Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

💗 Sekolah Ditutup Saat Pandemi, Guru Ini Ubah Mobil Pick-up Jadi Kelas Berjalan 💗

Sekolah Ditutup Saat Pandemi, Guru Ini Ubah Mobil Pick-up Jadi Kelas Berjalan. Dia adalah Nay, guru sekolah dasar di Apaseo el Alto, Guanajuato, yang telah bekerja sangat ekstra untuk membantu para siswa autisnya untuk tetap bisa “bersekolah” di tengah pandemi.

Baca Juga :💗 Jadikan Peringatan ,Kisah Bayi Aliza, Meninggal di Usia 8 Hari Karena Sering Dicium 💗

Pengorbanan merupakan suatu yang sulit di ketahui banyak orang, karena pengorbanan adalah bersifat abstrak tidak bias di lihat maupun di raba, tetapi hanya bisa dirasakan. Oleh karena itu penulis ingin memberitahukan kepada seluruh pembaca bahwasanya pengorbanan itu pasti di rasakan oleh semua orang apalagi pengorbanan seorang Guru.

Selama pandemi, sekolah tempatnya mengajar ditutup. Nay pun menolak untuk membiarkan anak-anak didiknya tertinggal pelajaran. Dia lantas berinisiatif untuk melakukan perjalanan selama dua jam setiap hari guna mengunjungi anak-anak didiknya yang tidak memiliki akses ke buku atau internet.

Nay pun mengubah mobil pick-upnya menjadi ruang kelas berjalan dan mengunjungi siswa-siswa pengidap autis di rumah mereka. Melansir dari Dailymail, Jumat (14/8/2020), potretnya menjadi viral usai ibu dari salah seorang siswanya mengunggahnya di Twitter.

“Di Meksiko, sekolah ditutup karena pandemi. Guru ini mengubah truk pickupnya menjadi ruang kelas portabel,” tulis pengguna Twitter @Akkitwts.

“Dia mengemudi dua jam sehari untuk mengajar anak-anak autis yang tidak memiliki buku atau akses ke internet.”

Baca Juga :🍀 Bikin Haru, Anak Kuli Batu Bata Juara MTQ International di Turki Ini Bikin Erdogan Berkaca Kaca 🍀

Dalam foto tersebut, Nay duduk di belakang mobil pick-up berwarna merah, mengenakan masker sambil mengajar seorang siswa. Dia menyiapkan meja dan kursi kecil untuk siswanya duduk di sana.

Dia juga menjaga protokol kesehatan, tidak hanya memakai masker tetapi terus membersihkan meja dan memberikan pembersih tangan kepada anak-anak ketika mereka naik dan turun dari mobil.

“Guru? Mungkin maksud Anda pahlawan,” tulis akun @D_Cardenas15.

“Tuhan tolong lindungi wanita ini,” komentar @MiriamH_13.

“Guru LAYAK DIBAYAR LEBIH DARI JUMLAH MEREKA DIBAYAR. Mereka menghabiskan lebih banyak waktu dengan anak-anak orang lain daripada yang dihabiskan anak-anak itu dengan keluarga mereka sendiri,” timpal akun @NdolaSandy.

Baca Juga :🍀 Jadikan Pelajaran, Kisah Sedih Meninggalnya Bayi Imut Karena Kesalahan Rumah Sakit  🍀

Namun  pada hakikatanya bukan guru nya yang tak mampu untuk mengontrol siswa akan tetapi, siswanya yang masih banyak kekurang sadarab dalam beradap kepada sang guru tercinta, kalau bioleh penulis mengatakan dalam bentuk puisi, "guru iyalah bagaikan matahari yang selalu menyinari tanpa henti", artinya pengorbanan dan perjuanagan seorang guru tidak akan pernah berhenti sampai tuhan memanggil. Oleh karena itu sahabat pembaca yang di rahmati Allah, patuhi dan mulyakan gurumu selagi iya masih ada di dekapan mu, dan doakan mereka didalam lantunan doamu.