Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Beruntungnya Wanita ini Dilamar Oleh Seorang Pria Dengan Mahar Uang Rp 300 Juta, Emas, Beras 1 Ton, Kuda, Tanah, Mobil dan Rumah

Dialah Irmawati. Wanita beruntung yang mendapatkan mahar dan uang panai dengan nilai fantastis dari pengantin pria.

Seperti diterangkan pemilik akun Facebook bernama Widia Meilani, Sabtu (17/10/2020), wanita berdarah Bugis-Makassar itu mendapatkan mahar dan uang panai berupa uang senilai Rp 300 juta, emas 1 stel, beras 1 ton, kuda 2 ekor, tanah, unit mobil dan rumah.

Dalam tradisi adat suku Bugis-Makassar di Sulawesi Selatan, uang panai atau uang belanja untuk pengantin wanita memang bervariasi. Nilainya mulai dari puluhan juta hingga bisa mencapai miliaran rupiah.

Jumlah nominal itu tergantung dari latar belakang pendidikan, sudah berhaji, hingga faktor keturunan bangsawan dari mempelai pengantin wanita.

Baca Juga :

💗 26 Tahun Tak Pernah Sholat, Gadis Ini Berubah Total Belajar Sholat Selama Dikarantina Karena C0R0NA

💗 Wanita Muslim India Ini Rela Urungkan Niat Naik Haji, Sumbangkan Uangnya untuk Bantuan C0V1D-19

💗 Patut Ditiru, 10 Tahun Menabung, Penjual Ikan Beli Rumah Rp 310 Juta Pakai Uang Koin

💗 Enggan Beri Makan Dari Uang Haram, Polisi Ini Rela Makan Tahu Tempe Dan Tinggal Di Gubuk Sederhana

💗 Jadikan Pelajaran Bagi Para Wanita, Perempuan ini Jatuh dan Akhirnya Tew4s Gara Gara Rok Panjangnya Tersangkut di Gir Motor

Meski hal ini terdengar memberatkan atau membebankan calon mempelai pria, namun ini sudah menjadi tradisi sejak nenek moyang, sebagai bentuk penguji keseriusan sang pria dalam melamar anak wanitanya sehingga sang pria betul-betul berusaha mengupayakan uang panai untuk mendapatkan wanita pujaan hatinya.

“Makanya susah untuk mendaoatkan orang suku Bugis Makassar, tapi susah pula lepasnya atau bercerai. Dalam artian, tingginya harga panai akan membuat pihak lelaki akan berpikir seribu kali untuk menceraikan istrinya karena ia sudah berkorban banyak untuk mempersunting istrinya. Pada uang panai itulah dilihat kesungguhan sang pria untuk mendapatkan wanita pujaan hatinya,” ungkap Nurhayati Rahman, Budayawan Sulawesi Selatan yang juga Dosen Universitas Hasanuddin, dikutip dari Serambinews.com.

Selain itu, dikatakan Nurhayati, uang panai juga merupakan bentuk wujud warga Bugis dalam menjunjung tinggi derajat wanita sebagai makhluk Tuhan yang sangat bergarga sehingga tak sembarang orang dapat meminang wanita Bugis.