HPK

mesothelioma survival rates,structured settlement annuity companies,mesothelioma attorneys california,structured settlements annuities,structured settlement buyer,mesothelioma suit,mesothelioma claim,small business administration sba,structured settlement purchasers,wisconsin mesothelioma attorney,houston tx auto insurance,mesotheliama,mesothelioma lawyer virginia,seattle mesothelioma lawyer,selling my structured settlement,mesothelioma attorney illinois,selling annuity,mesothelioma trial attorney,injury lawyer houston tx,baltimore mesothelioma attorneys,mesothelioma care,mesothelioma lawyer texas,structered settlement,houston motorcycle accident lawyer,p0135 honda civic 2004,structured settlement investments,mesothelioma lawyer dallas,caraccidentlawyer,structured settlemen,houston mesothelioma attorney,structured settlement sell,new york mesothelioma law firm,cash out structured settlement,mesothelioma lawyer chicago,lawsuit mesothelioma,truck accident attorney los angeles,asbestos exposure lawyers,mesothelioma cases,emergency response plan ppt,support.peachtree.com,structured settlement quote,semi truck accident lawyers,auto accident attorney Torrance,mesothelioma lawyer asbestos cancer lawsuit,mesothelioma lawyers san diego,asbestos mesothelioma lawsuit,buying structured settlements,mesothelioma attorney assistance,tennessee mesothelioma lawyer,earthlink business internet,meso lawyer,tucson car accident attorney,accident attorney orange county,mesothelioma litigation,mesothelioma settlements amounts,mesothelioma law firms,new mexico mesothelioma lawyer,accident attorneys orange county,mesothelioma lawsuit,personal injury accident lawyer,purchase structured settlements,firm law mesothelioma,car accident lawyers los angeles,mesothelioma attorneys,structured settlement company,auto accident lawyer san francisco,mesotheolima,los angeles motorcycle accident lawyer,mesothelioma attorney florida,broward county dui lawyer,state of california car insurance,selling a structured settlement,best accident attorneys,accident attorney san bernardino,mesothelioma ct,hughes net business,california motorcycle accident lawyer,mesothelioma help,washington mesothelioma attorney,best mesothelioma lawyers,diagnosed with mesothelioma,motorcycle accident attorney chicago,structured settlement need cash now,mesothelioma settlement amounts,motorcycle accident attorney sacramento,alcohol rehab center in florida,fast cash for house,car accident lawyer michigan,maritime lawyer houston,mesothelioma personal injury lawyers,personal injury attorney ocala fl,business voice mail service,california mesothelioma attorney,offshore accident lawyer,buy structured settlements,philadelphia mesothelioma lawyer,selling structured settlement,workplace accident attorney,illinois mesothelioma lawyer

Menu Navigasi

💗 Lengan Bayi Seperti Roti Sobek, Menggemaskan atau Mengerikan? Ini Faktanya! 💗






Foto yang diunggah oleh akun twitter @Mothersip.sg pada 28 April 2019 dengan caption "Same sama sama", langsung mendapat reaksi luar biasa dari publik, tak terkecuali media terkenal maupun tidak.

Pada 28 April 2019 lalu, foto seorang bayi dari akun Twitter @Mothersip.sg ini menjadi viral. Pasalnya, dalam foto tersebut, lengan bayi dibandingkan dengan bentuk roti sobek.

Memang lucu. Karena tangan bayi yang menggemaskan itu mirip sekali roti sobek yang disandingkan di sampingnya.
Sebenarnya, memang ada kemiripan. Banyak orang yang gemas melihat lengan bayi mirip roti sobek ini. Ada juga yang mengkhawatirkan kesehatan si kecil. Sebenarnya, ini merupakan hal yang mengerikan atau menggemaskan, ya? Cek beberpa faktanya berikut ini.

Baca Juga :

Perlu ibu ketahui, membandingkan lengan bayi dengan roti sobek ternyata bukan tren baru. Pada tahun 2016 lalu, sejumlah orangtua di Jepang heboh posting foto perbandingan tersebut di socmed. Bahkan, hal ini sempat menjadi tren nasional. Biasanya, foto lengan bayi mirip roti sobek ini disertai hastag 


Tren ini awalnya berasal dari postingan meme akun Twitter @schwarzeKatze84 pada April 2016. Postingan tersebut kemudian membuat para ibu menjadi tertantang untuk membuat foto atau meme yang serupa. Menurut beberapa kabar, postingan bayi roti sobek ini sebenarnya terinspirasi dari roti yang banyak dijual di mini market Jepang.

Selang 3 tahun berikutnya, foto lengan bayi mirip roti sobek kembali viral. Bahkan, banyak yang bilang foto bayi yang tengah viral tersebut berasal dari tahun 2016. Sebenarnya, kondisi tubuh bayi yang seperti itu positif atau negatif, ya?
 
Baca Juga :

Wajarkah kalau lengan bayi sebesar roti sobek?

Perlu ibu ketahui, sebenarnya manusia adalah mamalia yang paling banyak lemaknya di muka bumi, Menurut asisten professor antroplogi University of Pennsylvania, Amerika Serikat. Morgan K. Hoke, bayi terlahir dengan 15% lemak di tubuhnya. Jumlah ini paling besar dibanding makhluk hidup lainnya yang ada di muka bumi.
 
Kata Morgan K. Hoke, tingkat lemak ini akan terus bertambah hingga 25% pada usia 4 hingga 9 bulan. Setelah usia tersebut, biasanya lemak yang ada di tubuh bayi perlahan berkurang tingkatnya. Umumnya, ketika si kecil sudah mencapai masa kanak-kanak penurunan kadar lemak terjadi karena aktivitas yang dilakukan.
 
Menurut Morgan K. Hoke, tedapat 2 jenis lemak yang ada di tubuh bayi, yakni lemak putih dan juga lemak cokelat atau brown adipose tissue (BAT). BAT biasanya adalah lemak yang muncul ketika mamalia lahir ke dunia. Keberadaan BAT ini sangat penting bagi bayi manusia karena berguna untuk menjaga temperatur tubuh tetap hangat.

Selain itu, BAT juga berguna untuk membakar lemak putih Jumlah BAT ini kemudian dapat berkurang seiring bertambahnya usia anak dan aktivitasnya. Bila lengan bayi ibu mirip roti sobek, coba cek bobot dan panjang tubuhnya. Siapa tahu ternyata masih sesuai rata-rata standar grafik weight-for-length anak seusianya.
 
Lengan mirip roti sobek bukan penentu bayi mengalami obesitas
Banyak anggapan lengan bayi mirip roti sobek berarti mengalammi obesitas. (Foto: Shutterstock)
Banyak anggapan lengan bayi mirip roti sobek berarti mengalammi obesitas. 
Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), seharusnya para orangtua tidak terobsesi terhadap masalah berat badan anak usia di bawah 2 tahun. Hingga saat ini,  belum ada data yang mendukung bayi berlemak tubuh tinggi pada usia tersebut nantinya akan menjadi obesitas.                                               
Baca Juga :
                                                                           
Jika bayi yang fotonya disandingkan dengan roti sobek itu memang benar obesitas, apa yang diberitakan mengenai dampak obesitas bisa mengalami banyak komplikasi dalam masa/perjalanan tumbuh kembangnya seperti di bawah ini, benar adanya:

* Diabetes tipe 2, yang terjadi karena pola makan dan hidup yang tidak sehat. Misal, over makan dan minum yang manis, juga jarang olahraga.

* Sindrom metabolik, yang merupakan penanda faktor risiko terkena penyakit jantung, diabetes, dan masalah kesehatan lainnya.

Kondisi ini meliputi tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, trigliserida tinggi, HDL rendah, dan lemak perut berlebihan.

* Kolesterol dan hipertensi, yang membuat ski kecil mengalami tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi, bahkan serangan jantung dan stroke.

* Sesak napas, yang terjadu karena lemak berlebih sehingga napas menjadi berat.

* Gangguan tidur, yang biasa terjadi adalah obstructive sleep apnea (OSA), yang bisa menyebabkan kematian.

* Perlemakan hati bukan karena alcohol, alias penyakit hati karena kegemukan, bukan karena terlalu banyak konsumsi alkohol.

* Pubertas dini, yang dikarenakan obesitas anak mengalami ketidakseimbangan hormon. Akibatnya, mereka pun bisa mengalami pubertas dini, seperti menstruasi lebih awal dari yang seharusnya.

* Masalah sosial dan emosional, yang bisa terjadi pada anak obesitas, semisal; Merasa rendah diri, gangguan perilaku, depresi.

AAP percaya, ibu perlu meminta dokter anak untuk selalu mengawasi perkembangan tubuh bayi sejak lahir, terutama berat dan panjangnya. Perlu ibu ketahui, pada bayi di bawah 1 tahun dokter tidak akan mengukur berdasarkan Body Mass Index (BMI). Namun, menggunakan grafik weight-for-leght.

Biasanya, dokter juga akan melihat kondisi orangtua dari bayi. Bila salah satu orangtua atau keduanya pernah mengalami obesitas, ada kemungkinan anak juga akan mengalami hal serupa. Ini karena hal tersebut merupakan pertanda keluarga tersebut tidak melakukan pola hidup sehat.

Terkadang, bayi juga terlahir dengan bentuk fisik yang lebih besar. Hal tersebut tergantu kondisi genetik kedua orangtuanya. Bila ibu dulu lahir dengan bobot tinggi, ada kemungkinan bayi yang dilahirkan akan mengalami hal serupa. Itu sebabnya, pas hamil ibu akan ditanya soal ukuran tubuhnya ketika dilahirkan oleh dokter kandungan.

Sebenarnya, menentukan bayi mengalami obesitas tak semudah yang dipikirkan. Itu sebabnya, untuk mengetahuinya ibu harus konsultasi ke dokter. Ibu jangan mempercayai penglihatan saja. Ingat, tak semua anak yang chubby dan gemuk itu obesitas.

Menurut pakar obesitas anak dari New York Obesity Research Center, banyak ibu yang berpikir anaknya obesitas hanya karena membandingkan dengan teman sebayanya. Misalnya, ibu membandingkan anak sehat dengan temannya yang kelebihan berat badan tentunya akan merasa insecure. Si kecil terlihat terlalu kurus dan ibu jadi memberikannya banyak makan.

Baca Juga :


Cara termudah untuk mengetahui obesitas pada bayi adalah dengan mengukur dengan rutin berat dan panjang anak. Lalu ibu bisa mengecek BMI grafik pertumbuhan berdasarkan usia. Umumnya, bayi yang berat tubuhnya bertambah secara konsisten akan terhindar dari obesitas.
Menurut Samuel S. Gidding, MD, kepala kardiologi anak di Nemours/Alfred I. duPont Hospital for Children, AS, ibu harus waspada kalau kenaikan berat badan bayi sangat cepat. Umumnya, kondisi seperti ini terbukti dapat memprediksi munculnya obesitas pada masa depan

Karena obesitas pada bayi sulit untuk dilacak, ibu juga harus berperan aktif dengan memantau tumbuh kembangnya. Ingat lengan bayi mirip roti sobek bukan menjadi indikasi utama mengalami obesitas. Ibu harus konsultasi ke dokter untuk mengetahui kelanjutannya. Apalagi kalau ternyata berat tubuh bayi mempengaruhi perkembangan motorik dan kognitifnya.











Bagikan ke Facebook

Artikel Terkait

Tidak ada artikel lain dengan kategori serupa.