Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Innalillahi Seorang Guru Didik Ratusan Hafiz, Telah Tutup Usia Saat Baca Alquran

Tutup Usia Saat Baca Alquran, Guru Ini Telah Didik Ratusan Hafiz

Adanya kehidupan di dunia pasti ada pula kematian, karena hal ini pasti akan dialami oleh setiap manusia. 

Kematian seseorang merupakan rahasia Illahi dan bila saat itu tiba maka tak ada satu manusia pun yang mampu menolaknya

Setiap muslim berkeinginan untuk wafat dalam keadaan husnul khotimah. Salah satu contohnya adalah seperti seorang hafiz atau penghafal Alquran asal Turki bernama Haji Mehmed Ali Şeflek yang meninggal saat membaca Alquran tepat di bulan Ramadan.

Kabar duka tersebut disampaikan Teuku Wisnu dalam unggahan di Instagramnya baru-baru ini. Teuku Wisnu mengatakan, Haji Mehmed Ali Şeflek merupakan pengajar Alquran di Kota Nazzill, Turki. Lewat tangan almarhum, sudah ada ratusan orang berhasil menjadi penghafal Alquran di Turki.

“Inna Lillahi wa inna Ilaihi roji’un. Allahummaghfirlahu warhamhu waafihi wafuanhu. Haji Mehmed Ali Şeflek Rahimahullah, beliau adalah seorang hafizh dan juga pengajar Alquran di Turki. Atas izin Allah SWT melalui perantara beliau ada ratusan orang menjadi penghafal Alquran,” tulis Teuku Wisnu.

Artis asal Aceh ini takjub akan momen di detik-detik terakhir Haji Ali Safik meninggal. Teuku Wisnu menyatakan almarhum menghembuskan napas terakhir saat membaca ayat suci Alquran. Dalam unggahan foto Teuku Wisnu, terlihat Haji Ali Safik memang meninggal tepat di atas Alquran yang baru saja dibacanya.

“Baru saja di bulan ramadhan yang mulai ini beliau menghembuskan nafas terakhirnya saat membaca Alquran dengan wajah tertelungkup di atas mushaf. Allahu Akbar, sungguh kematian yang indah. Semoga Allah merahmati beliau dan menerima segala amalan shalihnya,” lanjut Teuku Wisnu.

Haji Mehmed Ali Şeflek sendiri menghembuskan nafas terakhirnya pada hari Selasa, 28 April 2020 lalu. Penyair Dursun Ali dalam akun media sosialnya mengatakan Mehmed Ali Şeflek sebagai sosok yang saleh.

“Sebagaimana cara hidupmu, begitu pula cara matimu. Ali Şeflek wafat ketika sedang sibuk dengan Alquran,” tuturnya.

Mehmed Ali Şeflek, lahir pada tahun 1926 di desa Hirka di distrik Tavas di Denizli. Ia adalah salah satu tokoh yang dicintai di Nazilli, kota terbesar kedua di Provinsi Aydin.

Ali Şeflek, telah berhidmat sebagai guru Alquran di masa-masa paling sulit di Republik Turki, di mana adzan diubah, membaca Alquran dilarang, dan masjid-masjid menjadi gudang di Turki.

Dalam beberapa tahun ini Haji Ali telah melupakan banyak orang. Ini akibat penyakit Alzheimer yang dideritanya. Namun ajaibanya, dia tidak pernah melupakan Alquran dan maknanya.