Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Masya Allah, 3 Pria Kembar Berwajah Tampan Ini Semuanya Penghafal Al-Qur’an.

 

Alhamdulillah, kami bertiga sudah khatam hafalan Qur’an 30 Juz, adik-adik kami juga sudah mulai menghafal, ada yang 3 juz dan ada yang baru 1 Juz,” ungkap Hannan, anak kedua dari delapan bersaudara itu.

Diakui Hannan, mereka memang berasal dari keluarga penghafal Qur’an yang juga mempunyai lembaga Tahfidz di Bekasi. Harapan mereka, saat ini generasi muda dapat lebih dekat dengan Al-Qur’an, karena pemuda sudah banyak dijajah dari segi moral dan lainnya. Mereka berharap, dengan Al-Qur’an kita dapat membentengi diri dari hal tersebut.

Baca Juga :

💗💗 Subhanallah, Doakan Pandemi Corona Berakhir, 7 Muazin Kumandangkan Azan Di Cirebon.

Selain hafidz Qur’an, untuk merambah dakwah di kalangan generasi muda, kembar tiga bersaudara ini membentuk grup Nasyid yang diberi nama “HAMANIS” singkatan dari “Hannan, Mannan, Ihsan”.

Hamanis itu sendiri merupakan singkatan dari nama kami bertiga, Hannan, Mannan, Ihsan,” ujar Hannan, kakak tertua dari trio kembar tersebut.

Hannan bercerita, awalnya mengapa grup nasyid asal Bekasi ini terbentuk ialah, mereka mempunyai impian saat kecil yang sama, yaitu memilik grup Nasyid sendiri. “Terinspirasi dari Ayah, karena Ayah (Agus Jamaluddin) pernah jadi anggota grup nasyid Raihan,” terang Hannan. Grup nasyid ketiga anak muda tersebut berdiri sejak 2012.

.Saat ini, Hamanis masih rutin melakukan roadshow ke sekolah, kampus dan pesantren untuk sekaligus memotivasi para remaja. Fanpage Hamanis dapat ditemui di @Kembar3HMI di twitter dan instagram.

.Semoga menjadi inspirasi bagi kita semua, dan berlomba-lomba mencetak hafiz Al-Quran di lingkungan kita masing-masing.

Baca Juga :

💗💗 Kakek Ini Buta, Tapi Rajin Salat Meski Harus Meraba-Raba Dinding Masjid, Netizen Terharu.

 Ada berbagai macam keutamaan membaca Al-Quran. Bagi umat Islam, membaca Al-Quran bukan lagi menjadi suatu kegiatan yang asing. Al-Quran merupakan pedoman bagi orang muslim dan muslimah di seluruh dunia.

Membaca Al-Quran juga termasuk ke dalam ibadah paling utama di antara ibadah-ibadah lainnya. Tak heran, keutamaan membaca Al-Quran bisa dikategorikan secara umum maupun khusus. Sebagaimana yang sudah diriwayatkan oleh an-Nu‘man ibn Basyir:

Artinya: Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sebaik-baiknya ibadah umatku adalah membaca Al-Qur’an.” (HR. al-Baihaqi).

Melansir dari NU Online, Kamis (14/5/2020), digambarkan dalam hadits Abu Dawud, orang mukmin yang suka membaca Al-Quran seperti buah yang manis dan harum. Sementara, bagi orang mukmin yang tidak suka membaca Al-Quran akan digambarkan seperti buah yang manis namun tidak harum.

Kemudian, orang fasik yang suka membaca Al-Quran akan digambarkan seperti buah yang beraroma harum namun memiliki rasa pahit. Dan, orang fasik yang tidak suka membaca Al-Quran akan digambarkan seperti buah yang pahit dan tidak beraroma.

Baca Juga :

💗💗 Innalillahi, Gadis Ini Meninggal Usai Khatam Al-Quran 30 Juz. 💗💗

Al-Quran sendiri telah mengungkapkan:

“Dan apabila dibacakan Al-Qur’an, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat,” (QS. Al-A‘raf [7]: 204).

Menurut pada ulama tafsir, dengan adanya perintah menyimak bacaan Al-Quran itu berarti perintah membaca Al-Quran pun juga ada. Menurutnya, dengan mendengarkan bacaan Al-Quran saja sudah mengundang rahmat, apalagi jika kalian membacanya.

Keutamaan Membaca Al-Quran dari Riwayat Abdullah Ibnu Masud

Salah satu hadist mengenai keutamaan membaca Al-Quran yang cukup familiar yakni hadist dari riwayat Abdullah Ibnu Mas‘ud. Di mana, dalam hadist tersebut menyatakan, setiap huruf Al-Quran yang dibaca akan diberi balasan satu kebaikan. Setiap kebaikkan juga dikatakan akan dilipatkan menjadi sepuluh.

Baca Juga :

💗 Viral Pramugari Gendong Bayi selama Penerbangan, Banjir Pujian dari Warganet, Bantah Buat Konten 💗

Sebagaimana hadits riwayat Abdullah Ibnu Mas‘ud:

عن عَبْدَ اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ، يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ، وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

Artinya:

"Kata ‘Abdullah ibn Mas‘ud, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Siapa saja membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur’an), maka dia akan mendapat satu kebaikan. Sedangkan satu kebaikan dilipatkan kepada sepuluh semisalnya. Aku tidak mengatakan alif lâm mîm satu huruf. Akan tetapi, alif satu huruf, lâm satu huruf, dan mîm satu huruf,” (HR. At-Tirmidzi).

Keutamaan Membaca Al-Quran dari Menurut Ali ibn Abi Thalib

Menurut 'Ali ibn Abi Thalib karramallahu wajhah, keutamaan yang diungkap oleh hadist di atas lebih diperuntukkan pada orang yang membacanya di luar salat meski tidak dalam kondisi suci. Adapun, keutamaan orang yang membaca Al-Quran dalam salat serta dilakukan saat berdiri, maka balasan yang diperoleh yakni 100 kebaikan.

Baca Juga :

💗 Ibu Positif Covid-19 Dijemput Ambulans, Benda Pertama yang Dipikirkan Al-Qur’an 💗

bertadarus alquran di masjid agung 

Sedangkan, membaca Al-Quran saat duduk salat, maka balasan yang diperoleh yakni 50 kebaikan. Kemudian, membaca Al-Quran dalam keadaan di luar salat meski dengan kondisi suci akan mendapatkan balasan 25 kebaikan.

"Sungguh Allah Mahakuasa melipatkan balasan atas kebaikan hamba-Nya." (Lihat: As-Sayyid ‘Abdullah ibn ‘Alawi, ibn Muhammad al-Haddad, Risalatul Mu‘awanah, hal. 9).