Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

💗 Sekolah di Prabumulih Siswa Tetap Datang Meski Sudah Ada Imbauan Belajar dari Rumah 💗



Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Prabumulih sudah mengimbau sekolah jangan menggelar kegiatan tatap muka di masa pandemi covid-19.Namun masih banyak sekolah di kota Prabumulih yang membiarkan murid baru untuk masuk sekolah pada Senin (13/7/2020).

Baca Juga :

Di sejumlah sekolah banyak pelajar yang datang pagi menggunakan seragam untuk masuk ke sekolah khususnya para pelajar baru atau baru masuk sekolah.

Meski Prabumulih masuk zona kuning dan masih diterapkan belajar di rumah namun sejumlah sekolah mengharuskan para murid baru untuk datang.Tidak hanya para pelajar SMA sederajat namun juga bagi para pelajar SMP maupun sekolah dasar (SD) sederajat.

Namun para pelajar diwajibkan mengenakan masker, mencuci tangan, diperiksa suhu tubuh dan jaga jarak ketika memasuki sekolah.

Seperti yang dilakukan MTS Negeri kota Prabumulih yang mengharuskan para pelajar masuk dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

"Hari ini anak kita diminta sekolah karena kan baru masuk, kalau menurut pihak sekolah hanya sehari dan selanjutnya belajar sistem daring," kata Fitriana, satu diantara orang tua murid ketika mengantarkan anaknya saat dibincangi. Fitriana mengaku pihaknya sangat khawatir anaknya masuk sekolah disebabkan pelajar sangat ramai.

"Khawatir jelas, tapi kita siapkan anak kita bawa handsanitizer, pakai masker dan fullface biar aman dari penyebaran virus corona," katanya.

Baca Juga :

Pihaknya berharap pemerintah kota Prabumulih meninju ulang rencana Pemerintah Kota Prabumulih untuk menerapkan belajar sistem tatap muka langsung.

"Pemerintah hendaknya meninjau ulang menerapkan belajar di sekolah bagi pelajar sampai virus benar-benar bisa dikendalikan," katanya.

Kepala MTS Negeri Prabumulih, Drs Muhammad Amin MM mengungkapkan pihaknya sengaja membiarkan pelajar masuk hanya untuk perkenalan siswa dan pembagian kelas.

"Hari ini perkenalan siswa, pembagian kelas dan setiap siswa wajib pakai masker, cuci tangan dan diperiksa suhu tubuh serta jaga jarak ketika masuk sekolah," ujarnya.

M Amin mengatakan, pihaknya melakukan hal itu berdasarkan edaran Gubernur Sumsel yang memperbolehkan pelajar masuk namun hanya sehari dan sisanua daring.

"Ada 300 pelajar yang masuk wajib protokol kesehatan dan mereka tidak masuk namun hanya berbaris di luar dengan jarak 1,5 meter. Mereka hanya masuk untuk bagi kelas dan perkenalan saja, lalu selanjutnya sistem daring," bebernya.

Baca Juga :

Hal yang sama disampaikan kepala sekolah laninnya yang mengaku hanya mempersilahkan siswa masuk di hari pertama saja untuk perkenalan maupun bagi kelas dan selanjutnya dilakukan belajar di rumah sistem daring.

"Hari ini hanya pembagian kelas saja, kita juga persiapkan protokol kesehatan agar mengantisipasi penyebaran virus corona," katanya.

Sementara diberitakan sebelumnya, Pemerintah kota Prabumulih melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Prabumulih bakal melakukan penundaan tatap muka di sekolah bagi para pelajar.

Penundaan tatap muka tersebut bakal dilakukan lantaran adanya perubahan zona penyebaran covid 19 di Prabumulih yang sebelumnya zona hijau dan berubah saat ini menjadi zona kuning.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Prabumulih, Kusron Spd Msi kepada wartawan, akhir pekan kemarin.

"Kita bakal menunda proses belajar mengajar tatap muka di sekolah, ini karena Prabumulih bukan lagi zona hijau tapi zona kuning," ungkap Kusron.(eds)

Baca Juga :

"Sebenarnya PSBB di Prabumulih sudah cukup ketat, dikatakan cukup ketat karena kota kecil seperti kita ada 17 chek point, dan 37 desa dan kelurahan pun membuat posko chek point. Alhamdulillah hasilnya kita semua merasakan. Namun kita tidak boleh lengah dalam hal ini,kita tetap harus berhati-hati dan waspada. Kita harus tetap mematuhi aturan protokol kesehata. Tentunya kita semua tidak menginginkan adanya gelombang susulan dari covid-19 ini,"