Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Gadis Remaja Ini Mampu Menghafal Alquran 30 Juz dalam kurun Waktu 45 Hari, Alasannya Bikin Takjub!

Gadis Remaja Ini Mampu Menghafal Alquran 30 Juz dalam kurun Waktu 45 Hari, Alasannya Bikin Takjub!

Sebagai umat muslim menjadi hal wajib dalam mengamalkan Alquran.

Alquran adalah afdhollu dzikri yaitu dzikir yang paling utama sehingga Nabi Shalla Allahu 'alaihi wa sallam menjadikan orang yang belajar dan mengajarkan Alquran sebagai manusia terbaik.

Apalagi Allah SWT telah menjamin pahala dan imbalan yang mengagumkan untuk seorang penghafal Alquran.

Diantaranya dikutip dari kanal Youtube Yufid.TV - Pengajian & Ceramah Islam, bagi orangtua yang anaknya hafal Alquran akan diberikan mahkota cahaya kelak di akhirat serta menjadi sebab kedudukanmnya di surga.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya:

"Siapa yang menghafal Al Quran, mengkajinya dan mengamalkannya, maka Allah akan memberikan mahkota bagi kedua orang tuanya dari cahaya yang terangnya seperti matahari.

Dan kedua orang tuanya akan diberi dua pakaian yang tidak bisa dinilai dengan dunia.

Kemudian kedua orang tuanya bertanya, "Mengapa saya sampai diberi pakaiana semacam ini?" Lalu disampaikan kepadanya, "Disebabkan anakmu telah mengamalkan Al Quran." (HR.Hakim)

Selain itu, kedudukan seorang penghafal Alquran di surga sesuai dengan banyaknya ayat yang ia hafalkan.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya:

"Ditawarkan kepada penghafal Al Quran, ":Baca dan naiklah ke tingkat berikutnya. Baca dengan tartil sebagaimana dulu kamu mentartilkan Al Quran ketika di dunia.

Karena kedudukanmu di surga setingkat demngan banyaknya ayat yang kamu hafal." (HR. Abu Daud & Turmidzi)

Cerita seorang remaja asal Garut ini dapat menjadi inspirasi untuk terus meningkatkan keimanan dalam mengamalkan Alquran.

Pasalnya, gadis berusia 16 tahun ini mampu menyelesaikan hafalan Alqurannya hanya dalam waktu 1,5 bulan atau 45 hari saja.

Kisah inspirasi ini dibagikan melalui akun Instagram @sahabatsurga, Selasa (14/01).

Air mata bahagia menetes di pipi santriwati Pondok Pesantren Darussalam, Garut, Jawa Barat bernama Imelda Fitriani.

Imelda baru saja merayakan wisuda menjadi seorang hafizah.

Istimewanya, gadis berusia 16 tahun itu mampu menghafal Alquran 30 juz hanya dalam waktu 1,5 bulan atau 45 hari saja.

Imelda menceritakan, berbagai persiapan dilakukan sebelum masuk pesantren dan kelas khusus menghafal Alquran.

”Persiapannya yang pertama jelas niatkan pada dasarnya harus karena Allah. Niat kita untuk menjadi lebih baik bisa mengamalkan,” ujar Imelda .

Imelda mengatakan, para santriwati yang sudah kelas 10 SMA itu wajib masuk kelas khusus menghafal Alquran selama 2 bulan.

Pada periode ini, mereka tidak diwajibkan untuk mengikuti kegiatan pondok.

”Selama dua bulan kita dikhususkan untuk masuk kelas khusus, tidak mengikuti kegiatan pondok selama dua bulan,” ucap dia.

Setiap pekan nya, kata dia, para santriwati akan memberikan setoran hafalan Alquran.

”Alhamdulillah Allah selalu menolong saya untuk menghafal Alquran, akhirnya saya bisa hafal Alquran dalam 1,5 bulan,” kata dia.

Dalam waktu 1,5 bulan, Imelda akhirnya mampu menghafal 30 juz bersama 137 rekan wisuda lainnya.

Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam, KH Asep Solahuddin mengatakan, proses menjadi seorang penghafal Alquran itu tidak mudah.

”Kita lakukan pembinaan kepada seluruh santri sejak mulai masuk pondok dari tajwid dan tahsinnya dulu."

Kisah Tragis Abdurrahim Syamsuri, Hafal Alquran Sejak Usia 13 Tahun Raih Penghargaan di Kota Madinah

Abdurrahim Syamsuri merupakan aset umat muslim Indonesia.

Di usia yang masih muda, Abdurrahim Syamsuri telah hafal Alquran dan menjuarai beberapa kompetisi menghafal Alquran tingkat internasional.

Abdurrahim Syamsuri tengah menempuh pendidikan di Universitas Islam Madinah.

Universitas Islam Madinah adalah sebuah perguruan tinggi negeri di Arab Saudi di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi Arab Saudi.

Universitas ini terletak di Kota Madinah, Provinsi Madinah.

Meskipun memiliki keterbatasan penglihatan, Abdurrahim Syamsuri belajar dan menghafal Al Quran sejak usia 13 tahun.

Berikut ulasan selengkapnya yang telah dirangkum Sripoku.com.

Sosok Abdurrahim Syamsuri belajar dan menghafal Al Quran sejak usia 13 tahun.

Saat usianya 17 tahun dirinya sudah menguasai 3 qiro'ah (keterampilan membaca Al Quran).

Dikutip melalui laman ptbatik.co.id, ustaz Abdurrahim Syamsuri sempat mengalami kecelakaan hingga mengakibatkan keretakan di tulang wajah dan sedikit menyebabkan gangguan pada syaraf penglihatannya.

Murottal merdu juga dibawakan oleh ustaz Abdurrahim Syamsuri di beberapa kanal Youtube.

Melalui laman facebook yang dibagikan oleh akun bernama Yami Amanda, ia membagikan prestasi

yang diraih oleh usatz Abdurrahim Syamsuri pada 5 Desember 2019 lalu.

Dalam postingannya, Yami Amanda memuji sosok ustaz Abdurrahim Syamsuri yang berhasil

mengharumkan nama bangsa Idnonesia.

Diketahui jika ustaz Abdurrahim Syamsuri memperoleh penghargaan berkat anugerah yang diberikan oleh Allah SWT atas kemampuannya menghafal Al Quran.

Berikut unggahan yang ditulis oleh Yami Amanda.

Indonesia kembali berbangga dengan prestasi salah seorang putranya.

"BENAR,MATANYA BUTA,AKAN TETAPI LISANNYA SELALU MELANTUNKAN AL QURAN YANG MULIA"

(Itulah yang dikatakan kepada Ustadz Abdurrahim Syamsuri,ketika video perjalanan singkat hidupnya diputar di aula utama Universitas Islam Madinah)

Ustadz Abdurrahim Syamsuri,seorang qari' Al qur'an yang tak asing lagi ditelinga kita.

Murottal-murottalnya yang selalu kita lihat dan dengar diberbagai social media.

Seorang mahasiswa Universitas Islam Madinah yang telah berhasil -karena karunia dari Allah- mengharumkan nama bangsanya,Indonesia.

Ia mendapatkan penghargaan dari Rektor Universitas Islam Madinah,Dr. Abdullah Al utaibi karena prestasinya didalam Musabaqah hafalan Al Quran yang diselenggarakan oleh pihak Universitas.

Prestasi yang beliau raih bersamaan dengan keterbatasan fisik yang ada.

Allah menguji beliau dengan kebutaan.

Setelah sebelumnya beliau mengalami kecelakaan dan kemudian kehilangan penglihatannya.

Semoga Allah menyembuhkan beliau dan mengangkat derajat beliau.

Namun,hal tersebut tak membuat beliau lupa dan luput dari kitabullah.

Beliau tetap membaca,mengulang dan mempelajari Al Quran.

Bahkan,diawal awal kejadian kecelakaan yang terjadi pada beliau,beredar video beliau melantunkan bacaan Al qur'an pada kondisi lemah dan sakit.

Kini,beliau kembali melanjutkan studinya di Universitas Islam Madinah,setelah sebelumnya beliau mengambil cuti untuk pengobatan dan masa pemulihan pasca kecelakaan.

Pada postingannya juga ia mengungkapkan kekagumannya terhadap seorang peghafal Al Quran dan memberikan nasihat sebagai pengingat diri untuk mengamalkan Al Quran.

Subhanallah..

Akhi,ukhti...

Begitulah potret mereka yang telah menjadikan Al quran sebagai teman sejatinya.

Tak mengenal lelah dan sakit,ia akan selalu bersama Al qur'an.

Begitulah potret mereka yang menjadikan Al quran sebagai bagian dari kehidupan mereka.

Tak mengenal susah dan payah,ia akan selalu bersama Al qur'an.

Al qur'an menjadi penyejuk hati mereka. Al qur'an menjadi pelipur lara mereka. Al qur'an menjadi obat bagi penyakit mereka.

Bagaimana dengan kita?!

Yang memiliki dua mata yang dengannya kita dapat melihat.

Yang memiliki dua mata yang dengannya kita memandang indahnya dunia.

Yang memiliki dua mata yang dengannya kita bisa melihat tanda tanda kebesaran Yang Maha Perkasa.

Akan tetapi masih saja malas menghafal Kitab Allah Ta'ala.

Terkadang,jangankan menghafal,sekedar membaca pun kadang sengaja dilupa.

Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita,dan menjaga kita dari melalaikan Kitab-Nya.

Abu Ibrohim YamiMadinah, 08 04 1441 H

(Terinspirasi dari tulisan Syaikh kami, Ustadz Abu Yusuf Akhmad Ja'far hafizahullah)

Melalui laman instagram dakwah_tauhid juga membagikan kabar baik serupa.

Pada keterangannya, ustaz Abdurrahim Syamsuri termasuk salah satu mahasiswa berprestasi di

kampusnya.

Bahkan ustaz Abdurrahim Syamsuri mendapat undangan khusus dalam acar yang digelar di Madinah tersebut.

Penghargaan dari Rektor Baru Univ Islam Madinah

Salah seorang mahasiswa yang berprestasi tingkat Internasional asal Indonesia, yaitu Ust. Abdurrahim Syamsuri Hafidzahullahu Ta’ala mendapatkan penghargaan dari rektor baru Univ. Islam Madinah Saudi Arabia Dr. Abdullah Al-Utaiby Hafidzahullahu Ta’ala, dalam penyelenggaraan lomba hifdzil qur'an sore tadi.

Bahkan beliau dapat undangan khusus untuk menghadiri acara. Masya Allah

Beliau pernah juara satu sekitar tahun 2017 silam di perlombaan ini, sehingga tidak dapat mengikuti

lomba lagi pada tahun-tahun berikutnya.

Sekarang Allah menguji beliau dengan dicabut penglihatannya disebabkan kecelakaan yang beliau alami, kurang lebih setahun yang lalu.

Untuk kesehariannya, beliau dibantu teman-temannya, karena memang beliau orang baik - in syaa Allah - jadi banyak yang membantu beliau.

Dalam keadaan beliau seperti ini, malah semakin berprestasi, dan senantiasa murojaah kalamullah, lalu bagaimana dengan kita? Allahu Mustaan

Mari kita doakan, agar beliau diberi istiqomah dan diberi kesembuhan oleh Allah Ta’ala.

Dilansir melalui kanal Youtube Yufid.TV - Pengajian & Ceramah Islam pada 2013 silam

Ustaz Abdurrahim Syamsuri merupakan guru tahfidz Quran dan ayahnya bernama Syamsuri.

Dirinya sudah menghafal Al Quran sejak kecil.

"Sejak kecil saya sudah dibiasakan untuk membaca Al Quran, menghafal Al - Qur an oleh orangtua saya," ujarnya.

Pada usia 13 tahun dirinya sudah bisa mengkhatamkan hafalan Al Quran.

Dan satu hal yang istimewa bahwa ia belum pernah mengeyam pendidikan formal selain SD sampai lulus, kemudian untuk SMP dan SMA ia hanya belajar pribadi dan ikut kejar paket.

Ia juga menceritakan pengalaman dan motivasinya untuk menghafal Al Quran dari keutamaan Al Quran yang telah disabdakan oleh Rasulullah SAW.

"Yang sangat menbuat saya termotivasi dan selalu saya ingat ketika menghafal Al Quran, disini

banyak sekali manfaat dari Al Quran," jelasnya.

"Dari kecil juga saya sudah ditekankan mengenai manfaat dari Al Quran, diantaranya memberikan syafaat untuk pembaca dan penghafalnya, menjadi orang istimewa di sisi Allah," ungkapnya.

"Dan tentunya semakin dekat orang dengan Al Quran, semakin rajin membacanya, menghafalnya, memahaminya, mengamalkannya, semakin tinggi derajatnya di sisi Allah SWT," ujarnya.