Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

💗 Merdunya Suara Abidzar Saat Lantunkan Ayat Suci Al-quran. Mirip Banget Uje! 💗

 

Anak kedua alm. Ustadz Jefri Al Buchori dan Pipik Dian Irawati, Abidzar Al Ghifari baru-baru ini banyak menjadi sorotan di sosial media. Hal tersebut karena beredarnya potongan video dirinya dalam acara Okey Boss Trans 7 sedang melantunkan ayat suci Al-qur'an dengan suara yang sangat merdu. Bahkan host pada acara tersebut, Raffi Ahmad dan Vicky Prasetyo sampai terpukau dibuatnya.

Baca Juga :

💗 Kenadie Jourdin Manusia Ter Imut Kecil Di Dunia 💗

Suara merdu Abidzar saat melantunkan ayat suci Al-quran

Potongan video Abidzar dalam acara Okay Boss yang dipandu Raffi Ahmad, Vicky Prasetyo dan Sahila ini menjadi viral di jagat sosial media. Pasalnya, saat Abidzar diminta untuk melantunkan ayat-ayat suci Al-quran, terdengar suaranya yang sangat merdu. Bahkan Raffi mengatakan bahwa Abidzar sangat mirip dengan almarhum ayahnya.

Dilansir dari Haibunda, potongan video klip 30 detik itu juga membuat netizen terpukau atas aksi Abidzar dalam melantunkan ayat Al-quran dengan suara yang merdu.

"Mantap. Enggak semua yang gaul enggak bisa ngaji. Ini buktinya. Semoga mengikuti jejak sang ayah suatu saat nanti, dakwah tanpa memaksa, bertutur lembut tanpa menggurui, dan tetap gaul," tulis salah satu netizen di kolom komentar.

Diketahui Abidzar yang kala itu masih berumur 10 tahun menjadi sorotan media karena sosoknya yang tegar semenjak ditinggalkan oleh ayahnya, almarhum Uje. Sejak kecil, Abidzar memang sudah memperlihatkan siara merdunya dalam melantunkan ayat-ayat suci Al-quran.

Baca Juga ;

💗 Kisah Miris Kakek 90 Tahun, Bertahan Hidup Jadi Pemulung Cuma Dapat Rp2 Ribu/Hari 💗

Kini Abidzar tumbuh menjadi pemuda yang menpesona. Sempat mengawali karirnya menjadi anggota boyband The Oncom's pada tahun 2013 silam, lalu kemudian ia merambah ke dunia akting dengan membintangi sinetron "Ada Cinta di SMA" tahun 2016. 

Merdunya Suara Abidzar Saat Lantunkan Ayat Suci Al-quran. Mirip Banget Uje!


Semakin serius menjalani dunia keartisan, kini Abidzar ikut membintangi sebuah sinetron terbaru yang berjudul "Cinta Anak Muda". Pada sinetron ini, pria 17 tahun ini beradu akting dengan Verrel Bramastia.

Abidzar memang memutuskan untuk serius menjadi artis setelah lulus SMA. Abidzar belum memutuskan untuk melanjutkan kuliah dan memilih fokus ke karier terlebih dahulu.

Baca Juga :

💗 Kisah Abdul, Bocah yang Rela Merangkak dengan Tangan ke Sekolah 💗

"Iya aku fokus di karier dulu. Karena kesempatannya kan beda sama kuliah. Kalau kuliahkan sampai umur berapa bisalah maksudnya pendidikan masih bisa. Kalau ini kesempatan sekali belum tentu besok dapat gitu," ujar Abidzar.

Kondisi psikologis anak setelah ditinggal sang ayah

Ketika sedang melantunkan ayat suci Al-quran, pastinya Abidzar sering teringat mendiang sang ayah ya Moms. Karena bagi seorang anak yang ditinggal meninggal oleh orang tuanya ketika masih kecil memiliki beberapa dampak psikologis tersendiri. 

Tekanan psikologis menjadi salah satu dampak terbesar akibat kematian orang tua. Tekanan psikologis bisa mulai dari perasaan sedih yang berlebihan hingga menimbulkan stres dan kecemasan. Bisa dibilang, ini merupakan fase pertama dan masih dianggap wajar.

Baca Juga :

💗 Kisah Inspiratif  Naja, Penghafal 30 Juz Alquran, Meski Menderita Cerebral Palsy 💗

Orang tua yang masih hidup dan keluarga memainkan peran yang sangat penting untuk membantu anak yang tengah menghadapi tekanan psikologis.

Menurut Victoria H. Raveia, seorang peneliti dari Coloumbia University of Publich Health mengungkap, keterbukaan komunikasi orang tua yang masih hidup sangat berpengaruh terhadap penurunan tekanan yang dialami oleh anak-anak yang berduka. Berikan waktu agar si kecil bisa 'menikmati' rasa sedihnya itu. Bagaimanapun, ia baru saja kehilangan sosok penting dalam hidupnya.

Sedih berkepanjangan

Dampak psikologis akibat kematian orang tua bisa terus berlanjut meski anak telah menyesuaikan diri serta mengurangi rasa sedihnya. Pada masa tertentu mereka bisa menjalani hari-hari mereka tanpa beban, namun jauh di lubuk hatinya mungkin masih selalu merasakan kehilangan, bahkan mengalami masalah dengan harga diri. 

Baca Juga :

💗 Kisah Pilu Nenek Pencari Rumput, Nasibnya Berubah Usai Didatangi Baim Wong 💗

Oleh karena itu, selain mengelola stres Moms sendiri akibat ditinggalkan orang tersayang, jangan lupa untuk memberikan dukungan dan temani anak agar ia bisa melewati masa-masa berdukanya dengan baik.

Menjadi 'teman' yang selalu ada untuk sang anak

Perhatikan kemampuan anak untuk mengelola stresnya. Apakah ia membutuhkan bantuan?

Anak usia sekolah seharusnya sudah dapat mengungkapkan berbagai perasaan dan emosi, temasuk perasaan yang melandanya akibat ditinggalkan oleh salah satu orang tua atau orang terdekatnya.

Moms bisa menanyakan apakah ia merasa cemas? Atau rindu? Pastikan anak tidak menyalahkan dirinya atas kematian orang tersayang tersebut. Perasaan bersalah atau menyalahkan diri sendiri membawa dampak psikologis yang lebih serius dan dapat mengganggu tumbuh kembang anak. 

Baca Juga ;

💗 Ingin Mancung Malah Kena Apes. Sisi Gelap Operasi Plastik Yang Bikin Bergidik 💗

Moms juga bisa mengatakan perasaan Moms. Misalnya bagaimana Moms juga merasa kehilangan. Dengan begitu, anak akan merasa punya teman dan percaya kalau ia bisa melalui masa-masa sulit ini bersama Moms.