Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

💚 Cerita Bocah Kangen Ibunya Nangis di Masjid, Diusap Batu Nisan Ibunya 💚

Tugas guru tidak terbatas pada mengajar di dalam kelas saja. Tetapi juga sebagai pengganti orang tua di sekolah.

Guru yang baik akan peduli perihal anak muridnya. Dia memastikan psikologis siswa tersebut tenang sehingga mudah menerima pelajaran.

Baca Juga :

💚 Kepergok Genggam Tangan Lesti Kejora, Rizky Billar: Sering Jatuh Jadi Saya yang Jagain dari Belakang  💚

Peran pengajar seperti itulah yang diambil Uztaz Khalil Khusairi Zainol. Mengajar di sekolah tahfiz di Malaysia, dia menceritakan kisah seorang siswa yang tiba-tiba tak masuk ke kelas.

Setelah dicari, ternyata murid itu sedang menangis di masjid! Mengapa? Ini kisah yang dia tulis di laman Oh Bulan.

" Agak berat jari ini mengetik untuk berbagi kisah ini.

Dalam kelas yang saya ajar, ada seorang anak yatim, namanya Ikmal. Ibunya telah meninggal dunia pada bulan Februari lalu. Ikmal ini merupakan murid yang murah senyum.

Kemarin saya cari-cari dia sebab tak masuk kelas. Rupanya dia sedang menangis di masjid.

Baca Juga :

💚 Istri Telah Tiada, Tukang Tambal Ban di Cianjur Kerja Sambil Gendong Anak 💚

Menangis karena diusap Almarhum Ibunya

Saya datangi dia dan menanyakan kenapa tak masuk kelas dan menangis?

Katanya, semalam dia mimpi ibunya datang dan mengusap kepalanya 3 kali. Ibunya juga bilang sudah lama Ikmal tidak menjenguknya. Rupanya Ikmal ini ingin ziarah kubur ibunya.

Saya pun menghadap Mudir (kepala sekolah) Tahfiz Al-Quran Al-Imam An-Nawawi, Perlis untuk minta izin membawa Ikmal ziarah kubur ibunya di Kampung Tanjong.

Saya tak dapat menahan kesedihan melihat Ikmal yang merindukan ibunya. Saya berkata, ibu Ikmal sedang bahagia di surga sekarang. Oleh karena itu, Ikmal harus rajin belajar sampai khatam hafal Alquran 30 juz dan jadi anak yang soleh.

Baca Juga :

💚 Kisah Seorang Pria Meninggal Dunia Saat Dengarkan Khotbah Jumat 💚

Mari doakan Ikmal agar cepat hafal Alquran, dan hadiahkan Al-Fatihah buat ibunya, Rosni Binti Jusoh."