Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

RI 75 Tahun Merdeka, Tapi 2 Nenek Ini Hidup Miris & Tinggal di Gubuk Tanpa Listrik

Republik Indonesia resmi merayakan peringatan hari kemerdekaannya pada beberapa waktu yang lalu. Kini, 75 tahun sudah Ibu Pertiwi terbebas dari rentetan kolonialisme yang menjerat hingga lebih dari 3 abad.

Kendati demikian, keadilan hingga kesejahteraan di sebagian masyarakat Indonesia kini belum sepenuhnya merata. Hal ini terbukti dari kisah dua perempuan lanjut usia yang masih harus hidup dengan penuh perjuangan.

Baca Juga :

💗 Sule resmi menikahi Nathalie Holscher dengan maskawin emas 75 gram, uang Rp 200 juta, dan seperangkat alat shalat tepat di hari ulang tahunnya 

Tak Mampu Bekerja

Dua perempuan lansia tersebut adalah Nenek Sonariah (65) dan kakaknya, Nenek Mariah (68) yang tinggal berdua di sebuah rumah berdinding bambu. Kondisinya yang tak sempurna serta usianya yang tak lagi muda membuat Nenek Sonariah kini tak bisa bekerja untuk menghidupi kebutuhan sehari-harinya.

"Dulu saya bekerja sebagai penjahit meski tidak punya kaki. Tetapi sekarang saya sudah tua renta, sudah tidak sanggup bekerja," katanya.

Hidup Bersama Kakak

Di usia senjanya tersebut, Nenek Sonariah setidaknya bisa berbagi cerita dengan sang kakak. Meski sang kakak kini diketahui tengah jatuh sakit lantaran penyakit komplikasi faktor usia dan tak ada biaya untuk berobat, keduanya tampak selalu bersama menjalani hidup.

"Di usia senja ini saya hidup berdua dengan kakak saya, Ibu Mariah," ceritanya.

Baca Juga :

💗 Ekspresi Merengut Wajah Bayi Saat Baru Dilahirkan, Dokter Mati-matian Bikin Bayi yang Lahir dengan Wajah Cemberut ini Menangis 💗

Nelangsa Jalani Hidup Bersama Kakak

Menjadi anak yatim sedari kecil membuat dua bersaudara ini telah terbiasa menjalani hidup secara bersama-sama. Hidup yang masih dipenuhi perjuangan tersebut pun mereka lalui bersama sekalipun telah berusia lanjut.

Hidup dari Belas Kasihan Orang

Untuk sekadar memenuhi kebutuhan makan pun mereka harus rela untuk bersandar pada kebaikan hati para tetangga sekitar. Mereka acap kali memberikan nasi timbel atau nasi bungkus saat pagi atau pun sore hari. Jika hanya sekali, maka keduanya pun harus memakan nasi sisa di pagi hari.

"Untuk makan, kami hanya bisa menunggu belas kasih dari para tetangga," imbuhnya.

Baca Juga :

💗 Kondisi Aneh, Payudara Wanita, Lam Phrai Si Nuan Ini Tumbuh Tak Terkendali 💗

Gubuk Tanpa Penerangan

Setiap malam, kedua nenek tua renta ini masih harus berjuang melawan dinginnya angin malam yang menerobos melalui dinding bambu gubuk reyotnya. Tanpa ada aliran listrik, dua kakak beradik ini hanya mengandalkan satu lampu gantung yang diberi oleh salah seorang tetangga dekatnya.

keponakan Jadi Tulang Punggung

Sang kakak pun diketahui memiliki satu anak perempuan yang kini merantau untuk mencari nafkah di Tanah Pasundan, Bandung. 

Baca Juga :

💗  Awalnya Hanya Demam Biasa, Bocah 2 Tahun Alami Koma Lantaran Orang Tua Salah Beri Takaran Obat 💗

Bekerja sebagai buruh lepas pabrik membuat anak perempuannya tersebut menjadi satu-satunya tulang punggung. Sang anak pun mengirim uang tatkala kebutuhan dirinya di tanah rantau telah tercukupi terlebih dahulu.