Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

πŸ’— Viral Penjual Kerupuk di Jogja Tunggu Pembeli Sambil Baca Al-Qur’an πŸ’—


           

Seorang penjual kerupuk tenggiri di Jogja mencuri perhatian warganet karena aktivitasnya yang tak biasa di kala menunggu pembeli datang. Videonya viral setelah akun @jogjafoodhunter mengunggahnya ke Instagram pada Minggu (19/7/2020).

Baca Juga ;

Penjual kerupuk itu terekam dari kejauhan duduk di kursi kecil atau dingklik plastik di tepi jalan. Di dekatnya terdapat sepeda dengan keranjang berisi kerupuk dagangannya.

Dalam video, pria berpeci putih dan bermasker hitam itu tengah menunduk. Di tangannya, ia memegang sebuah buku, yang rupanya, menurut keterangan @jogjafoodhunter, adalah Al-Qur’an.

Penjual kerupuk tenggiri di Jogja membaca Al-Qur'an - (Instagram/@jogjafoodhunter)

Di tengah keramaian dengan kendaraan lalu lalang, sambil menunggu pembeli datang, penjual kerupuk tenggiri itu terlihat khusyuk membaca Al-Qur’an. Sontak pemandangan tersebut cukup menarik perhatian warganet.

Akun @jogjafoodhunter mengungkapkan bahwa penjual kerupuk tenggiri ini berlokasi di Seturan, tepatnya di depan kampus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yayasan Keluarga Pahlawan Negara (STIE YKPN).

baca juga: 10 Artis Indonesia ini Pindah Agama, Bahkan Ada yang Dua Kali Ganti Agama

“Yang lagi di sekitar Seturan boleh nihh larisin gaess!! Bapak penjual kerupuk tenggiri depan YKPN, sebungkuss 5000 ajaa! Ada yang uda pernah beli??” tulisnya.

Hingga kini video itu telah ditonton lebih dari 215 ribu kali. Sementara itu, ratusan komentar yang membanjiri unggahan itu menunjukkan kekaguman warganet pada si penjual kerupuk tenggiri.

“Kadang bpknya di depan bank mandiri seturan. Kalian kalau beli ngga nyesel, kerupuknya enak. Ak sering beli juga,” tulis @mdyaharum_.

“Maa syaa Alloh berkah melimpah dunia akhirat Aamiin Allohumma Aamiin,” ungkap @rika.aisyah2112.

“Tiap beli krupuknya, qta diberi nasehat sma si bapak…luarbiasa,” tambah @henot_gp. 

Bekerja keras adalah bagian dari akhlaqul karimah yang harus dimiliki oleh setiap muslim. Seperti firman Allah SWT : Dan katakanlah: “Bekerjalah kamu, tentu Allah dan  Rasulnya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu, dan kamu akan di kembalikan kepada Allah. Kemudian diberikannya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. At-Taubah [9] : 105).

Bekerja keras untuk mendapatkan rizki yang kemudian digunakan guna melengkapi kebutuhan keluarga.karena bekrja keras adalah perbuatan yang terpuji .

Sejatinya rosulullah SAW mensejajarkan orang yang bekerja keras untuk mendapatkan rezeki yang halal guna memenuhi SDMnya,dengan mereka yang berjihad di jalan allah.

Demikian ,bekerja keras untuk mencapai hidup yang berkecukupan adalah perbuatan yang sangat di anjurkan dalam islam.sebab,islam tidak ingin melihat umatnya bermalas malasan,bertopang dagu,bahkan tidak mau berusaha.

Baca Juga :

Seseorang melakukan sesuatu pekerjaan dapat di lihat dari cara berbuat,sikap,serta persepsi terhadap nilai bekerja.dan sebagian seorang muslim meyakini bahwa bekerja tidak hanya bertujuan untuk memuliakan diri,tetapi juga sebagai manifestasi dari amal sholeh dan mempunyai nilai ibadah.

Dalam memenuhi SDM itu sendiri, perlu adanya progres guna mengubah suatu kestabilan kebutuhan. Hasil yang kita peroleh merupakan cermin dari bagaimana cara mengapresiasikan, meyakini dan memberikan suatu yang bermakna.

Bukankah sangat penting kebutuhan SDM bagi seluruh masyarakat, maka dari itu kita semua akan sangat memerlukan yang namanya kerja keras.

Disamping itu selain kita bekerja keras, kita juga harus ulet dan telaten dalam melakukan apapun yang menghasilkan suatu nilai (uang).

Islam menganjurkan setiap umatnya diwajibkan bekerja keras guna memenuhi kebutuhan hidupnya.

Bekerja keras memiliki banyak manfaat, selain dapat menjadikan hidup yang sejahtera, tentram, dan nyaman. Selain kita juga bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kita juga harus yakin bahwa hasil tidak akan menghianati usahanya.

Selagi masih bisa dan masih sanggup maka kita tidak perlu ketergantungan sesama manusia dalam artian ”meminta-minta”.

Memang dalam Islam diperlukan tolong menolong sesama manusia, tapi sebaiknya berusaha terlebih dahulu sebelum mengeluh. Memang tidak ada orang ang mencintai pekerjaannya dan menikmati setiap menit dia bekerja, tetapi kita tidak harus menderita dalam bekerja.

Baca Juga ;

Jangan pernah berbohong untuk mendapatkan pekerjaan. Seseorang telah mengoptimalkan potensi dirinya. Manusia telah dikaruniai akal, rasa, dan karsa. Sehingga wajib menjaga harkat dan martabat dirinya.

Seseorang dapat mengubah nasib dirinya agar menjadi lebih baik. Dan di dakam al-qur’an dijelaskan bahwa Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga kaum itu sendiri yang merubahnya.