Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

πŸ’— Gadis Putri Duyung Ini Akhirnya Berubah Menjadi Putri Kecil yang Cantik πŸ’—



Kejadian ini bisa dibilang terjadi seperti di “Little Mermaid” Disney. Hanya dalam kasus kehidupan nyata ini, putri duyung itu membutuhkan sedikit bantuan dari seorang ahli bedah.

Putri Duyung itu bernama Milagros Cerron, adalah seorang gadis Peru, terlahir dengan kondisi langka yang dikenal sebagai sirenomelia atau “sindrom putri duyung”, yang membuat kakinya terikat bersama-sama, menekuk tumitnya, sampai ke pangkal paha.

Baca Juga :

“Little Mermaid”, seperti yang diketahui, di Peru negara asalnya, baru berusia enam tahun, dan dia telah membuat kemajuan besar. Dr. Luis Rubio, kepala tim bedah yang berhasil memisahkan kaki Milagros, serta membangun kembali lutut, pinggul dan pergelangan kakinya, mengatakan bahwa dia melakukannya dengan sangat baik secara fisik namun masih memiliki jalan yang panjang.

Gadis muda yang namanya berarti “mukjizat”, dalam bahasa Spanyol, telah menderita tiga operasi besar dalam lima tahun terakhir, dan dia harus membawa organ kencing dan seksualnya direkonstruksi dalam dua tahun.



Sirenomelia adalah cacat bawaan langka yang terjadi pada satu dari 70.000 kelahiran, dan menyebabkan kematian pada sebagian besar kasus. Hanya ada satu kasus lain, orang Amerika berusia 17 tahun, Tiffany York, yang telah menjalani operasi pemisahan yang sukses sebelumnya.

Lahir di keluarga miskin dari sebuah desa di Andes, Milagros Cerron cukup beruntung memiliki tagihan kesehatannya yang didukung oleh pemerintah kota Peru.

Selain memeriksa dan menyembuhkan seorang pasien, salah satu tugas dokter lainnya juga memberikan diagnosis penyakit.

Baca Juga :

Namun ada beberapa kondisi dimana suatu penyakit tidak dapat didiagnosis atau tidak diketahui oleh dokter tersebut.

Sebab, ada beberapa kondisi medis yang tidak dapat dijelaskan dan masih menjadi misteri dalam dunia kesehatan hingga kini.
Dari berbagai kondisi medis yang misterius tersebut, berikut tiga di antaranya.


Sindrom Mermaid

Mermaid atau putri duyung sering ada dalam dunia dongeng. Namun siapa sangka bahwa bentuk tubuh seperti putri duyung benar ada di kehidupan nyata.

Baca Juga :

Kondisi langka tersebut disebut sirenomelia atau sindrom mermaid.

Sindrom mermaid adalah suatu penyakit langka yang ditandai dengan rotasi dan fusi kaki. Sehingga kedua kaki penderitanya menyatu seperti putri duyung.

Kondisi langka ini hanya terjadi pada satu dari 100.000 kehamilan.

Dalam banyak kasus, penyakit langka ini berakibat fatal. Dari ginjal yang tidak berkembang di dalam rahim sampai meninggal setelah lahir.

Namun ada satu penderita sindrom mermaid yang bisa bertahan lama. Namanya adalah Tiffany York yang bertahan hingga usia 27 tahun.

Baca Juga :

Tak pernah merasa lapar

Pada tahun 2014, nama Landon Jones (saat itu berusia 12 tahun) menjadi perbincangan para dokter di seluruh dunia.

Sebab anak laki-laki dari Cedar Falls, Iowa, ini memiliki kondisi yang sangat tidak biasa, yaitu dia tidak pernah merasa lapar atau haus.

Kejadian tersebut baru dia sadari setelah bangun tidur pada 14 Oktober 2013. Dia merasa pusing dan menderita sesak napas.

Lalu hasil dokter mengatakan dia menderita infeksi bakteri di paru-paru kirinya dan kemudian sembuh.

Tapi sejak hari itu, Landon tak lagi punya keinginan untuk makan atau minum. Akibatnya berat badan Landon turun dari 47 kg menjadi 31 kg.


Landon kemudian menjalani berbagai pemeriksaan seperti scan otak, scan perut, dan evaluasi gizi dan psikiatri, tetapi dokter tidak dapat mendiagnosis masalah.

Selalu jadi anak balita



Brooke Megan Greenberg lahir pada 1 Agustus 1993 dan meninggal pada usia 20 tahun pada 24 Oktober 2013.

Baca Juga :

Awlanya, Kamu pasti tidak menyangka bahwa Greenberg adalah seorang wanita dewasa muda. Sebab, secara fisik dan kognitif mirip dengan balita.

Meski usianya terus bertambah, tapi tinggi (76 cm), berat badan (7,3 kg), hingga usia mentalnya setara dengan balita berusia sembilan bulan hingga satu bulan.

Walau tak mengerti, dokter menyebut kondisi Greenberg dengan Sindrom X