Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Izinkan Saya Berzina Dengan Anak Bapak (Renungan & Nasehat Untuk Para Orangtua)

Sesuatu hari sejoli muda - mudi yg bernazar taaruf hendak izin berangkat buat berjalan - jalan.
si wanita merupakan seorang yg telah disukainya semenjak lama..

setibanya pemuda di rumah orang tua si wanita buat menjemputnya.

wanita: masuk dahulu yaaa, berjumpa sama ayah
pemuda : boleh kah?
wanita: masuk aja, aku bersiap - siap dahulu.

masuklah si pemuda lewat pintu utama. pintu yang siap terbuka mengelu - elukan
kehadiran sang pemuda.

pemuda : assalamualaikum.
bapak wanita : waalaikumussalam!

mendengar lantangnya suara bapak sang wanita, hati sang pemuda kaku membatu.
lalu sang wanita menyadarkan pemuda dari lamunan itu. entah apa yang dipikirkannya.

wanita : ayo, silahkan duduk
pemuda : eh. , iyaa

sehabis mengucapkan salam dan juga berjabat tangan, duduklah sang pemuda di sofa yang kira - kira menghadap bapak sang wanita. cuma koran yang jadi ‘sitroh’ antara mereka.

bapak wanita : bakal jalur kemana hari ini?
pemuda : ke kota aja pak, katanya ia ingin mencari benda katanya. entah benda apa aku tidak ketahui.
bapak wanita : oh..
pemuda : . . .

kira - kira 5 menit atmosfer senyap dan juga sepi tanpa suara.
dan juga bunda sang wanita keluar dari ruang balik bawa air dan juga kue kering buat dihidangkan
sang pemuda juga tersenyum manis.

bunda wanita : silahkan diminum dahulu nak. kalian sudah makan?
pemuda : eh, sudah bu. terima kasih.
bunda wanita : kalian ini malu - malu seluruh dengan kami.
pemuda : aku cuma segan bu. hehe
bapak wanita : kapan kalian ingin mengirim rombongan (lamaran) ?
bunda wanita : eh, bapak ini?

pemuda : hmm. aku belum mempunyai banyak duit tabungan pak. hehe
bapak wanita : kalian membawa anak kami kesana - kemari. apa orang kata nanti?
pemuda: (sesungguhnya malu dengan teman , dan malu dengan allah). tiap kami berangkat kami senantiasa naik mobil pak, tidak sempat bersebelahan terlebih hingga bergandeng tangan.
oh iya, dapat aku tanya sedikit pak?
bapak wanita : tentu aja, silahkan!
pemuda : ayah dan juga bunda mau saya
sediakan duit berapa buat lamaran ini?
bunda wanita : bahwa dapat rp. 50. 000. 000, -
bapak wanita : ehh, tapiiiiii.. .
bahwa dapat lebih besar dari orang sebelah yang naksir pula sama wanita, kelihatannya ia.
pemuda : maaf, berapa itu yaa bu?
bapak wanita : rp. 100. 000. 000 , - syukur - syukur bahwa dapat lebih..

pemuda : ( dalam hati.. ya allah, whhooa.. rp. 50. 000. 000 , - darimana aku mampu duit sebanyak itu, aduh)
besar sekali pak, apakah tidak dapat lebih sedikit, kita buat kegiatan simpel aja. cukup mengundang keluarga, kerabat, sahabat dan juga orang sebelah dekat, dan juga kegiatan yg layak buat memberitahukan pada warga kalau kita sudah formal menikah supaya tidak terdapat fitnah di orang sebelah?. apa ayah tidak kasihan pada aku dan juga anak ayah? lebih baik kita adakan undangan yang universal lebih baik lagi sederana, uangnya dapat kami pakai buat membeli tanah/rumah ataupun biay anak kami nanti bila ayah mengizinkan aku menikahinya

bapak wanita : itu sudah nasib kalian nak, terlebih anak kami kan seseorang sarjana, dokter
kalian yang hendak menikahi anak kami..
lagipula dialah anak wanita kesayangan kami.

sang pemuda juga cuma dapat menghela napas dalam sembari termenung.. kala disebutkan ‘harga’ sang wanita itu.
dan juga sang pemuda berupaya berulang berdiskusi dengan orang tua wanita pujaan hatinya.

pemuda : boleh aku bertanya lagi, maaf bahwa kurang sopan dan juga tidak berkenan dihati..
apakah anak ayah pandai memasak? kerap menolong ibunya cuci piring ? suka mengepel lantai ataupun bersih - bersih rumah sehabis shubuh?
bapak wanita : hmm,. boro - boro. tidurnya saja larut malam / bangun tidur aja jam 8 lebih, bukan bangun pagi lagi itu. habis bangun terus langsung makan/makan.
bunda wanita : apa sih bapaknya ini, anaknya ingin diperuntukan istri, ia malah cerita yang jelek - jelek.
bapak wanita : ibunya juga sama suka terlambat bangun pula.
bunda wanita : ih bapak ini!

pemuda: (cuma terdiam mencermati uraian bapaknya) ehh.. iya cukup pak,
saat ini aku sudah tau. bahwa boleh bertanya lagi, dapat kah ia membaca qur’an?
bunda wanita: dapat sedikit - sedikit kok
pemuda : belajar dengan maknanya?
bunda wanita : bisa jadi.
pemuda : hmm.
bunda wanita : mengapa?
pemuda : oh, tidak apa - apa bu. persoalan terakhir, apakah ia giat sholat?
bapak wanita : apa iktikad kalian tanya seluruh ini ! ? ia kan dekat dengan kalian. harusnya kalian pula ketahui.
pemuda : tiap lagi diluar dan juga aku ajak sholat, ia senantiasa bilang lagi tiba bulan. sedikit - sedikit tiba bulan. aku jadi bimbang, sesungguhnya ia dapat sholat ataupun tidak.
bapak dan juga ibunya begitu kaget. dan juga pada mukanya begitu kemerahan menahan amarah.

pemuda : boleh aku sambung lagi. ia tidak dapat masak, tidak dapat sholat, tidak dapat mengaji, tidak dapat menutup rambut/aurat dengan baik. saat sebelum ia jadi istri aku, dosa - dosanya pula hendak jadi tanggung jawab dosa ayah dan juga bunda. lagipula tak
pantas kerasanya ia dihargai rp. 50. 000. 000 , -.
kecuali ia hafidz qur’an 30 juz dalam kepala, sikap dan juga akhlaknya baik, pandai melindungi rambut/aurat, diri, dan juga batasan - batasan agamanya. barulah dengan mahar rp. 100. 000. 000, - pun saya
inshaa allah upayakan buat membayar.
bila ayah mengizinkan aku menikahinya,
inshaa allah aku hendak buatnya jadi individu yg lebih baik lagi dari dikala ini..

tetapi bila seluruh sesuatunya tidak harus
dibayar mahal kenapa wajib dipaksakan buat dibayar mahal ?
serupa halnya mahar. karena sebaik - baik perkawinan merupakan serendah - rendah mahar.

dari aisyah kalau rasulullah saw bersabda, “sesungguhnya di antara isyarat berkah wanita merupakan gampang dilamar, murah maharnya, dan juga murah rahimnya. ” (hr. ahmad)


mata bapak sang wanita direnung tajam oleh mata bunda sang wanita. keduanya diam tanpa suara.
saat ini ketiganya menundukkan kepala. benar sebagian adat menjadikan anak wanita buat diperuntukan objek pemuas hati dan juga duniawi dengan
menampilkan kekayaan dan juga bermegah - megah dengan apa yang terdapat, paling utama pada perkawinan. adat budaya mengalahkan permasalahan agama. para orang tua membiarkan terlebih lagi menginginkan anak wanita dihias dan juga terbuat pertunjukkan di wajah universal.
sebaliknya pada dikala akad telah dilafadz oleh suami, seluruh dosa anak wanita sudah mulai jadi tanggung jawab suami dan juga nanti hendak dimohon pertanggung jawabannya di akhirat

bapak wanita : tetapi kan, bapak cuma mau anak bapak merasakan sedikit kemewahan. perihal serupa tu kan cuma terjalin sekali seumur hidup.
pemuda : ayah mau anak ayah merasakan kemewahan?
bunda wanita : tentulah kami berdua juga ikut gembira.
pemuda : begitu demikian ? boleh aku sambung lagi? ayah, bunda..
aku tidaklah siapa - siapa saat ini ini. saat ini dosa anak ayah, ayah pula yang nanti hendak dimohon pertanggung jawabnya. besok lusa sehabis akad nikah aku ucapkan, terus dosa ia aku nanti hendak dimohon pertanggung jawabnya.

belum lagi tentu ayah dan juga bunda mau kami bersanding lama di pelaminan yang megah, anak bunda dirias dengan riasan secantik - cantik­nya dengan make up dan juga pakaian amat mahal, di
hadapan ratusan undangan supaya kami nampak elegan pula. salain tiap mata yang memandang kami hendak menemukan dosa. apakah begitu berarti perihal tersebut bila dalam kehidupan tiap hari kita malah berupaya buat hidup sesederhana bisa jadi tanpa berlebih - lebihan.

bunda sang wanita lekas mengambil langkah gampang dengan menarik diri dari pembicaraan itu. sang bunda ketahui, sang pemuda berdialog memakai dalil islam. dan juga tidak bisa jadi bunda sang wanita mampu melawan kata sang pemuda itu.

bapak wanita : kalian ingin berdialog mengajari permasalahan agama di depan kami?
pemuda : ehh. sekali lagi mohon maaf pak. bukan aku bakal berdialog / mengajari permasalahan agama. tetapi seperti itu hakikat. sering - kali kita sangat memandang pada adat hingga agama / syarat allah berposisi dibawahnya.

bapak wanita : sudah lah. kalian sajikan aja rp. 50. 000. 000 , - kemudian kita bicarakan lebih lanjut. bahwa tidak terdapat, kalian tidak dapat menikahi anak ku!
pemuda : terus menjadi lama lah perihal itu. bisa jadi di usia aku dekat 30 ataupun lebih, aku baru dapat mengumpulkan duit sebanyak itu dan juga dapat masuk meminang anak ayah.

baiklah, . bahwa benar ayah berharap senantiasa demikian, hingga ’izinkan aku berzina dengan anak bapak’?
bapak wanita : hei! kalian sudah kelewatan! , kalian jaga baik - baik omongan kalian itu.
pria - sejati - nggak - pacaran
pacaranharam

pemuda : mohon dengar dahulu uraian aku pak. aku hendak ajak di berzina " pacaran "
apa ayah ketahui sebab orang berzina dan juga banyak orang mempunyai anak di luar nikah? karena salah satunya perihal serupa ini lah pak.

senantiasa aja orang tua wanita menempatkan puluhan juta rupiah buat mahar, wajib menunggu sang laki - laki memiliki pekerjaan dengan honor begitu besar, hingga pihak laki - laki terpaksa menunda kemauan untuk
menikah. namun cinta dan juga nafsu bahwa tidak diwadahi dengan baik, setan yang jadi pihak ketiga buat menyesatkan manusia.
terlebih di era serupa ini yang cobaan dan juga kondisinya oleh bermacam media tidak serupa era ayah dan juga bunda dahulu. kesimpulannya mereka mengambil jalur pintas. bila dia tidak kokoh iman, hingga perzinahaan perihal yang dikira biasa.
memuaskan nafsu serakah dengan berzina. kesatu benar perihal yang ringan - ringan dahulu pak, pegang - pegangan tangan, silih memeluk, dan juga sebagainya. tetapi terus menjadi lama hendak jadi perihal berat. yang berat - berat itu ayah seorang diri juga dapat membayangkan.

bapak wanita : lalu apa kaitan kalian dengan bakal berzina pula ! ?
pemuda : begini logikanya. kayaknya yang terjalin dengan kanak - kanak yang lain. ayah tidak berikan izin kami menikah saat ini, supaya terdapat berpuluh juta duit dahulu baru dapat menikah.
kami bakal membebaskan nafsu manusia gimana pak? tiap harinya kami kenali lebih dekat dan juga terus menjadi berusia. ia memohon aku menengoknya, terus menjadi cinta
silih melepas kerasa rindu. sulit pak, itu nafsu alamiah yang dikasih kepada manusia. karena itu aku dengan rendah hati memohon izin pada
ayah buat berzina dengan anak ayah. terlepas apakah yang berarti ayah ketahui aku dan juga ia bakal berzina. karena rata - rata orang
yang berzina itu orang tua tidak tau pak, tidak.

kelihatannya pemuda - pemudi era saat ini biasa - biasa aja, sementara itu sesungguhnya sudah sempat terlebih lagi kerap berzina. ironisnya banyak orang menganggap
perihal itu tidak tabu lagi. berzina bukan aja perihal yang ehem - ehem aja.

terdapat zina - zina ringan, zina mata, zina pegangan tangan, lidah, zina kuping, zina keluar rumah dengan yang bukan mahram dll. tetapi karena perihal ringan itu lah, bila dihimpun hendak yang hendak jadi zina berat.

bapak wanita : hmm. kalian ini begitu pelik dan juga memperumit aja. beruntung kalian bukan teman . bahwa teman , sudah dari tadi aku angkat parang. begini nak, tetapi bahwa tidak terdapat duit, gimana kalian hendak berikan ia makan? ?
pemuda : ayah. lupakah ayah dengan apa yang telah allah pesankan pada kita.

وَأَنكِحُوا اْلأَيَامَى مِنكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَآئِكُمْ إِن يَكُونُوا فُقَرَآءَ يُغْنِهِمُ اللهُ مِن فَضْلِهِ وَاللهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“dan kawinkanlah orang - orang yang sendirian di antara kalian, dan juga orang - orang yang layak (berkawin) dari hamba - hamba sahayamu yang lelaki dan juga hamba - hamba sahayamu yang wanita. bila mereka miskin allah hendak memampukan mereka dengan karunia - nya. dan juga allah maha luas (pemberian - nya) lagi maha mengenali. ”
(qs. an nuur: 32).


pantas dimengerti …
allah berikan rizki tanpa terdapat kesusahan dan juga sama sekali tidak terbebani. ath thohawi rahimahullah dalam matan kitab aqidahnya mengatakan, “allah itu maha pemberi rizki dan juga sama sekali tidak terbebani. ” seandainya seluruh makhluk memohon pada allah, ia hendak membagikan pada mereka dan juga itu sama sekali tidak hendak kurangi kerajaan - nya sedikit juga pula. dalam hadits qudsi disebutkan, allah ta’ala berfirman,

dalam hadits dikatakan, rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

« إِنَّ اللَّهَ قَالَ لِى أَنْفِقْ أُنْفِقْ عَلَيْكَ ». وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - « يَمِينُ اللَّهِ مَلأَى لاَ يَغِيضُهَا سَحَّاءُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ أَرَأَيْتُمْ مَا أَنْفَقَ مُذْ خَلَقَ السَّمَاءَ وَالأَرْضَ فَإِنَّهُ لَمْ يَغِضْ مَا فِى يَمِينِهِ »

“allah ta’ala berfirman padaku, ‘berinfaklah kalian, tentu saya hendak berinfak (membagikan ubah) kepadamu. ’ dan juga rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “pemberian allah senantiasa cukup, dan juga tidak sempat menurun meski mengalir siang dan juga malam. terdapatkah terpikir olehmu, sudah berapa banyakkah yang dikasih allah semenjak terciptanya langit dan juga bumi? sebetulnya apa yang terdapat di tangan allah tidak sempat menurun karenanya. ” (hr. bukhari nomor. 4684 dan juga muslim nomor. 993).


يَا عِبَادِى لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ قَامُوا فِى صَعِيدٍ وَاحِدٍ فَسَأَلُونِى فَأَعْطَيْتُ كُلَّ إِنْسَانٍ مَسْأَلَتَهُ مَا نَقَصَ ذَلِكَ مِمَّا عِنْدِى إِلاَّ كَمَا يَنْقُصُ الْمِخْيَطُ إِذَا أُدْخِلَ الْبَحْرَ

“wahai hamba - ku, seandainya orang - orang yang terdahulu dan juga orang - orang yang baru - baru dan seluruh jin dan juga manusia berdiri di atas bukit buat meminta kepada - ku, setelah itu tiap - tiap saya penuh permintaannya, hingga perihal itu tidak hendak kurangi kekuasaan yang terdapat di sisi - ku, melainkan cuma serupa benang yang meresap air kala dimasukkan ke dalam lautan. ” (hr. muslim nomor. 2577, dari abu dzar(AL) ghifari). menimpa hadits ini, ibnu rajab rahimahullah mengatakan, “hadits ini memotivasi tiap makhluk buat memohon pada allah dan juga memohon seluruh kebutuhan pada - nya. ” (jaami’ul ‘ulum wal hikam, 2: 48)


apakah kita tidak percaya dengan apa yang allah janjikan. ayah dan juga bunda pula sempat muda.
permasalahan datangnya harta, selagi kita terus berupaya/ikhtiar berdoa itu merupakan rahmat - nya yang sudah ditakdirkan pada masing - masing hamba - nya.

lagipula pak, bahwa buat kebutuhan makan dan juga minum itu inshaa allah, aku mampu buat memberikannya. tempat tinggal dapat kita bicarakan lagi, dapat dirumah orangtua aku ataupun kita mengontrak dahulu, bila allah membagikan rezekinya pada kami, aku upayakan buat membeli tanah/rumah.
bahwa perihal ini dapat membatasi kami dari melaksanakan dosa dan juga percuma. apakah tidak lebih baik disegerakan. ayah juga tidak ingin perihal tidak tidak di idamkan terjalin.

ayah sang wanita diam tanpa kata, merenungi perkata sang pemuda, berupaya memikirkan trik buat mematahkan perkata sang pemuda.
dan juga bapak sang wanita juga menemukan ide.

bapak wanita : kalian ketahui lah era saat ini ni. bahwa menjajaki trik kalian itu. bisa jadi kalian tidak suka dengan kegiatan persandingan yang elegan, ayah dapat terima.
tetapi kalian apa dapat menerima apa yang hendak orang - orang/orang sebelah katakan. orang hendak berkata anak saya ‘kecelakaan’ dan juga terpaksa menikah dengan
kalian. ingin ditaruh dimana wajah ini.

pemuda : bagus pula benak ayah itu. bahwa musibah aku hendak berpikir lagi buat menikahi anak ayah.
karna hendak selamanya jadi haram, orang yang zina tidak hendak sempat jadi halal sekalipun dengan perkawinan, kecuali dengan taubat dan juga izin allah mengampuni bila mereka membetulkan diri dengan taubat nasuha. bahwa ayah memforsir ya sudah. dapat turut nikah masal kan bagus pula dapat berhemat tetapi senantiasa ramai.
bapak wanita : sungguh - sungguh lah nak!

pemuda : begini pak, sekali lagi kerasanya tidak butuh membayar puluhan juta dan juga mahar yang kelewatan sampai - sampai memforsir diluar keahlian. tetapi aku tidak berkata tidak
terdapat walimatul urus. lagi walimatul urus itu senantiasa butuh dan juga disesuaikan dengan keahlian. itu trik islam.
aku bukan bakal macam - macam dengan ayah. syariat benar serupa itu. maha baiknya allah karena masih melindungi kita sepanjang ini, tetapi perihal sepele serupa ini juga kita masih memandang ringan dan juga kita tidak yakin dengan apa yang telah allah janjikan.

aku betul - betul memohon maaf bahwa terdapat perkata aku yang membikin ayah tidak bahagia terhadap aku.
tidak pula bermaksud tidak takdzim dengan ayah dan juga bunda. segalanya kita serahkan pada allah, kita cuma dapat merancang aja.

azan dzuhur berkumandang, jaraknya tidak hingga 10 rumah dengan rumah sang wanita. sang pemuda meminta buat ke surau dan juga mengajak ayah sang buat berangkat berbarengan. tetapi ajakan ditolak dengan lembut. lalu si pemuda berikan salam dan juga memohon
buat keluar.

di pinggir jendela tua sang wanita memandang sang pemuda keluarkan kopiah dari sakunya dan juga lekas di pakainya. kemudian masuk motor dan juga lenyap dari penglihatan sang wanita tadi.
lagi sang wanita yang sedari tadi berdiri di balik gorden berbarengan ibunya meneteskan air mata
mendengar curahan perkata sang pemuda terhadap bapaknya. kerudung lebar pemberian sang pemuda sebagai
hadiah padanya yang kemudian digenggam erat. bunda sang wanita pula meneteskan air mata memandang pada sikap anaknya.
lekas bunda dan juga sang wanita ke ruang tamu
menghadap bapaknya.

bunda wanita : bapak..
apa yang anak itu katakan benar. kita ini tidak sempat mencermati syariat - syariat
ringan agama sepanjang ini. sangat memandang dunia, adat dan juga apa kata orang/orang sebelah.
sementara itu mereka tidak sempat turut membayar cicilan hutang kita terlebih hirau pada kita dikala kita sulit keuangan.
bapak wanita : hmm.. entahlah, bapak tidak ketahui. begitu keras yang anak itu katakan tadi. ia berpesan tadi, kalian suruh bersiap, kemudian sehabis dzuhur ia jemput kalian.
wanita : sudah tidak terdapat antusias buat berangkat bapak. setelah itu sang wanita mencapai telepon
genggamnya dan juga mengetik pesan.

sang pemuda yang tuntas mengambil wudhu tersenyum dikala membaca pesan yang baru aja diterima dari sang wanita,

“andai allah telah memilihkan dirimu untukku,
saya ridho dan juga hendak terus berbarengan mu, whatever yang terdapat pada dirimu dan juga yang kalian miliki,
saya pula hendak terus pada agama yang terdapat padamu.
siang ini ga terdapat mood buat keluar, maaf. minggu depan bapak menyuruh kirim rombongan (lamaran) buat ke rumah. “


***
sering - kali cerita serupa diatas masih aja kerap terjalin dikala ini..
tidak diizinkan si anak cuma karna harta yang dipunya didunia tanpa memandang akhlak, sikap dan juga gimana ibadahnya dan juga pula menimpa kehidupan di akhirat nanti..
tidak hirau apakah si anak jadi gelandangan di akhirat..
tumblr_m6u1wprzt21qi47k6o1_500
sering - kali masih terdapat orangtua/adat yg menuntut mahar besar puluhan juta, terlebih lagi ratusan juta kepada pihak lelaki/pria
acara elegan, walaupun tidak sedikit rela berhutang sana - sini sampai ke bank, menggadaikan sertifikat ini itu
yg pada kesimpulannya membikin tidak lezat tidur, sengsara kehidupan sehabis menikah/acara tuntas
karna wajib melunasinya dalam tempo tahun tertentu..
beban - hutang
terlebih lagi tidak sedikit pula si laki - laki mundur karna beratnya mahar yg wajib dipadati..
dan juga lebih memilah mencari perempuan yg lebih simpel dan juga taat beragama..

tidak heran banyak kanak - kanak muda yg pacaran..
berzina kecil - kecilan..
sampai yg besar..

menikah yg dicontohkan nabi merupakan yg simpel,.
tidak bermegah - megahan..
wajib didasari suka satu sama lain, paham dan juga mengamalkan agama islam dengan baik ikatan antar manusia ataupun ikatan dengan alloh
karna dia tidak suka dengan bermegah - megahan dengan harta..
karna tiap harta hendak jadi beban timbangan di akhirat nanti buat dimintai pertanggung jawabannya
darimana didapat, buat apa dipakai..
pastinya perihal tersebut hendak memberatkan timbangan ke kiri bila kita tidak sanggup berbagi reseki yg alloh berikan
izinkan+saya+berzina+dengan+anak+bapak_agunkzscreamo_blog

menikah merupakan hasrat beribadah karna allah
bukan cuma pemuas nafsu semata..
bila seorang menyayangi sejati pendamping menikahnya
hingga dia mau nanti hidup berulang berbarengan di surga
dan juga tidak bisa jadi ingin melanggar perintah - nya karna dapat jadi anggota keluarganya nanti kekal berposisi di neraka..

tidak heran, banyak orangtua yg membiarkan anaknya berzina (baca: pacaran)
membiarkan/mengizinkan si lelaki bawa gadis tercintanya kesana kemari
karna si lelaki mempunyai kelebihan harta/uang
tanpa memikirkan gimana teks qurannya, gimana akhlaknya..
gimana solatnya apakah masih bolong,
satu minggu sekali dikala hari ju, at.. ataupun terlebih lagi setahun cuma 2 kali setahun (cuma idul fitri dan juga idul adha) , ,
ataupun terlebih lagi tidak sempat sama sekali..

si orangtua anak perempuan tersebut kurang ingat kalau nanti dia hendak dimohon peranggung jawabannya di akhirat..
mengapa dia membiarkan izin putrinya buat berzina (baca: pacaran)

tanpa disadari sesungguhnya, sang ayah ini telah mendzolimi putrinya dengan mengizinkan pacaran/berhubungan putrinya dengan seseorang pria yg bukan mahramnya ataupun meninggikan maharnya.

dan juga allah nanti hendak memintai pertanggung jawaban atas perbuatan yang telah dikerjakannya kepada putrinya.

allah taala berfirman:
“hari dimana tidak berguna lagi harta dan juga kanak - kanak. kecuali mereka yang tiba kepada allah dengan hati yang bersih. ” (qs. asy - syu’ara: 88 - 89).


wallahu alam
walaupun sesungguhnya kita bagaikan lelaki mempunyai duit buat perihal tersebut,
tetapi alangkah baik bila kita meengajarkan setimpal yg dicontohokan nabi muhammad saw
dengan perkawinan yg simpel dan juga layak
duit yg sepatutnya buat perkawinan elegan tersebut dapat buat disedekahkan pada anak yatim, fakir misiki, ataupun buat tabungan membeli peralatan rumah tangga kelak

dosa / " zina itu free " bayarnya baru - baru (di akhirat)
sama kaya pinjem duit..
senengnya sesaat,
seudah itu kita wajib membayar cicilannya..
islam ga sempat mempersulit hambanya yg mau menikah.
tetapi sering - kali kitalah yg mempersulitnya
10698588_829716060382116_4552181475268278506_n

“lazimnya, seorang mengawini seseorang perempuan karna 4 sebab: karna kekayaannya; karna martabat keluarganya; karna kecantikannya dan juga karna kesalehannya.
lebih baik memilih dia karna kesalehannya.
mudah - mudahan engkau senantiasa rendah hati. ”
(h. r. bukhari)

cinta_agunkz_screamo_blog



“seburuk - buruk santapan yakni santapan (perkawinan) walimah di mana yang diundang cumalah orang - orang kaya saja
sedangkan orang - orang yang miskin tidak diundang.
dan juga benda siapa yang tidak penuhi undangan,
hingga berarti dia telah berbuat durhaka kepada allah dan juga rasul - nya. ”
(shahih muslim nomor. 2585).



bila kamu merupakan seseorang orangtua..
perhatikanlah gimana ibadahnya, perilakunya, akhlaknya dilingkungan dekat..
tanyakan pada orang sebelah terdekatnya (jangan hingga dia tau)
tanyakan pada imam masjid disekitar rumahnya apakah si laki - laki yg melamar, minimun giat sholat shubuh dan juga isya berjamaah di masjid..
perihal tersebut dapat jadi evaluasi ekstra untuk kamu bagaikan orangtua

bila kalian seseorang laki - laki dan juga sudah mempunyai pekerjaan , ilmu agama dan juga ilmu mendidik keluarga anak..
pula kewajiban orangtuamu sudah terpenuhi..
hingga..

mudah - mudahan nanti kita dipertemukan dengan jodoh kita..
yg bergaya hidup simpel, taat beribadah, dan juga aman dan juga sejuk ditatap.. .
dan calon mertua yg tidak memberatkan maharnya,. .
dan juga jangan kurang ingat kita bagaikan lelaki wajib bertanggung jawab pula bekerja keras menafkahinya anak yg nanti dipunyai..
tidak dengan malas - malasan..
pula membahagiakannya dengan trik jalur halal,
dan juga jangan perkenankan hingga dia memakan/menggunakan suatu yg bukan haknya/haram..
aamiin..

later on … trust in the promise of allah azza wa jalla!
believe and always believe.


7 lelaki yang mesti diabaikan
1. lelaki yang mencuri perhatianmu. tetapi tidak berani
mencuri hati orang tuamu.
2. lelaki yang berani berkata " i love you ". tetapi kaku berkata " i will marry you! "
3. lelaki yang fasih berkata " cinta " tetapi gagu dan juga terbata - bata melafadzkan " ayat - ayat cintanya "
4. lelaki yang suka membagikan harapan. tetapi tidak sempat membagikan kepastian.
5. lelaki yang suka umbar janji. tetapi tidak sempat membagikan bukti
6. lelaki yang nampak soleh sementara itu salah. yang terlihat
alim sementara itu zalim.
7. lelaki egois yang serba - serbi mau dimengerti dan juga dimaklumi. tanpa sempat mengerti dan juga memaklumi.
“semoga para perempuan shalihah
diperjodohkan dengan lelaki yang shaleh, yang tidak cuma manis
perkataannya, namun manis pula akhlaqnya. ”


menikah itu bukan perlombaan,
yang dinilai dari seberapa kilat memperoleh jodh/pendamping.
menikah itu bukan game.
yang dipermainkan kemudian ditinggalkan.
menikah itu bukan ajang adu gengsi.
yang dinilai dari seberapa besar mahar.
menikah itu bukan akhir dari perjuangan,
tetapi malah dini dari proses pendewasaan.
menikah itu bukan permasalahan seberapa mewah
tetapi tentang seberapa berkah.
menikah itu ibadah,
menikah itu indah,
menikah itu berkah.
menikah itu buat menggapai jannah


" lelaki tampan hati buat para muslimah merupakan "
ia bangun pada waktu " subuh " berjalan ke masjid buat bersujud kepada allah..
ia melapangkan waktu kerjanya buat bersujud pada allah pada waktu " zuhur ". .
ia tahan kepenatannya sekedar buat bersujud pada allah tatkala " ashar " menjelang..
ia tinggalkan dunianya buat mendadak disaat " maghrib " datang..
ia menepati/tidak menunda waktu sholatnya apabila azan " isya " sudah berkumandang.
lelaki yang tampan hatinya serupa ini jadi idaman para perempuan muslimah karna :
mereka merupakan calon imam perempuan mereka merupakan calon pemimpin keluarga dan juga panutan untuk anak - anaknya nanti..

mereka merupakan insan yg hendak dihormati dan juga ditaati isteri
mereka merupakan pribadi orang yang hendak menampilkan jalur ke syurga untuk keluarganya.


" lelaki tampan hati merupakan lelaki
sholeh, idaman perempuan solehah.
mudah - mudahan perempuan yg membaca tulisan ini memperoleh lelaki tampan hatinya.. .
aamiin ya rabbalalamin.

hadits dibawah membuktikan kalau siksa neraka nanti hendak belipat ganda nyeri/merintihnya anggota tubuh.. .
bisa jadi sebanyak sentuhan kita entah bersalaman dengan lawan tipe yang sudah akil baligh dan juga bukan mahram
sebanyak seperti itu tusukan besi kandungan panas api neraka ke kepala kita..


" sebetulnya kepala ditusuk dengan besi panas itu lebih baik
daripada memegang lelaki / wanita bukan mahram. "
(hr. thabrani dan juga baihaqi)

















(sumber : http: //wowmuslim. blogspot. com/2017/08/izinkan - saya - berzina - dengan - anak - bapak. html )