

Mainan dan anak-anak adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Namun, tidak semua mainan baik untuk mereka. Sebab, mainan zaman sekarang tidak semuanya dibuat untuk meningkatkan kreativitas anak. Ada pula beberapa mainan yang hanya “sekedar lucu” dan sedang “nge-trend” tapi sama sekali tidak bermanfaat untuk anak.

1. Mainan senjata
Kebanyakan orangtua mungkin tanpa pikir panjang membelikan mainan senjata buat anak laki-lakinya. Alasannya, “Biar tumbuh jadi pria gagah nan macho!”

Namun, mainan dengan bentuk senjata seperti pistol, senapan laras panjang, samsak, atau boneka tinju sebaiknya dihindari. Permainan senjata atau alat lain yang berhubungan dengan kekerasan tidak bagus untuk perkembangan sosialnya dengan orang lain.

Permainan seperti ini akan memicu perilaku agresif pada anak. Ia juga dapat tumbuh dengan memahami bahwa “kekerasan adalah hal yang wajar dan boleh dilakukan” jika tidak pernah diawasi oleh orangtuanya selama bermain.

2. Gawai (gadget elektronik)
Tidak jarang orangtua secara khusus membelikan anak mereka gawai elektronik agar tidak rewel. Mungkin itu berupa PC tablet, gim portabel, atau konsol gim di rumah.

Namun, membiarkan anak bermain gadget sejak usia dini dapat mengganggu proses tumbuh kembangnya. Risiko yang paling utama adalah keterlambatan berbicara karena interaksi anak hanya berjalan satu arah, dari layar gawai saja. Bermain gawai bagi anak-anak kecil juga telah dikaitkan dengan masalah sulit fokus, gangguan belajar, serta sulit tidur.

Bukan hanya itu. Gawai elektonik menggantikan aktivitas yang melibatkan koordinasi gerak tangan dan mata untuk mengasah keterampilan sensomotorik anak. Bayi dan anak kecil bisa belajar lebih baik dengan materi yang bisa mereka sentuh, raba, dan genggam, ketimbang hanya sekadar melihat.

Mengeksplorasi konsep-kosep dalam tiga dimensi akan lebih baik untuk perkembangan kognitif anak daripada hanya pemahaman lewat gambar dua dimensi.

Tidak perlu berikan banyak mainan buat anak
permainan untuk anak autisme
Membolehkan anak bermain tentu sah-sah saja. Namun, Anda tidak seharusnya jadi menuruti kemauannya atau memanjakan anak dengan membelikan banyak mainan. Mengapa?

Ketika anak ditawarkan banyak ragam mainan, ia cenderung akan merasa cepat bosan dan beralih ke mainan yang lain. Hal ini dikhawatirkan membuat anak kesulitan memahami arti betapa berharganya satu “harta” yang ia punya.

Terlebih, tingkat fokus anak kecil memang pada dasarnya belum optimal. Membanjiri anak dengan banyak mainan sekaligus juga membuat fokus anak lama-lama terganggu, yang terkait dengan risiko perilaku hiperaktif seperti ADHD dan ADD. 

Cara untuk mengatasi masalah ini adalah dengan membatasi jumlah mainan yang mereka punya. Biarkan anak Anda main dengan 1 atau 2 benda lebih lama dan dengan cara yang lebih kreatif. Ini bertujuan untuk meningkatkan fokus mereka.  

Jangan terbuai oleh embel-embel “mainan cerdas”
Banyak produsen yang memasarkan mainan anak dengan jargon “mainan edukatif” dan semacamnya. Bagi orangtuua yang tentu ingin memberikan hal terbaik buat buah hatinya, ini tentu menggiurkan. Namun, jangan mudah terbuai dengan klaim iklan di pasaran.

Sebuah laporan tahun 2005 dari Kaiser Foundation menemukan bahwa banyak dari klaim tersebut hanya sekadar trik markering. Survey tersebut justru menemukan bahwa kebanyakan mainan anak yang “edukatif” justru mematikan kreativitas anak. Gawai elektronik, contohnya. Baiknya, orangtua memberikan mainan yang membangun rangsangan dan kreativitas anak ke depannya.

Pastikan untuk memberikan mainan yang sesuai dengan usia, kemampuan, serta tujuan Anda memberikan mainan. Memberikan mainan yang sesuai dengan perkembangan usianya membuat anak Anda lebih kreatif, lebih mudah belajar, hingga membantunya menemukan minat dan menyalurkan bakat tersembunyi.

Sesekali ajak main di luar
Main di luar sembari menginjak tanah dengan kaki telanjang atau bahkan main hujan-hujanan tidak selalu buruk bagi anak. Sesekali, bolehkan anak untuk bermain di luar dengan teman-teman sebayanya tanpa harus bawa mainan.

Perkenalkan anak dengan permainan-permainan jadul seperti petak umpet, tak benteng, lompat tali, gobak sodor, dan ular tangga. Anda juga boleh saja memberikan “mainan” seperti sepatu roda, sepeda, atau otoped yang bisa anak gunakan berkeliling di sekitar komplek rumah.

Bermain di luar rumah dapat melatih anak untuk lebih percaya diri dan mengembangkan kemampuan fisik dan motoriknya. Bermain bersama anak lainnya juga akan memperluas lingkaran pertemanan dan melatih kemampuan bersosialisasi mereka.

Tetap awasi anak saat bermain
Ingat, apa pun mainan yang anak mainkan orangtua jangan sampai lengah untuk tetap mengawasinya selama bermain.

Pandulah si kecil untuk menggunakan mainan dengan benar, dan perhatikan keamanannya dengan baik saat bermain. Tak kalah pentingnya juga membuat batasan waktu bermain buat anak dan ajarkan mereka untuk merapikan kembali mainannya seperti sedia kala.



Bagikan ke Facebook

Artikel Terkait

Tidak ada artikel lain dengan kategori serupa.