HPK

mesothelioma survival rates,structured settlement annuity companies,mesothelioma attorneys california,structured settlements annuities,structured settlement buyer,mesothelioma suit,mesothelioma claim,small business administration sba,structured settlement purchasers,wisconsin mesothelioma attorney,houston tx auto insurance,mesotheliama,mesothelioma lawyer virginia,seattle mesothelioma lawyer,selling my structured settlement,mesothelioma attorney illinois,selling annuity,mesothelioma trial attorney,injury lawyer houston tx,baltimore mesothelioma attorneys,mesothelioma care,mesothelioma lawyer texas,structered settlement,houston motorcycle accident lawyer,p0135 honda civic 2004,structured settlement investments,mesothelioma lawyer dallas,caraccidentlawyer,structured settlemen,houston mesothelioma attorney,structured settlement sell,new york mesothelioma law firm,cash out structured settlement,mesothelioma lawyer chicago,lawsuit mesothelioma,truck accident attorney los angeles,asbestos exposure lawyers,mesothelioma cases,emergency response plan ppt,support.peachtree.com,structured settlement quote,semi truck accident lawyers,auto accident attorney Torrance,mesothelioma lawyer asbestos cancer lawsuit,mesothelioma lawyers san diego,asbestos mesothelioma lawsuit,buying structured settlements,mesothelioma attorney assistance,tennessee mesothelioma lawyer,earthlink business internet,meso lawyer,tucson car accident attorney,accident attorney orange county,mesothelioma litigation,mesothelioma settlements amounts,mesothelioma law firms,new mexico mesothelioma lawyer,accident attorneys orange county,mesothelioma lawsuit,personal injury accident lawyer,purchase structured settlements,firm law mesothelioma,car accident lawyers los angeles,mesothelioma attorneys,structured settlement company,auto accident lawyer san francisco,mesotheolima,los angeles motorcycle accident lawyer,mesothelioma attorney florida,broward county dui lawyer,state of california car insurance,selling a structured settlement,best accident attorneys,accident attorney san bernardino,mesothelioma ct,hughes net business,california motorcycle accident lawyer,mesothelioma help,washington mesothelioma attorney,best mesothelioma lawyers,diagnosed with mesothelioma,motorcycle accident attorney chicago,structured settlement need cash now,mesothelioma settlement amounts,motorcycle accident attorney sacramento,alcohol rehab center in florida,fast cash for house,car accident lawyer michigan,maritime lawyer houston,mesothelioma personal injury lawyers,personal injury attorney ocala fl,business voice mail service,california mesothelioma attorney,offshore accident lawyer,buy structured settlements,philadelphia mesothelioma lawyer,selling structured settlement,workplace accident attorney,illinois mesothelioma lawyer

Menu Navigasi

🌹 Kisah Seorang bayi di Nigeria lahir sembari membawa Alquran dari rahim ibunya 🌹




Allah SWT tak pernah berhenti menunjukkan kuasa-Nya. Seorang bayi di Nigeria lahir sembari membawa Alquran dari rahim ibunya.

Sejatinya, ibu bayi tersebut beragama Kristen, tapi pascamelihat mukjizat Allah tersebut, sang ibu dan nenek bayi tersebut langsung mengucapkan dua kalimat syahadat dan menyatakan diri masuk Islam.
Seperti diberitakan harian Pmnewsnigeria, Senin (14/5) kemarin, bayi tersebut lahir di 112 Olateju Street, Mushin, Lagos State, Nigeria Barat Daya pada 7 Mei lalu.

Baca Juga :

Saat keluar dari rahim ibundanya, bayi tersebut membawa sebuah Mushaf kecil di tangannya.



Kikelomo Ilori, nama ibu bayi tersebut. Wanita 32 tahun yang bekerja sebagai seorang ahli kecantikan langsung mengganti namanya menjadi Sherifat ketika masuk Islam. Hal itu diikuti nenek bayi tersebut yang mengganti namanya menjadi nama Islam.

Kelahiran bayi tersebut pun menyedot perhatian para ulama di negara benua hitam tersebut. Para ulama di Nigeria berkumpul untuk memberikan nama kepada bayi tersebut.

Setelah menyampaikan ceramah singkat, seorang ulama Nigeria, Ustad Abdul Rahman Olanrewaju Ahmed, memberikan nama kepada bayi tersebut Abdul Wahab Iyanda Aderemi Irawo.


Untuk menghindari syirik dan kesesatan, Ustad Abdul Rahman juga menasihati sang ibu bila bayinya bukanlah seorang nabi, meskipun ia terlahir dari rahimnya sambil memegang Alquran.

Menurutnya, kejadian itu merupakan kehendak Allah, untuk mengirim bayi tersebut ke dunia dengan cara yang menakjubkan.

Baca Juga :

Dalam acara pemberian nama itu, turut hadir ulama setempat, Sheikh Abdulraman Sulaiman Adangba, Ketua Nasrulifathi Society of Nigeria, NASFAT, Ustadz Alhaji Abdullahi Akinbode, dan Dr Ramoni Tijani dari Alifathiaquareeb Islamic Society of Nigeria.

Kelahiran sang bayi pun memberi berkah bagi tetangga sekampung. Pedagang tumpah ruah menjual berbagai souvenir terkait bayi tersebut, mulai dari kaos, tasbih, dan foto bayi tersebut.

Tak heran bila kelahiran bayi tersebut dianggap kontroversi sebagian pihak.

Sebagian pihak berkata mustahil, tapi sebagian lainnya menganggap kejadian tersebut adalah kuasa Tuhan, dimana tak ada yang mustahil bagi-Nya.

Bahkan, seorang dokter dipecat gara-gara mengatakan kejadian tersebut adalah hoax alias berita bohong. Padahal saksi, media dan ibunya sendiri menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri.

Siapa yang tidak ingin memiliki anak? Bicara soal anak, setiap orang tua pasti menginginkan anak yang sehat, lucu, dan dapat dibanggakan. Untuk itu, orang tua tidak akan segan mengeluarkan uang, tenaga, dan usaha agar anak tumbuh sehat dan cerdas.

Namun pertanyaannya, apakah tujuan kita membesarkan anak-anak? Apakah hanya demi prestasi dunia saja? Atau untuk tujuan yang lebih besar, yakni akhirat?

Tidak sedikit orang tua yang pusing dan bersusah hati, manakala mendapati anak yang sejak kecil ia asuh dan besarkan dengan segenap tenaga, tetapi ketika besar malah menjadi sumber malapetaka. Betapa pilunya hati kita, jika saat tubuh orang tua yang mulai renta, namun bukan kasih sayang anak yang diterima, tetapi bentakan atau malah diasingkan di panti jompo.

Baca Juga :

Inilah dunia..

Saat kelak Anda meninggalkan dunia ini, apa yang Anda harapkan dari anak-anak Anda? Rasulullah shollallahu ‘alaihi wassalam mengatakan, “Waladun shaalihun yad’u lahu.” (dan anak shalih yang berdoa untuknya – orang tua).  Jika anak-anak kita tumbuh menjadi anak yang sholih/sholihah, tentunya kita akan menggapai kemuliaan di akhirat kelak. Seperti diriwayatkan oleh Abu Hurairah, radhiyallahuanhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ لَيَرْفَعُ الدَّرَجَةَ لِلْعَبْدِ الصَّالِحِ فِيْ الْجَنَّةِ فَيَقُوْلُ : يَا رَبِّ أَنىَّ لِيْ هَذِهِ ؟ فَيَقُوْلُ : بِاسْتِغْفَارِ وَلَدِكَ لَكَ

“Sungguh, Allah benar-benar mengangkat derajat seorang hamba-Nya yang shalih di surga,” maka ia pun bertanya: “Wahai Rabbku, bagaimana ini bisa terjadi?” Allah menjawab: “Berkat istighfar anakmu bagi dirimu”.

Namun, apakah kita akan berharap dari apa yang tidak kita usahakan? Tanyakan pada diri kita, “sudahkah kita berikan pendidikan terbaik bagi anak-anak kita”? Mendidik anak membutuhkan kesungguhan, pengorbanan, kesabaran, dan ILMU! Ya, materi saja tidaklah cukup. Ilmu tentang mendidik anak harus dikuasi dengan baik oleh orang tua atau mereka yang berencana menjadi orang tua. Tanpa ilmu, bukan mustahil orang tua akan zhalim kepada anak-anaknya. Akan ada kebaikan-kebaikan yang tidak akan didapat oleh sang anak sebab kejahilan orang tuanya.

Apakah kita masih akan bertahan dengan pernyataan “ah, dulu saya dididik begini baik-baik saja, ah dulu saya main bebas kemana saja baik-baik saja” La! Sebaiknya Anda jangan coba-coba untuk masa sekarang ini.

 Anak Adalah Anugrah

Di antara nikmat Allah yang paling besar dalam hidup kita adalah dikaruniai anak. Anak adalah anugrah, hadiah, pemberian dari Allah. Tidak akan ada melainkan karena memang Allah berkehendak akan lahir anak dari rahim kita. Hal ini Allah sebutkan dalam firmannya:

لِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ يَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ إِنَاثًا وَيَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ الذُّكُورَ (49) أَوْ يُزَوِّجُهُمْ ذُكْرَانًا وَإِنَاثًا {الشورى: 49-50}

“Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki, Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki, atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa yang dikehendaki-Nya), dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa” (QS. Asy Syura: 49-50).

Dalam kedua ayat tersebut jelas disebutkan bahwa anak adalah titipan Allah untuk kita sebagai orang tua. Namun, banyak kita dapati orang tua yang selalu berkeluh kesah karena lelah mengasuh anak. Hingga mereka tidak sabar, dan akhirnya melampiaskan nafsu amarah kepada anak-anak.

Padahal, wahai bunda shalihah, di luar sana banyak wanita yang menanti seorang anak di sekian tahun pernikahannya, ada wanita yang menangis karena dirinya tak bisa mengandung seorang anak. Akankah kita menyia-nyiakan anugrah yang luar biasa ini? Padahal jika Allah berkehendak, Allah akan cabut nikmat ini kapan saja bahkan dalam hitungan detik.

Baca Juga :

Dalam surah lain Allah berfirman:

المالُ وَالبَنونَ زينَةُ الحَيوٰةِ الدُّنيا ۖ

Artinya :

Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia (QS. Al-Kahfi:46)

Anak, adalah perhiasan yang paling berharga di dunia bagi ayah dan ibu. Selayaknya perhiasan yang tak ternilai maka akan kita tempatkan ia di tempat yang aman. Wajib bagi orang tua untuk menjaga anak dari segala kemungkinan buruk yang bisa menimpa.

Anak Sebagai Ujian
Anak sejatinya juga menjadi fitnah atau ujian bagi orang tuanya. Apakah ia akan mendekatkan orang tua ke surga atau ke neraka. Dengan sebab anak, orang tua dapat melakukan berbagai cara untuk bisa membesarkannya. Kita sebaiknya waspada, jangan sampai menafkahi anak dari uang yang haram, dan jangan terbuai dengan tujuan dunia hingga mengabaikan kebutuhan ruhiyah/agama anak-anak kita.

Anak adalah Amanah
Tantangan kita sebagai orang tua dalam mendidik anak di saat ini semakin berat.  Filter pertama bagi anak adalah rumahnya, orang tuanya. Maka dari itu, orang tua harus mempu membekali anak agar bisa bertahan dari hal-hal buruk yang bisa jadi anak akan berinteraksi dengannya. Untuk mencetak generasi yang sholeh maka orang tuanya harus baik dan sholeh terlebih dahulu. Jangan serahkan pahala dalam mendidik anak terutama pengajaran agama dan Al Quran kepada orang lain. Jika kita mengajarkan Al Quran kepada anak kita, maka setiap kata, bahkan setiap huruf, yang mampu diucapkan oleh anak-anak kita akan menjadi pahala yang terus mengalir untuk kita. Rasulullah menyebutkan 3 amalan yang tidak akan putus yakni amal jariyah, doa anak sholih, dan ilmu yang bermanfaat. Setiap kita adalah pemimpin, dan kita kelak akan ditanya tentang apa yang kita pimpin. Maka jagalah anak kita sebagai amanah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Baca Juga :

Pada usia 40 tahun, kita telah mencapai usia puncak kedewasaan. Pada usia ini kita akan menuai apa yang kita tanam. Kita akan melihat hasil dari upaya kita dalam mendidik dan mengasuh anak-anak kita. Saat usia ini, anak kita akan berusia kurang lebih memasuki 20 tahunan. Pada saat ini masalah yang dihadapi anak bukan makin sederhana, tetapi semakin kompleks. Sedangkan kita, orang tua, setelah usia 40 tahun akan menghadapi tanda-tanda penuaan, makan sudah harus dijaga, badan tidak lagi se-fit dulu, dan sebaiknya kita semakin banyak berdzikir, beristighfar, dan berdoa memohon perlindungan dari Allah.

Allah Subhanaahu wa Ta’aalaa berfirman dalam ayat-Nya yang mulia :

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا حَتَّى إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”. (QS. Al Ahqof: 15)

Pertanyaan

Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa ajarkanlah anakmu memanah, berkuda, dan berenang. Jika kita mengajarkan anak beladiri apakah kita akan mendapatkan pahala?
Jawab : semua hal yang kita usahakan dan membawa manfaat untuk anak bernilai pahala in syaa Allah SWT. Bahkan, untuk hal-hal sepele seperti cara mencuci piring yang benar, itupun bernilai pahala.

Saya sudah berusaha mendidik anak agar istiqomah dengan ajaran Islam, tetapi lingkungan yang tidak baik sangat mempengaruhinya. Bagaimana menyikapi hal ini?
Jawab : menemukan lingkungan yang baik untuk anak itu harus. Sebagaimana para salaf jika mereka akan memilih tempat tinggal, terlebih dulu melihat bagaimana tetangganya baru membangun rumah. Namun, kita tidak bisa membuat anak itu steril, apa mungkin kita akan mengurung anak di kamar saja? Tidak mungkin. Anak akan ada waktunya keluar rumah, bermain dengan teman-teman, dan berbaur di lingkungan. Yang perlu kita lakukan adalah memberi imunitas untuk anak yakni dalam hal ruhiyahnya. Caranya adalah dengan menanamkan aqidah yang benar. Ibu harus tahu bagaimana cara mentransfer ajaran tauhid kepada anak.

Baca Juga :

Jika kita mengangkat seorang anak dari bayi hingga akhirnya dewasa, anak tersebut menjadi anak soleh/solehah, apakah pahala anak solih akan mengalir pada kita sebagai orang tua angkatnya?
Jawab : dalam hadits “Waladun shaalihun yad’u lahu.” Yang dimaksud waladun adalah anak kandung. Jadi seorang anak yang solih/soliha akan mengalirkan pahala bagi orang tua kandungnya. Namun, antum jangan berkecil hati karena masih ada 1 sebab mengalirnya pahala yakni dari ilmu yang bermanfaat, dan doa seorang muslim kepada muslim yang lain.

Bagaimana cara memberi nasihat kepada anak yang belum bisa mendengarkan ucapan orang tua? Anak-anak usia 7-8 tahun.
Jawab : subhanallaah, bunda, jangankan 7-8 tahun, bayi usia 7-8 bulan saja sudah bisa mendengar ucapan kita. Anak usia 7-8 tahun itu sudah mumayiz, bukan mereka tidak bisa mendengar ucapan kita, tapi kita yang tidak mampu berkomunikasi dengan mereka. Bagi tenaga pendidik tentu tidak asing dengan metode BATU BATA (Bahasa Tubuh dan Bahasa Kata). Ibu harus memiliki kemampuan linguistik yang baik. Seperti yang Nabi contohkan ketika mengajarkan tauhid kepada sahabat kecil, Abdullah bin Abbas. Maka, perhatikan dengan siapa kita berbicara.

Mohon tipsnya, agar kita tidak terpancing emosi saat menghadapi anak yang “nakal”?
Jawab: jawabannya cukup dua kata yang sederhana tapi penuh makna, Laa Taghdob! Sudah jelas kan, bahwa rasulullah mengajarkan kita untuk menahan marah. Maka sering-seringlah beristighfar. Ketika akan marah ingatlah Allah SWT dan mohon pertolongan dan kemudahan. Ibu yang solihah berkaitan dengan iman. Saat iman naik maka akan lebih mudah melakukan amal solih.

Bagaimanakah orang tua harus bersikap saat menghadapi anak yang suka marah-marah dan mengataka perkataan yang tidak sopan kepada orang tua. Usia anak 8 tahun.
Jawab : usia 8 tahun itu sudah mendekati baligh, sudah mumayiz ya. Seorang anak bertindak dengan demikian tentu tidak serta-merta, melainkan butuh proses yang tidak sebentar. Sebaiknya kita bertanya pada diri kita, apakah kita juga melakukan hal yang sama kepada anak-anak atau kepada orang lain dan anak mengetahuinya? Anak-anak itu ingatannya sangat baik. Saat kita marah kemudian kita teriak-teriak, jika anak melihat hal tersebut maka ia akan merekam “ooo kalau marah itu seperti itu ya”. Saat dia marah maka dia akan mengaplikasikan hal tersebut. Kita sebagai orang tua, harus berhati-hati dalam bersikap dan berkata. Saat anak sedang asyik bermain mereka tetap bisa mendengar atau melihat apa yang kita katakan dan lakukan.

Baca Juga :

Sebelum mengenal sunnah, saya kerap melakukan hal-hal yang buruk kepada anak. Sekarang saya selalu istighfar untuk menebus kesalahan tersebut. Selain itu hal apa lagi yang bisa saya lakukan? Dan bagaimana caranya memberi pemahaman kepada anak tentang apa yang benar?
Jawab : hal yang pertama yang memang harus dilakukan adalah bertaubat kepada Allah SWT Kemudian, melakukan amal solih sesuai sunnah nabi. Namun, untuk anak, berusahalah empati. Apa yang dia pahami saat ini adalah apa yang kita ajarkan dahulu. Maka setelah ngaji, tidak bisa kita memojokkan anak. Justru buatlah anak dekat dengan kita, percaya dengan kita, agar apa yang kita sampaikan bisa diterima. Terimalah anak kita apa adanya. Bagaimanapun ia, apapun kesalahannya, ia tetap anak kita.



Bagikan ke Facebook

Artikel Terkait