Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Rumah Makan di Wonogiri Ini Sering Bikin Baper, Panggil Pelanggan Pakai Kata Sayang

 


Rumah makan (RM) prasmanan Alami Sayang yang berada di Desa Ngadirojo Kidul, Ngadirojo, Wonogiri, sering membuat para pembelinya bawa perasaan (baper). 

Bagaimana tidak, setiap pembeli yang berkunjung ke RM Alami Sayang selalu disapa "sayang" oleh para pelayan rumah makannya. 

Hal ini membuat pembeli, khususnya kaum adam yang tidak tau menjadi baper. 

Menurut adik pemilik RM Alami Sayang, Asih, pembeli yang baper itu sudah biasa terjadi. 

lau pembeli yang baru kesini, biasa lah, ada yang kaget, malu-malu gitu," kata dia, Minggu (6/6/2021).

Sementara itu, rasa kaget juga dirasakan oleh kaum hawa, yang datang ke RM Alami Sayang bersama pasangannya. 

"Ada juga yang salah paham, kalau cewek sama pasangannya itu langsung bagaimana. Tapi setelah kita jelaskan, mereka lalu memahami," jelasnya. 

Asih menjalaskan, panggilan sayang kepada para pembelinya itu merupakan ide dari kakaknya bernama Sulastri. 

Pasalnya, kakanya dulu sering memanggil orang dengan kata "yank".

"Ya dari situ, kita kepikiran kenapa gak dipakai aja, untuk ciri khas," ujarnya. 

Sejarah RM Alami Sayang

Sulastri dulunya ikut sang suami bekerja di Kalimantan, sebelum memulai usaha kulinernya di Wonogiri pada tahun 1990an. 

Asih mengatakan, sebelum menjadi rumah makan yang besar dan memiliki beberapa cabang, RM Alami Sayang hanya menempati kios di dekat Pasar Ngadirojo. 

Karena pengunjung yang datang banyak, akhirnya Sulastri membuka RM Makannya di jalan Wonogiri-Ngadirojo km 6, Desa Ngadirojo Kidul, Ngadirojo, Wonogiri.

Bisnis Sulastri terus berkembang, hingga kini memiliki beberapa cabang yang berada di Ngadirojo. 

Bahkan disejumlah RM juga disambi toko oleh-oleh. 

"Kalau cabang di luar Wonogiri belum ada. Karena dengan cabang yang berdekatan gini bisa saling suport. Misal kalau disalah satu cabang kehabisan lauk, bisa dikirim dari sini," jelasnya. 

Sejumlah menu makanan yang menjadi ikon Wonogiri dijual di RM Alami Sayang, seperti Oseng Lobokijo, Tiwul, Cabuk, Ikan, Ayam, aneka sayur, dan sebagainya.

"Kalau makan disini, minimal Rp10 ribu, seperti paket geprek, soto. Paling mahal paling Rp 30 ribu kalau minumnya jus, lauknya ayam gitu," jelasnya. 
Terdampak Pandemi

Pandemi Covid-19 juga sangat mempengaruhi jumlah pelanggan di RM Alami Sayang. 

Asih menuturkan, jika biasanya saat jam makan siang atau saat hari libur, rumah makannya bisa penuh. 
Namun sejak pandemi ini, pembelinya berkurang. 

"Kebijakan ditengah pandemi seperti penutupan pariwisata juga berpengaruh pada bisnis kuliner," ujarnya. 

Bahkan diawal-awal pandemi, RM Alami Sayang merasakan penurunan hingga 80 persen.
 
"Tapi untuk sekarang sudah berangsur-angsur pulih, meski belum seperti sebelum pandemi," ujarnya. 
Dia berharap pandemi Covid-19 ini bisa segera berakhir, agar roda perekonomian bisa berjalan normal kembali.