Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

💗 Bayi Terlahir tanpa Jari Tangan, Sewaktu Hamil Ternyata Ibunya Lakukan Hal Ini, ..! 💗




Masa kehamilan adalah momen yang menyenangkan bagi setiap pasangan. Perhatian dan kasih sayang terhadap ibu hamil sangatlah diperlukan bagi perkembangan janin.Sama halnya dengan kelurga Xiao Lei seorang wanita yang dikabarkan tengah hamil.

Reaksi dari anggota kelurga pun sangat bahagia setelah mendengar dirinya berbadan dua.Terlebih sang ayah dari calon bayinya sangat bahagia mendengar kabar baik ini.

Baca Juga :

Tapi Xiao Lei merasa sangat tertekan, meski ada ibu mertua yang merawatnya dan suami yang sangat mencintainya,ia tetap merasa bosan dan kesepian. Ia tidak perlu melakukan pekerjaan rumah,

tidak ada hiburan di rumah, membuatnya tidak tahu harus melakukan apa sepanjang hari.Ketika tiba saatnya melahirkan, semua orang sudah menunggui lahirnya bayi itu.

Tapi begitu melihat bayi itu, suami Xiao Lei sangat kaget melihat kondisi tangan anaknya itu,ia merasa dirinya dan Xiao Lei tidak ada sejarah penyakit apapun.

Dokter mengatakan: ada kemungkinan karena terjangkit toxoplasma,sehingga menyebabkan perubahan bentuk pada organ anak.

Yang membuat aneh adalah, mereka tidak memelihar anjing maupun kucing,bagaimana bisa terjangkit infeksi ini?

Ternyata, ada satu hari ketika pergi ke kebun belakang rumah,Xiao Lei menemukan seekor kucing liar yang sangat kasihan. Ketika itu juga,hati Xiao Lei tergerak untuk membawanya dan memandikan serta menyisir bulu kucing tersebut.

Baca Juga :

Xiao Lei tidak cerita mengenai hal ini kepada suaminya,ia diam-diam memberikan kucing itu rumah untuk tinggal.

Xiao Lei tahu tidak banyak orang yang akan ke kebun belakang rumah,sehingga tidak akan ada orang yang menyadarinya.Memang, tidak bisa apa yang dilakukan Xiao Lei ini salah,

tapi seharusnya ia lebih berhati-hati ketika sedang masa kehamilan dan merawat bayinya itu.Di bawah ini adalah 6 hal yang bisa menyebabkan perubahan bentuk organ bayi ketika masa kehamilan.

1. Memelihara anjing dan kucing.
Kucing dan anjing membawa banyak bakteri dan parasit. Jika seorang wanita hamil sering melakukan kontak dengan mereka, maka besar kemungkinan akan terinfeksi bakteri dan parasit.

2. Paparan radiasi yang berlebihan.
Ponsel, komputer, mesin fotokopi menghasilkan gelombang elektromagnetik yang tidak telihat.

3. Makeup
Sebagian besar kosmetik mengandung arsenik, timbal, merkuri, dan zat beracun lainnya.

Zat kimia berbahaya ini bisa masuk ke dalam darah melalui kulit, dan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan bayi.

4. Penyalahgunaan obat.
Wanita hamil yang mengkonsumsi vitamin/obat berlebihan, malah bisa membuat pertumbuhan bayi menjadi tidak baik.

Baca Juga :

5. Sering minum arak/bir.
Seorang wanita hamil yang sering minum alkohol, bisa mempengaruhi plasenta bayi dan menyebabkan kerusakan serius pada organ bayi.

6. Makan makanan berjamur.
Makanan berjamur mengandung mikotoksin, yang pada akhirnya bisa mempengaruhi pertumbuhan bayi dan mengakibatkan kerusakan kromoson sel janin.

Berikut 5 hal yang diketahui sering menyebabkan bayi cacat lahir seperti dikutip detikcom dari berbagai sumber:

1. Genetik
Menurut ahli kandungan Dr dr Med Damar Prasmusinto, SpOG (K), dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) faktor genetik menjadi salah satu penyebab umum bayi lahir cacat. "Paling banyak sih genetik," ujarnya saat dihubungi detikcom.

Untuk mengetahui faktor risiko ini pasangan bisa menjalani konsultasi genetik. Nantinya ahli akan menjelaskan informasi soal penyakit apa yang bisa mengintai keturunan mereka. Hal ini disarankan bagi pasangan terutama sebelum menikah.

"Fungsinya bukan hanya untuk melihat kita punya gen apa, tapi juga untuk memetakan konsekuensi jika memang salah satu pasangan mempunyai gen yang dapat menyebabkan penyakit keturunan," tutur dr Yuda Turana, SpS dari FK Universitas Atmajaya beberapa waktu lalu.

2. Infeksi
Selain genetik faktor berikutnya yang juga bisa menyebabkan bayi lahir cacat adalah bila ibu terkena penyakit infeksi tertentu saat hamil. Infeksi Toksoplasma, Rubella, Cytomegalovirus, dan Herpes simplex virus tipe 2 (TORCH) diketahui menjadi penyebab kecacatan tertinggi.
"Contohnya rubela itu bisa sampai bayinya mati atau cacat bawaan," kata dr Damar.

Baca Juga:

3. Obat-obatan
Peneliti menyebut ada beberapa obat-obatan tertentu yang bisa memicu kecacatan pada bayi bila dikonsumsi ibu hamil. dr Krista S. Crider dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyebut dua jenis antibiotik yaitu sulfonamide dan nitrofurantoins.

Dalam studi Antibiotik sulfonamide terkait dengan enam jenis cacat lahir, sedangkan nitrofurantoins terkait pada empat jenis cacat. Dua jenis antibiotik ini berisiko paling banyak menghasilkan cacat lahir dibanding antibiotik lain yang risiko cacat lahirnya hanya 1 jenis.

4. Polusi udara
Paparan polusi udara juga disebut dalam beberapa penelitian dapat memicu kelahiran cacat. Ahli kandungan dr Merwin Tjahjadi, SpOG, dari Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) terutama menekankan bahaya polusi karena sering diabaikan oleh ibu hamil.

"Polusi udara menjadi lebih berbahaya karena tidak kasat mata sehingga seringkali diabaikan oleh ibu hamil," ujar dr Merwin beberapa waktu lalu.

Saat ibu hamil terpapar polusi udara yang tinggi, pembentukan plasenta dapat terganggu sehingga bayi akan kekurangan nutrisi. Dampaknya bayi jadi berisiko lahir prematur dengan kondisi fisik yang tidak sempurna.

5. Konsumsi alkohol
Alkohol termasuk salah satu kandungan yang berbahaya bagi perkembangan bayi di dalam kandungan. Bila seorang ibu hamil punya kebiasaan mengonsumsi alkohol maka senyawa tersebut dapat masuk ke aliran darah, plasenta, hingga akhirnya mempengaruhi bayi.


"Alkohol lebih terkonsentrasi di dalam tubuh janin. Bisa mencegah nutrisi dan oksigen mencapai organ-organ vital janin," tulis Healthline.

Nah, sekarang sudah tahu kan bagaimana seharusnya ketika sedang hamil?

Yuk share artikel ini ke teman-temanmu!