Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

πŸ’— Masih Ingat Sandi Bocah Perokok asal Malang? Begini Kabarnya Sekarang πŸ’—

 

Nama Sandi Adi Susanto sebagai bocah perokok, memang sempat menghebohkan masyarakat Indonesia  Saat itu, video dirinya yang tengah merokok dan berbicara vulgar, banyak beredar dari ponsel ke ponsel. Hal ini pun sempat mendapat perhatian dari Kak Seto yang dikenal sebagai pemerhati anak di Indonesia.

Baca Juga :

πŸ’— Viral Seorang Polisi Bawa Anaknya Saat Bertugas Jaga Pemilu, Tak Disangka Ada Kisah Menyedihkan di Baliknya πŸ’—

bocah yang muncul di Youtube sambil merokok dan bicara cabul ini, memang tidak suka bermain dengan sesama anak kecil. SW bermain dengan orang dewasa dan dari merekalah SW mendapatkan rokok.

"Dengan bergaul itu anak saya bisa mudah dapat rokok," terang Mulud (50), ayah SW saat ditemui detikcom di rumahnya, Jl Nusakambangan 19C, Malang, Jawa Timur.

SW bahkan menjelaskan sendiri alasannya kenapa lebih suka bermain dengan orang dewasa. Orang dewasa kerap memanjakan dia.

Baca Juga

πŸ’— Kisah Menyedihkan, Seorang Ayah Ajak Anak Bermain di Kuburan πŸ’—

"Ga enak gumbul ambek arek cilik, kalahan nek dulinan. Enak ambek wong

gede isok ditukokno susu, permen, dijak numpak motor (Tidak enak berkumpul dengan anak kecil, selalu kalah kalau bermain. Enak dengan orang dewasa. Dibelikan susu, permen, diajak naik motor)," kata SW sambil bermain dengan sepeda roda tiganya.

Baca Juga :

πŸ’— Menderita Kelainan Kulit, Gadis Ini Kesulitan Bergerak dan Duduk πŸ’—

Namun dengan bergaul dengan orang dewasa, perilaku SW memang berubah. Selain merokok, SW juga suka bicara cabul, bahkan bercita-cita jadi maling seperti yang terekam dalam sebuah video di Youtube.

"Seringnya itu keluar diajak teman-temannya. Kadang anak tukang tambal, anak jalanan, anak geng lain," kata Mulud lagi.

Dilansir dari health.detik.com, ia sempat menjalani proses rehabilitasi pada tahun 2010 dan dinyatakan telah sembuh dari kebiasaan lamanya yang buruk. Kini, Sandi telah berubah dan menjadi lazimnya kebanyakan anak-anak yang mulai kembali bersekolah dan bermain seperti sediakala.

Baca Juga :

πŸ’— Viral! Kisah Sedih Ipda Eka Pasang Pangkat Baru di Makam Istri πŸ’—

Dalam sebuah tayangan video yang diunggah oleh akun YouTube iNews Talkshow & Magazine, Sandi terlihat telah beranjak dewasa dan duduk di bangku sekolah dasar. Melihat tanggal yang ada, rekaman tersebut diupload pada 13 Februari 2018, di mana Sandi masih kelas 4 SD. Jika ditarik pada saat ini, kemungkinan Sandi telah naik ke tingkat berikutnya, yakni kelas 5 SD.

Masih dalam video tersebut, Sandi terlihat tekun belajar di dalam kelas. Bahkan ia sendiri telah lupa, bahwa dirinya dulu pernah merokok dan berbicara vulgar layaknya orang yang telah berusia dewasa. Berkat perubahan yang dialaminya, Sandi kini tengah fokus belajar menyerap ilmu untuk menggapai cita-citanya sebagai tentara.

Sayang, ia justru sempat tidak naik kelas lantaran menderita sakit yang membuatnya sering tidak masuk sekolah.

Mirisnya lagi, keluarganya yang tergolong sederhana tak mampu membawa Sandi ke Puskesmas untuk sekedar berobat. Namun, hal tersebut belumlah seberapa. Selain kegiatannya belajar sebagai siswa, Sandi juga harus disibukkan dengan mengurus dirinya sendiri dan sang ibu yang tengah terbaring sakit.

Sang ayah pun setali tiga uang, di mana ia kerap pulang malam karena harus bekerja serabutan demi membiayai keluarganya, termasuk Sandi. 

Baca juga :

πŸ’— Kisah Viral Gadis Diet Sampai Bikin Mantan Menyesal: Dulu Dipanggil Kontainer πŸ’—

Faktor ekonomi yang membelit Sandi dan keluarganya, tak membuat Sandi kembali lagi terjerumus asap rokok dan pergaulan yang tidak baik. Justru sebaliknya, kini ia merasa nyaman dengan kondisinya saat ini yang disibukkan dengan kegiatan belajar di sekolahnya.

Dalam sebuah wawancara terlihat, Sandi menceritakan bagaimana ia terbiasa merokok dan mahir soal “ocehan” yang berbau dewasa. Saat itu, faktor lingkungan sekitarnya lah yang ternyata membuat dirinya menjadi demikian. Karena masih kecil, dengan polosnya Sandi merokok tanpa beban sembari diselingi dengan candaan khas Jawa Timuran yang menjurus ke arah obrolan”dewasa”.

Sandi kini memang sudah tak lagi dikenal sebagai bocah yang karib dengan rokok dan tingkah dewasa yang belum saatnya ia lakukan. Namun Diri sini kita bisa mengambil kesimpulan, bahwa lingkungan ternyata mempunyai pengaruh besar yang bisa mengendalikan kepribadian seseorang. 

Baca juga :

πŸ’— Kisah Seorang Anak Pemulung Berhasil Menjadi Polisi dari Hasil Mulung Bareng Ibunya πŸ’—

Entah itu anak kecil maupun dewasa. Baik dan buruknya sikap seseorang, berawal dari orang terdekat yang ada di sekelilingnya dan tempat di mana ia tinggal dan hidup sehari-hari.