Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

💖 Hidup Sebatang Kara, Pria Tua di Sukabumi Ini Berjalan Kaki 8,9 Km ke RS untuk Berobat 💖

 

Aduh, kasian sangat ayah ini:(

Hidup satu batang kara di era berumur emamng tidak gampang. Wajib melaksanakan seluruhnya sendiir tanpa terdapat yang dapat menolong. Pilu memanglah, tetapi wajib senantiasa dijalani. Semacam cerita yang dirasakan laki- laki berumur bernama Apid. Pak Apid yang berawal dari Cidolog ini berani berjalan kaki dari rumahnya mengarah RSU Hermina Sukabumi buat menempuh pembedahan.


Pak Apid banyak disorit netizen sehabis fotonya viral di alat sosial. Dalam gambar itu, terlihat pria dengan umur relatif berumur memakai pakaian corak hijau, tengah tergeletak di atas ranjang rumah sakit

BACA JUGA: 

Gambar itu pula dilengkapi caption yang berkata kalau laki- laki itu menginginkan dorongan anggaran buat menempuh pembedahan di RSU Hermina Sukabumi.

" Mempelam untuk yang ingin tolong kontribusi buat ayah ini. Dia sakit, asli dari Cidolog, jalur kaki dari Jubleg mengarah Rumah sakit Hermina, dia ingin dioperasi cuma satu batang kara. Keluarga tidak mengerti dmna, sedikit ataupun banyak Allah hendak membalas kebaikan bapa/ bunda, trmksh" Sedemikian itu caption itu bersuara.

Dikutip dari halaman sukabumiupdate. com, Administrator Marketing RSU Hermina Sukabumi, Bidadari Memuji mengalem Astuti membetulkan terdapatnya penderita itu serta dikala ini tengah menempuh pemeliharaan di RSU Hermina Sukabumi.

" Penderita itu terdapat, masuk kamar pemeliharaan kategori 3 bertepatan pada 14 September. Telah aksi debridement pula kemarin," tutur Bidadari, Kamis( 17/ 9/ 2020).

BACA JUGA:

Bidadari mengatakan, laki- laki itu bernama Apid( 69 tahun) yang menetap di Cianjur. Apid sendiri menemukan pemeliharaan bagaikan partisipan JKN PBI( Akseptor Dorongan Iuran).

" Informasi di kita Tujuan Cianjur. Tadinya referensi berobatnya juga dari PKM Gekbrong," nyata Bidadari.

Bidadari meningkatkan dirinya serta regu kedokteran tidak memahami terpaut jalan Apid yang dikabarkan berani berjalan kaki dari Jubleg mengarah RSU Sukabumi. Bidadari cuma fokus buat mengonati Pak Apid.

" Kita tidak gali ke situ sih. Kita dapat penderita ini di IGD. Dari riwayat berobat sih sebagian kali sempat ke poli ahli di mari," tutur Bidadari.

" Maaf buat diagnosanya tidak dapat kita informasikan tanpa ijin penderita," tambahnya.

BACA JUGA:

Bidadari mengatakan, Apid tiba ke RSU Hermina Sukabumi seseorang diri serta mengantri di ruang registrasi laiknya penderita yang lain.

" Penderita tiba sendiri tanpa terdapat keluarga yang mengantar. Antri registrasi semacam lazim. Tidak terdapat data riwayat pingsan di jalur," pungkasnya.

Cepat membaik betul Pak Apid! Mudah- mudahan biro terpaut yang terletak di sekelilingnya dapat menolong penyembuhannya pula ya~