HPK

mesothelioma survival rates,structured settlement annuity companies,mesothelioma attorneys california,structured settlements annuities,structured settlement buyer,mesothelioma suit,mesothelioma claim,small business administration sba,structured settlement purchasers,wisconsin mesothelioma attorney,houston tx auto insurance,mesotheliama,mesothelioma lawyer virginia,seattle mesothelioma lawyer,selling my structured settlement,mesothelioma attorney illinois,selling annuity,mesothelioma trial attorney,injury lawyer houston tx,baltimore mesothelioma attorneys,mesothelioma care,mesothelioma lawyer texas,structered settlement,houston motorcycle accident lawyer,p0135 honda civic 2004,structured settlement investments,mesothelioma lawyer dallas,caraccidentlawyer,structured settlemen,houston mesothelioma attorney,structured settlement sell,new york mesothelioma law firm,cash out structured settlement,mesothelioma lawyer chicago,lawsuit mesothelioma,truck accident attorney los angeles,asbestos exposure lawyers,mesothelioma cases,emergency response plan ppt,support.peachtree.com,structured settlement quote,semi truck accident lawyers,auto accident attorney Torrance,mesothelioma lawyer asbestos cancer lawsuit,mesothelioma lawyers san diego,asbestos mesothelioma lawsuit,buying structured settlements,mesothelioma attorney assistance,tennessee mesothelioma lawyer,earthlink business internet,meso lawyer,tucson car accident attorney,accident attorney orange county,mesothelioma litigation,mesothelioma settlements amounts,mesothelioma law firms,new mexico mesothelioma lawyer,accident attorneys orange county,mesothelioma lawsuit,personal injury accident lawyer,purchase structured settlements,firm law mesothelioma,car accident lawyers los angeles,mesothelioma attorneys,structured settlement company,auto accident lawyer san francisco,mesotheolima,los angeles motorcycle accident lawyer,mesothelioma attorney florida,broward county dui lawyer,state of california car insurance,selling a structured settlement,best accident attorneys,accident attorney san bernardino,mesothelioma ct,hughes net business,california motorcycle accident lawyer,mesothelioma help,washington mesothelioma attorney,best mesothelioma lawyers,diagnosed with mesothelioma,motorcycle accident attorney chicago,structured settlement need cash now,mesothelioma settlement amounts,motorcycle accident attorney sacramento,alcohol rehab center in florida,fast cash for house,car accident lawyer michigan,maritime lawyer houston,mesothelioma personal injury lawyers,personal injury attorney ocala fl,business voice mail service,california mesothelioma attorney,offshore accident lawyer,buy structured settlements,philadelphia mesothelioma lawyer,selling structured settlement,workplace accident attorney,illinois mesothelioma lawyer

Menu Navigasi

💗 Ternyata Ada Petai Raksasa Segede Gaban! Ini Petai Raksasa Di Banjarnegara 💗

                                                          


Para pemuda yang tergabung dalam Organisasi Pemuda Pingit (Oppi) menemukan adanya pohon “petai raksasa” di kawasan Cagar Alam Pringamba, Banjarnegara, Jawa Tengah
Setelah viral dan diverifikasi oleh dinas terkait di Banjarnegara dan BKSDA Jateng, ternyata “petai raksasa” itu adalah Entada rheedii atau nama lokalnya Gongseng
Warga setempat sudah mengetahui Gongseng sejak lama, dan mereka paham kalau buahnya bukan untuk dikonsumsi seperti petai

Baca Juga :

Dari beberapa jurnal ilmiah, ternyata Entada rheedii berpotensi sebagai bahan obat dan telah dimanfaatkan secara tradisional di sejumlah negara, di Afrika dan Asia
 


Pada Minggu (15/3) siang lalu,  para pemuda yang tergabung dalam Organisasi Pemuda Pingit (Oppi) Desa Panawaren, Kecamatan Sigaluh, Banjarnegara, Jawa Tengah yang diketuai Agus Suwarto berangkat menuju wilayah perbukitan sekitar kawasan Cagar Alam Pringamba. Tujuannya adalah untuk melakukan reboisasi. Sebab, setiap musim kemarau, wilayah setempat kerap mengalami kekurangan air, sehingga mumpung masih pada musim penghujan, pemuda setempat melakukan penghijauan.

“Kami memang sengaja berangkat pada Minggu, ketika banyak pemuda libur. Waktu itu, sejumlah pemuda berangkat ke wilayah perbukitan yang jaraknya sekitar 7 km dari pemukiman. Pada saat melakukan reboisasi, kami melihat ada pohon merambat di pohon yang lebih besar, ternyata tengah berbuah. Buahnya mirip sekali dengan petai. Sehingga awalnya, kami mengira ini adalah petai rakasasa atau petai jumbo,” jelas Agus kepada Mongabay pada Senin (30/3/2020).



Petai raksasa yang ternyata adalah Entada rheedii yang ditemukan di kawasan Cagar Alam Pringamba, Banjarnegara, Jawa Tengah. Foto : Agus Suwarto/OPPI/Mongabay Indonesia
 
Ia mengatakan pohon yang merambat itu ketinggiannya bisa sampai 12 meter dengan merambat pada pohon besar. “Karena kami penasaran, maka para pemuda sepakat untuk memetiknya dan membawa pulang ke rumah. Ada yang kemudian mengunggah ke media sosial, sehingga langsung viral. Orang-orang kemudian menyebutnya dengan petai jumbo atau raksasa,” ungkapnya.

Agus menjelaskan jika pohon tersebut berada di kawasan Cagar Alam Pringamba 2, bukan di kawasan hutan milik Perhutani. “Kalau kawasan Cagar Alam kan menjadi kewenangan dari Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA). Setidaknya ada tiga pohon yang kami temukan di kawasan setempat. Lokasinya memang berada di hutan lindung yang masih bagus,” ujarnya.

Baca Juga :

Buah yang dibawa Agus dan para pemuda, panjangnya mencapai 1,2 meter atau lima kali lipat pohon petani. Karena viral, kata Agus, maka banyak warga yang bertanya-tanya, bahkan kemudian pemerintah dan BKSDA langsung melakukan pengecekan di lapangan.

Pohon Entada rheedii ditemukan di Cagar Alam Pringamba, Banjarnegara, Jateng. Foto : Agus Suwarto/OPPI/Mongabay Indonesia
 

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan (Dintankan) Banjarnegara, Totok Setya Winarna mengatakan sebetulnya pohon tersebut sudah lama dikenal oleh warga. Tetapi karena ada keterangan mengenai petani raksasa, maka menjadi viral di masyarakat.

“Setelah viral, kami langsung terjun ke lapangan di Desa Panawaren, Sigaluh. Ternyata memang buah tersebut bukanlah petai. Sehingga, kami meminta kepada masyarakat untuk tidak mengonsumsinya. Sebetulnya, warga telah mengenal pohon itu. Bukan penemuan baru, karena kalau masyarakat menyebut bahasa lokalnya adalah Gongseng atau Gandu,” jelas Totok.

Ia mengatakan bahwa pohon dengan nama latin Entada rheedi tersebut memiliki buah hampir mirip dengan petai. “Pohon Entada merpakan tanaman langka yang tumbuh di hutan. Buahnya memang sangat mirip dengan petai, namun rasanya tidak seperti petai. Sebab, rasanya pahit dan getir. Karena itu, warga tidak boleh mengonsumsi atau memasaknya,” tegasnya.

Petugas BKSDA Jateng menunjukkan buah dari pohon Gonseng yang buahnya mirip petai berukuran raksasa. Foto : BKSDA Jateng Resort Wonosobo/Mongabay Indonesia
 
Sementara Kepala Resort Konservasi BKSDA Jateng wilayah Wonosobo, Adi Antoro, mengungkapkan setelah viral terutama di media sosial, maka pihaknya bersama tim terjun ke Cagar Alam Pringamba.

Baca Juga :

“Lokasi penemuan pohon tersebut berada di pinggiran Cagar Alam Pringamba 2 di Desa Panawaren. Ternyata, pohon itu memang bukan petai atau Parkia speciosa, namun Entada rheedii. Dua spesies tersebut masuk dalam satu suku Fabaceae atau polong-polongan. Tetapi keduanya memang berbeda. Petai banyak disukai orang karena memang dapat dimakan. Namun, untuk Entada atau nama lokalnya Gonseng, sejauh ini bukan untuk dikonsumsi. Manfaatnya juga belum diketahui, tetapi barangkali setelah ini akan menarik para pakar untuk melakukan riset,” jelas Adi.

Menurutnya, ada beberapa pohon Entada yang ditemukan di kawasan Cagar Alam seluas mencapai 64 hektare yang terdiri dari dua lokasi Cagar Alam Pringamba 1 dan Pringamba 2. “Dengan adanya Entada rheedii yang viral tersebut, maka pihaknya akan melindungi pohon itu, karena menjadi salah satu cirikhas di Cagar Alam Pringamba. Padahal sebetulnya, pohon khas di sini adalah plalar atau meranti Jawa (Dipterocarpus littoralis),” katanya.

Adi mengakui Cagar Alam Pringamba yang berada di Kecamatan Sigaluh, Banjarnegara itu masih memiliki banyak keanekaragaman hayati di dalamnya. “Terus terang, kami belum melaksanakan identifikasi seluruhnya. Baru ada beberapa pohon dan tanaman yang telah teridentifikasi. Mungkin saja, banyak tanaman dan pohon yang termasuk langka. Misalnya, untuk pohon Entada itu,” ujarnya.

BKSDA juga mengajak kepada masyarakat terutama di sekitar Cagar Alam Pringamba untuk terus menjaga dan melestarikan apa yang ada di tempat tersebut. Selain kekayaan flora, ada juga fauna yang ada di Cagar Alam Pringamba. “Salah satu kekayaan fauna yang ada di situ adalah berbagai jenis burung. Tetapi, kami juga belum mengidentifikasi, burung apa saja berada di Pringamba. Tetapi satu hal, lingkungan hutan di sini harus terus dijaga, supaya keanekaragaman hayati tidak punah,” tambahnya.

Isi dari buah Entada yang tidak bisa dikonsumsi. Foto : BKSDA Jateng Resort Wonosobo/Mongabay Indonesia
 

Potensi Obat

Referensi sejumlah jurnal ilmiah yang ditelurusi Mongabay menyebutkan kalau Entada rheedii memiliki potensi sebagai bahan obat. Nama Entada rheedii sering ditulis dengan E. rheedei untuk menghormati Hendrik Adriaan van Rheede tot Draakestein (1637–1691), seorang ahli botani asal Belanda.

Sejak dulu, Entada telah digunakan untuk pengobatan tradisional di Afrika. Bahkan, tanaman ini dipakai sebagai bahan salep untuk bisul, sakit gigi, penyakit kuning, dan mengobati otot bermasalah.  Bahkan, beberapa suka percaya kalau bijinya untuk keberuntungan bagi pemiliknya.

Sementara dalam riset oleh Mona M Okba dkk dari Fakultas Farmasi, Universitas Cairo Mesir dengan jurnal berjudul “Entada rheedii seeds thioamides, phenolics, and saponins and its antiulcerogenic and antimicrobial activities” yang diterbitkan Journal of Applied Pharmaceutical Science tahun 2018 lalu, menyebutkan, bahwa biji Entada rheedii memiliki aktivitas antiulcerogenik dan antimikroba yang kuat. Ini menjelaskan penggunaan tradisionalnya dalam pengobatan sakit perut dan sebagai antimikroba.

“Pohon yang masuk suku Fabaceae tersebut biasa ditemukan di hutan tropis Asia, Afrika Timur, Australia dan kepulauan di Samudra Hindia,”sebut penelitian tersebut.

Pohon Entada merambat, bisa dengan ketinggian hingga 12 meter. Foto : BKSDA Jateng Resort Wonosobo/Mongabay Indonesia
 
Sedangkan dalam jurnal lainnya, World Journal of Pharmaceutical Research yang terbit tahun 2017, ahli farmasi dari India, Rekha R Deokar dkk menyebutkan jika Entada rheedii menjadi alternatif untuk bahan obat berbagai penyakit seperti diare, penyakit kuning dan gondong.

Baca Juga :

Kandungan lainnya adalah saponin, senyawa glikosida amfipatik yang dapat mengeluarkan bisa jika dikocong dengan kencang dalam larutan, sehingga bisa dimanfaatkan untuk pengganti sabun. “Di Tanzania, kulit kayunya dipakai untuk obat kudis. Dan di Asia, kulit kayunya dapat dimanfaatkan untuk pereda rasa sakit dan gatal,”sebut riset tersebut.

Hanya saja, di Indonesia, Entada rheedii sepertinya masih belum banyak yang melakukan risetnya. Barangkali setelah viral disebut sebagai “petai raksasa” akan banyak ahli yang penasaran melakukan riset agar dapat dimanfaatkan.

 

Bagikan ke Facebook

Artikel Terkait

Tidak ada artikel lain dengan kategori serupa.