Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

🍃 Cerita di Balik Foto Luka Caesar Seorang Ibu yang Jadi Viral 🍃




Sebagian ibu berpikir operasi caesar saat melahirkan tidak lebih 'ngoyo' daripada melahirkan secara normal. Tetapi seorang ibu muda mengingatkan bahwa prosedur ini pun tak mudah.

Baca Juga :

Ibu bernama Olivia White itu bahkan memperlihatkan bekas lukanya setelah menjalani operasi caesar saat melahirkan anak keduanya lewat akun Instagram.

Namun yang menarik, ia menyertakan keterangan yang 'tak basa-basi' di bawah foto tersebut. "Bagi siapapun yang mengira ini adalah cara mudah, ya, bayangkan saja ada luka sepanjang 6 inci (15 cm, red) di perut Anda seperti habis dimakan hiu," tulisnya.



Foto ini pun sebenarnya foto lama. Saat wanita asal Melbourne itu melahirkan anak keduanya, Theodora yang kini telah menginjak usia 1 tahun. Awalnya ia tidak ingin membagi foto itu karena alasan personal, tetapi ia merasa ini penting untuk mengubah persepsi orang tentang operasi caesar.

Baca Juga :

Raquel Renteria melahirkan anak keduanya yang berjenis kelamin perempuan. Awalnya, Raquel berharap bisa melahirkan normal, tapi situasinya tidak mendukung.




Dilaporkan News Came, di usia kandungan 32 minggu, si bayi diketahui berada dalam posisi sungsang. Sampai usia kandungan 37 minggu, posisi si bayi belum berubah. Meski tak mudah, Raquel akhirnya setuju untuk menjalani operasi ceasar demi keamanan sang bayi.

Raquel mengaku khawatir dengan luka caesar yang dialami. Apalagi untuk jangka panjang, dia takut akan timbul perasaan seakan-akan dengan menjalani caesar Raquel tak seperti melahirkan putrinya yang diberi nama Alexa Quinn itu.

Baca Juga :

Di akun instagramnya @mrsfitmom_, Raquel mengunggah foto luka bekas operasi caesarnya. Dalam keterangan foto, Raquel mengaku ibu-ibu lain banyak yang mensupport dia dan mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja.

"Luka ini membuktikan saya memang ibu yang luar biasa! Operasi ini bukan keputusan yang mudah bagi saya. Sebab, dengan operasi ini saya harus mendorong diri untuk mengedukasi diri sendiri, membuka pikiran saya dan membiarkan ekspektasi sempurna saya pergi," tulis Raquel.

Ia juga menceritakan pengalamannya melahirkan sang bayi. Raquel bahagia karena ia bisa melakukan skin to skin contact dengan bayinya bahkan sang suami yang memotong tali pusar si bayi. Hal terpenting bagi Raquel, bayinya terlahir dengan kondisi sehat.

"Saya amat bangga dengan luka ini. Saya bangga dengan diri saya. Dan semua ketakutan itu sudah menghilang sesaat setelah saya menyadari bahwa saya memiliki bayi yang saya inginkan dan punya pengalaman melahirkan dia seperti yang saya harapkan," tutur Raquel.

"Saat itu teman saya yang baru saja menjalani operasi caesar datang ke saya dan mengatakan semua orang membuatnya berpikir ini adalah cara mudah, tetapi ternyata tidak, dan ia kecewa pada dirinya sendiri karena tidak bisa melahirkan secara normal," ujar Olivia kepada Today.com.

Wanita yang juga blogger ini pun sepakat. Apalagi ia juga melahirkan anak pertamanya, Annabelle (3) lewat operasi caesar.

Baca Juga :

"Saya tak pernah tahu bagaimana rasanya kontraksi dan mendorong itu. Banyak yang bilang saya beruntung tapi saya tidak percaya. Jadi saya pun ingin membagikan foto yang menunjukkan realitas dari operasi caesar itu sendiri," lanjutnya.


Sejak diunggah pada 27 November lalu, foto Raquel disukai lebih dari 3.200 netizen. Sebanyak 170 lebih komentar pun mampir di fotonya. Kebanyakan netizen berterima kasih karena Raquel bisa memberi perspektif lain dari ibu yang melahirkan caesar. Raquel juga dianggap telah memberi inspirasi dan dukungan bagi para ibu yang melahirkan caesar.

"Saya juga menjalani caesar saat usia kandungan saya 40 minggu. Itu membuat saya seperti tidak melalui proses bersalin yang wajar. Tapi suami saya meyakinkan saya bahwa dengan caesar, makna perjuangan melahirkan anak tak berkurang sedikitpun. Saat ini, setiap saya melihat luka caesar saya, saya bangga dan saya harap ibu lain yang menjalani caesar membaca ini dan terinspirasi," tutur akun @_eatsleepteach.

Dikutip dari Fit Pregnancy, luka sayatan caesar mulai pulih 6 minggu pasca melahirkan. Karena sayatan umumnya terletak di bawah garis rambut kemaluan, ibu mungkin tidak bisa melihat bekas lukanya secara keseluruhan. Bekas luka cesar bisa tampak berwarna merah atau merah muda dan dalam beberapa bulan warnaya memudar hingga terlihat pucat.

Baca Juga :

Beberapa ibu bisa memiliki bekas sayatan yang tebal, timbul atau tipis. Nah, untuk mengoptimalkan pemulihan, konsumsilah makanan bergizi sehingga tubuh punya cukup nutrisi untuk membentuk jaringan yang sehat. Kemudian, jaga kebersihan area luka untuk mencegah infeksi. Tak lupa, hindari mengangkat beban terlalu berat atau melakukan pekerjaan yang bisa membuat area luka meregang atau mengalami iritasi, selama 6 minggu pertama pasca bersalin.

Nyatanya banyak netizen yang sependapat dengan Olivia. Baru sepekan diunggah, foto itu telah mendapatkan 'like' lebih dari 2.000 kali dan terus bertambah setiap harinya. Banyak pula netizen yang menyertakan komentar mereka.

Salah satunya @juleskg. Wanita ini bahkan bercerita bahwa ia melahirkan keempat anaknya lewat operasi caesar.

"Bekas lukanya bagiku tidak seberapa dan saya tak mempermasalahkan perut saya yang menggelambir. Saya juga mendapatkan banyak komentar negatif serta sempat menyesalinya, tapi yang terpenting adalah bayi-bayi saya lahir selamat. Mudah? ppfftt pasti komentar dari orang yang tak tahu apa-apa," tulisnya.

Sama halnya dengan @juleskg, Olivia juga ingin orang lain atau siapapun yang membaca unggahannya tahu bahwa ini adalah proses yang bisa saja dilalui oleh wanita manapun demi melahirkan buah hatinya. Dan ini menunjukkan betapa kuat dan tangguhnya para ibu.

Pada dasarnya, operasi caesar hanya disarankan untuk wanita hamil yang mengalami komplikasi. Kalau tidak ada komplikasi, dokter akan tetap menyarankan untuk melahirkan secara normal sebab operasi caesar memiliki risiko yang lebih besar dibanding persalinan normal.

Baca Juga :

Menurut dr Hari Nugroho, SpOG dari dari Divisi Ginekologi Onkologi Departemen Obstetri dan Ginekologi RSUD dr Soetomo Surabaya, risiko operasi caesar antara lain perdarahan, infeksi, nyeri, perlekatan organ karena operasi dan beragam komplikasi akibat pembiusan yang jauh lebih tinggi dibanding persalinan normal.

"Ini berguna apabila terjadi gawat janin. Ibu tidak mengalami nyeri, karena dalam pengaruh obat bius. Tetapi risiko yang terjadi akibat operasi lebih besar dibanding hanya menghindari nyeri, hal ini yang perlu diperhatikan oleh ibu hamil," tegasnya kepada detikHealth beberapa waktu lalu. (lll/vit)