Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

💦 Akibat Pakai Pemutih Wajah Palsu, Wajah Gadis ini Malah Melepuh 💦




Siapa sih yang enggak suka barang murah? Kita merasa kalau barang murah bakalan bikin kita bisa menghemat banyak uang.

Namun, jangan sekali-kali percaya dengan skincare murah, apalagi kalau harga aslinya memang mahal di pasaran!

Bisa-bisa, wajah kita melepuh dan rusak parah akibat skincare palsu, sama seperti yang dirasakan cewek ini!

Seorang cewek asal Malaysia, Sabram Omar mencoba membeli cream pemutih yang palsu dari online shop.

Baca Juga :

Cewek wajah melepuh karena pakai skincare palsu

Setelah dipakai, ternyata segera harus dibawa segera ke rumah sakit akibat reaksi alergi parah yang membuat wajahnya jadi melepuh parah!

Namun, barang palsu tetap punya kekurangannya dan bisa kita lihat, kok!

Make up dan skincare palsu ini dapat menimbulkan bahaya jika terus menerus dipakai.

Obat, make up, atau skincare palsu ini umumnya merupakan produk kecantikan yang dibuat menyerupai produk yang sudah ada dan mendapatkan izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Biasanya, produk ini menggunakan bahan-bahan murah yang belum teruji khasiatnya dan diproduksi dengan cara yang tidak berstandar.

Dokter spesialis kulit dan kelamin Anthony Handoko menjelaskan make up dan skincare palsu dapat berisiko menimbulkan bahaya kesehatan.

"Bahaya pada kulit sangat tergantung pada bahan yang digunakan oleh produk palsu tersebut. Ini yang sulit untuk diketahui karena harus diperiksa dan diuji setiap kandungannya," kata Anthony kepada CNNIndonesia.com, beberapa waktu lalu.

Anthony menyebut efek kosmetik palsu itu beragam mulai dari yang tidak memiliki efektivitas hingga dapat menyebabkan kanker kulit.

Baca Juga

Berikut bahaya memakai make up dan skincare palsu.

1. Tidak memiliki efektivitas

Menurut Anthony, make up dan skincare palsu umumnya menggunakan bahan yang tidak memiliki efektivitas pada kulit atau efektivitas yang lebih rendah ketimbang produk asli.

Misalnya, produk palsu yang mengklaim dapat memutihkan kulit. Namun, efeknya tidak dapat memutihkan kulit, tapi tidak menimbulkan efek apa-apa pada kulit.

"Banyak produk perawatan palsu tidak memiliki efektivitas apapun terhadap kulit," tutur Anthony yang praktik di Klinik Pramudia.

2. Dermatitis Kontak Iritan (DKI)

Produk perawatan kulit palsu dapat menyebabkan Dermatitis Kontak Iritan yaitu penyakit iritasi pada kulit yang disebabkan oleh kontak dengan bahan yang berasal dari luar tubuh.

DKI muncul karena kontak dengan bahan yang terkandung dalam kosmetik atau skincare palsu. Gejala yang muncul dapat berupa kemerahan, perih, nyeri, hingga terbakar.

"Dapat muncul kemerahan dan gatal. Jerawat juga bisa muncul walaupun tidak menjadi pertimbangan utama

Baca Juga :

3. Dermatitis Kontak Alergi (DKA)

DKA merupakan kerusakan kulit yang disebabkan oleh reaksi hipersensitivitas terhadap bahan tertentu. Gejala yang muncul umumnya serupa dengan DKI dan disertai dengan gatal hebat.

4. Infeksi kulit

Selain peradangan, bahan-bahan dan proses produksi yang tidak terjamin dari produk make up dan skincare palsu juga dapat menyebabkan infeksi kulit.

Bisul, nanah, dan luka parah merupakan bentuk dari infeksi kulit yang kerap muncul karena reaksi pada bahan yang seharusnya tak digunakan untuk kulit.

5. Kanker kulit

Penggunaan bahan-bahan yang berbahaya pada kulit dapat menyebabkan kanker kulit.

"Dalam jangka panjang bahan-bahan seperti merkuri bisa memunculkan kanker kulit," ujar Anthony.

Kanker kulit merupakan pertumbuhan sel ganas yang dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya