Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

🔵 Dokter Terkejut, Wanita Kelainan Kulit Berwarna Merah ini, Mampu Melahirkan Anak 🔵



Stephanie Turner lahir dengan kondisi kulit genetik yang sangat langka. Kondisi aneh yang dideritanya membuat kulitnya menjadi merah dan tebal.

Saat dilahirkan, seluruh tubuhnya dibalut dengan kulit putih. Tidak lama setelah itu, kulit putihnya memperlihatkan bercak-bercak sampai berubah menjadi merah. Dokter yang memeriksanya menyebutkan penyakit Tephanie Turner sebagai Harlequin ichthyosis.

Baca Juga :

Ketika Stephanie lahir, dokter mengatakan dia tidak mungkin bisa bertahan hidup. Namun wanita 23 tahun membuktikan dirinya bisa hidup hingga sekarang.

" Banyak alasan mengapa saya hidup. Saya tidak akan mengalah hanya karena satu alasan," kata Stephanie.

Lihat foto keluarga Stephanie di bawah ini:



Kehidupan di Tangan Tuhan
Selama bertumbuh Stephanie selalu mengoleskan krim untuk mencegah bakteri masuk ke dalam kulitnya.

Dia membuktikan kepada dunia bahwa kehidupan seorang manusia bukan di tangan dokter, itu adalah urusan Tuhan.

Baca Juga :

Menurut catatan rekor dunia dia adalah penderita Harlequin ichthyosis yang paling lama bertahan sejauh ini.
 

Menggaruk sampai Berdarah
Stephanie mengatakan hidup bagi seorang penderita Harlequin ichthyosis bukanlah hal yang mudah. Sesekali kulitnya akan terasa gatal yang parah hingga ketika menggaruknya sampai berdarah.

Stephanie bukan hanya melawan bakteri dan rasa gatal di badannya, tapi juga harus melawan perasaan karena selalu menjadi korban ejekan teman-teman sekolahnya. Dia diejek karena tidak memiliki rambut.

Seperti kata orang bahwa setiap manusia pasti punya jodoh, begitu juga yang terjadi pada Stephanie. Dia menikah dengan seorang pria yang mencintainya.
 
Vonis Menakutkan Saat Hamil
Ketika mengandung, ia sekali lagi mendapat peringatan dari dokter yang mengatakan dia tidak akan selamat jika bersalin kelak. Selain itu, dokter mengatakan kemungkinan besar bayinya juga akan memiliki penyakit yang sama seperti ibunya.

Namun sekali lagi Stephanie membuktikan bahwa prediksi dokter itu salah.

Dia selamat saat bersalin dan bayinya juga tidak ditemukan tanda-tanda seperti yang di alami oleh ibunya. Anak Stephanie lahir normal dan sehat.

Baca Juga :

Keajaiban Datang
Hal itu juga yang membuat dokter merasa terkejut, dan mengakui bahwa apa yang dialami Stephanie sungguh kuasa Tuhan.

Hingga kini Stephanie sudah memiliki dua anak bersama suaminya Curtis. Kedua anaknya itu bernama Willy dan Olivia. Mereka terlihat sehat dan tidak mengalami Harlequin ichthyosis.(Sah)

Menurut penjelasan dokter, kelainan yang dialami Stephanie bernama Harlequin Ichthyosis.

Kelainan itu juga membuat kulitnya lebih peka terhap bakteria, dan membuat kepalanya menjadi botak.

Dilansir dari situs Daily Mail, Minggu (9/10/2019), Stephanie kemudian tumbuh sebagai wanita normal. Dia bersekolah, bersosialisasi dengan yang lain meskipun dia dibully dan dijuluki wanita berkulit merah.

Tak hanya itu saja, Stephanie juga memutuskan menikah dengan pujaan hatinya di tahun 2017.

Nah, beberapa bulan setelah pernikahan itu, Stephanie menghadapi cobaan yang sangat berat. Ia diminta dokter untuk mengugurkan kandugannya karena sangat berbahaya bagi kesehatannya.

Ketika itu dokter memvonis hidup Stephanie tak akan bertahan lama jika melahirkan.

Begitu juga dengan kondisi bayinya setelah dilahirkan. Menurut dokter 80 persen kondisi sang bayi akan sama dengan Stephanie, yakni tak akan bisa bertahan hidup lama.

Baca Juga :

Vonis dokter ini disebabkan Harlequin Ichthyosis juga menyerang imun tubuh. Selain membuat tubuh jadi merah, rambut sulit tumbuh, penyakit ini juga membuat kulit rentan terhadap bakteri atau virus. Sang penderita juga selalu merasakan gatal.

"Aku tidak setuju dengan pendapat dokter ini. Hidupku bukan ditentukan oleh dokter," kata Stephanie.

Dia membuktikan ucapannya itu. Anaknya kemudian lahir dengan normal tanpa ada tanda-tanda penyakit layaknya Stephanie. Vonis dokter dinyatakannya salah.

Tak hanya itu, anak keduanya bersama sang suami, Curtis juga normal.

Stephanie dan anak-anaknya.Stephanie kini hidup bahagia dengan dua anaknya.
Menurut dokter, kata Stephanie, ini merupakan keajaiban. "Sungguh ini kuasa Tuhan," kata Stephanie. (