Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bapak Penjual Bubur Ini sampai Nangis, Dagangan Jarang Laku dan Belum Makan hingga Sore

 

Dia sakit diabet serta asam pembuluh, apalagi hingga tertidur di alun- alun untuk menunggu konsumen.

Kehidupan dapat terasa amat berat untuk beberapa orang. Panas- panasan di jalur serta jika letih cuma dapat tidur di lantai emperan gerai ataupun apalagi berbaring di alun- alun semacam seseorang ayah pedagang bubur selanjutnya ini.


Dia merupakan Ayah Misbah yang berumur 65 tahun asal Cianjur. Tiap harinya dia berdagang es bubur sumsum yang dijual dengan harga 5 ribu rupiah saja per porsinya.

Cerita dia ini dibagikan oleh owner account Instagram@f. anandaputri yang tidak terencana berjumpa dengan dia. Umumnya, dia jualan di sekitaran Leuwinanggung, Depok, Jawa Barat.@f. anandaputri berjumpa dengan dia di alun- alun bola Leuwinanggung.


Dia lagi termenung semacam lagi banyak benak. Apalagi, dia hingga ketiduran di alun- alun sebab menunggu konsumen. Kemudian, dikala ditanya apa dia telah makan, nyatanya dia belum makan dari pagi hingga petang demikian ini.

Dagangannya tidak sangat laris apalagi kerap tidak habis. Sementara itu, dia mempunyai banyak amanah. Ayah Misbah sendiri sesungguhnya pula sakit diabet serta asam pembuluh yang butuh diatasi. Tidak hanya itu, di rumah pula terdapat mertua, istri serta 2 anak yang sedang sekolah yang wajib dinafkahi. Dia menggambarkan seluruh ini sembari meratap sesenggukan.


Kemauan dia sesungguhnya amatlah simpel. Dia mau mengubah gerobaknya namun sebab sedang terkendala duit, perihal itu juga tidak dapat terkabul. Ayo yang terletak di wilayah dekat situ tolong lariskan barangan dia. Mudah- mudahan dia segar senantiasa serta diserahkan keuntungan yang banyak.