Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

πŸ€ Kejadian Langka, Seorang Ibu Hamil Di Luar Rahim Lahirkan Bayi Sehat πŸ€






Sepuluh orang dokter di Barnaul, Rusia telah menyambut kedatangan ‘keajaiban’ Veronika dengan 41 minggu kehamilan.
 
Bsca juga :

Healthy Veronika berarti ‘kepercayaan dalam keberhasilan’ terlihat berada dalam kondisi sehat bersama ibunya yang tidak dikenal berusia 31 tahun.

Bayi itu berukuran 56 cm ketika dilahirkan.Kelahiran bayi perempuan seberat 4.1 kg di wilayah Altai, Siberia itu telah menjadi judul populer dalam jurnal medis.


Dokter Andrew Miller berhasil menolong kelahiran seorang bayi perempuan yang ternyata tumbuh dan berkembang di luar rahim ibunya selama masa kehamilan. Seperti dilaporkan AP, bayi bernama Durga Thangarajah ini lahir melalui proses operasi sesar di Darwin Private Hospital, Kamis. Lahir dengan berat 6 pon 3 ons, 

Baca Juga :

Durga kini dalam kondisi sehat.  Bayi ajaib ini diyakini mampu berkembang secara normal selama 9 bulan di bagian kanan ovarium sang ibu. 


Embrio Durga tumbuh dan membuat jaringan organ tersebut meggelembung seperti kertas tipis. Menurut keterangan Miller, peluang sebuah janin masuk dan kemudian berkembang dalam ovarium tercatat 1:40.000. 

Namun begitu, kemungkinan  kehamilan tersebut dapat menghasilkan bayi sehat hampir mustahil. "Tentu saja ini adalah kejadian yang luar biasa dan  saya tidak tahu ada orang yang pernah melihat kehamilan dalam ovarium seperti yang kami punya di sini. 

 

Dokter menyatakan kasus ini menjadi contoh akan keberhasilan kelahiran trimester penuh bayi di luar rahim.Kelahiran ‘bayi ajaib’ ini dianggap satu dalam 625 juta kelahiran sebab peristiwa serupa sangat jarang terjadi.wanita itu, datang ke Siberia karena melarikan diri dari perang saudara di Donbass, timur Ukraina.
 
Baca Juga :

Ia hanya diperiksa secara minimal akan kehamilan pertamanya dengan kebiasaan untuk alasan keagamaan.Dan para dokter hanya memahami keadaannya yang unik ini sehari sebelum operasi kelahiran bayi tersebut.


Dari scan yang dibuat, dokter terkejut melihat bayi itu berada di dalam perut bukan di dalam rahim!
 
Ahli bedah Vladimir Borovkov, Wakil Kepala Dokter di Altai Regional Prenatal Centre mengatakan, “Pada awalnya, bayi ini dihamilkan secara biasa. Tapi ovum telah ditanamkan di tempat di luar dari kebiasaan. Dan bayi itu tumbuh di luar dari urinya.”

Menurut Dr Borovkov kejadian seperti itu di dunia, ada kurang dari selusin kasus yang seperti itu.

“Kehamilan di dalam perut pernah terjadi dan tidaklah begitu aneh, tetapi untuk kasus bayi yang aman dengan kelahiran trimester penuh sangat unik,” kata Dr Borovkov.
Sementara Dr Dmitry Erin yang bertanggung jawab dengan transfer darah  berkata, “Operasi ini sangat tinggi risikonya.”

Baca Juga :

Sementara si ibu bayi mengatakan, “Saya ingin melalui kelahiran ini secara alami, tanpa ada campur tangan orang lain. Dengan suami, saya tidak berpikir ingin bertemu dengan dokter. Kami memiliki pandangan tersendiri.”
Menurutnya ia tidak ingin dipindai atau minum pil.

“Kami pikir kami akan mendapatkan dokter ketika kontraksi dimulai. Saya merasa bayi bergerak di dalam dan saya rasa itu biasa saja dan normal. Ini kehamilan pertama dan saya rasa keadaannya harus seperti ini,” katanya.

Si Ibu menyatakan bahwa ketika waktu telah tiba dan tidak ada kontraksi, ia mengambil keputusan untuk membuat pemeriksaan.

“Setelah scan, saya telah digegas untuk operasi,” kata beliau yang berterima kasih kepada dokter yang menjalankan operasi bertarung nyawa itu.

Dokter lain dalam tim tersebut, Marat Zhazhiev mengatakan, “Kami memahami yang operasi ini telah berhasil ketika mendengar bayi perempuan itu mulai berteriak dan menangis. Tampaknya tidak ada yang lebih penting dari mendengar jeritan itu.”

Ovumnya telah ditanamkan di dalam tabung fallopian di mana setelah itu dilepaskan.Ini memungkinkan telur itu ditanamkan di dalam perut.Tapi dalam kasus di Barnaul, dokter mencari tahu apa yang menyebabkan bayi itu tumbuh di dalam perut.

Healthy Veronika berarti ‘kepercayaan dalam keberhasilan’ terlihat berada dalam kondisi sehat bersama ibunya yang berusia 31 tahun.Bayi itu berukuran 56 cm ketika dilahirkan. (rp)

Saya membantu kelahiran sekitar 520 bayi  per tahun dan belum pernah melihat yang seperti ini sebelumnya,” jelasnya. 

Kehamilan yang dalam istilah medis disebut ektopik, di mana janin berkembang di luar rahim, biasanya berawal dari telur yang telah dibuahi masuk ke dalam tuba falopi yang menghubungkan ovarium dengan uterus. 

Kondisi itu menyebabkan kesehatan bahkan nyawa sang ibu terancam karena kecenderungan janin akan menyebabkan rasa sakit dan pendarahan.  Kondisi ini biasanya  berujung dengan kasus keguguran atau dokter merekomendasikan untuk menggugurkan. 

Baca juga ;
Miller mengatakan, pada kasus ajaib ini  kondisi tersebut tidak terdeteksi karena sang ibu, Meera Thangarajah (34), tidak pernah melakukan pemeriksaan USG pada awal kehamilan ataupun mengalami masalah selama proses kehamilan. 

Bahkan, hingga menjelang operasi pada Kamis kemarin, Meera masih yakin bahwa ia akan melahirkan bayi normal yang dibungkus rahim, selain ia juga memang berniat mengambil jaringan tumor atau fobroid yang telah dideteksi melalui scan. Tak lama setelah Miller melakukan pembedahan untuk mengangkat apa yang dikiranya sebagai fibrois, ternyata tumor tersebut adalah rahim, sedangkan sang bayinya  berada dalam ovarium. 

“Dan Anda tidak akan percaya bahwa bayi,  walau hanya dengan pergerakan normal, berada dalam kantung (ovarium) yang tidak mudah pecah. Lapisan kantungnya begitu tipis sehingga Anda bisa melihat rambut bayi,” papar Miller. “Dia sangat beruntung berada di sini bersama bayinya,

Durga, pada pagi ini,” tambah Miller. Sementara itu ayah bayi , Ravi Thangarajah, mengatakan, istrinya tidak pernah memiliki keluhan atau keanehan selama hamil. 

Baca Juga :

“Kami datang ke sini pukul 06.30 dan berharap akan menjalani operas sesar seperti yang direncanakan. Dokter kandungan dan dokter anak mendatangi saya dan mengatakan kelahiran seperti sebuah mukjizat,” ujarya kepada