Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menangis, Siswa SD Baca Hasil Ujian di Makam Ibunya

 


Sesekali dia mengusap air mata, dan menghentikan bacaannya karena tak kuat dengan kesedihan ditinggal sang ibu.

Saat ini para siswa kelas 6 Sekolah Dasar di Malaysia telah menerima pengumuman hasil ujian tengah semester mereka yang disebut dengan Ujian Pencapaian Sekolah Rendah (UPSR).

Mereka biasanya akan bersukacita dengan menghabiskan liburan akhir pekan bersama keluarga dan teman-teman.

Sayangnya, tidak semua siswa tersebut bisa merayakannya bersama keluarga. Ada sebagian yang kurang beruntung bisa menghabiskan masa liburan dengan orang tua mereka.

Seperti kisah gadis asal Penang, Malaysia, ini yang diceritakan di Facebook oleh netizen bernama Aishah Mat Akat.

Sang Ibu Meninggal Saat Masih Kecil

Seperti siswa lainnya, gadis dalam postingan Aishah itu juga baru saja menerima pengumuman hasil UPSR.

Tidak seperti teman-temannya, dia tidak bisa merayakannya bersama orangtuanya.

Sebab, menurut postingan tersebut, sang ibu telah meninggal dunia saat dia masih kecil.

Saat ini, gadis tersebut tinggal dan diasuh oleh neneknya. Kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat untuk tetap bersekolah.

Membaca Hasil Ujian Keras-keras di Depan Makam Ibu

Meski sudah tidak punya orang tua, gadis tersebut mampu menyelesaikan semua ujiannya dengan baik berkat dorongan sang nenek.

Dengan hasil jerih payah di tangannya, gadis 12 tahun itu berdiri di depan makam ibunya.

Sambil berlinang air mata, dia kemudian membacakan hasil UPSR di tangannya keras-keras.

Sesekali dia mengusap air mata, dan menghentikan bacaannya karena tak kuat dengan kesedihannya ditinggal sang ibu.

Dalam postingan itu, Aishah mencoba memberikan semangat kepada gadis tersebut.

Kisah sedih gadis 12 tahun bacakan hasil ujian di depan makam ibunya.

© Facebook Aishah Mat Akat

" Kamu gadis yang cemerlang di sisi Nenek. Kamu masih memiliki jalan yang panjang. Jika Ibu ada di sisimu saat ini, beliau juga akan bangga padamu. 

Kamu adalah anak yang tabah dan sabar menghadapi cobaan. Nenek yakin Ila akan sukses satu hari nanti..," tulis Aishah.

Banjir Doa dari Netizen

Banyak warganet yang percaya kalau momen sedih tersebut terjadi di Seberang Perai, Penang. 

Sebagian besar memuji kesalehan bocah tersebut karena tetap berbakti meskipun ibunya sudah meninggal dunia.

Netizen berdoa dan berharap siswa tersebut mendapat banyak keberhasilan di masa depannya.

" Lihat foto-foto ini saja aku ikut menangis. Semoga menjadi anak yang berhasil di dunia dan di akhirat ya, Dik.. Aamiin..," tulis seorang netizen. (mut)

Iseng Usik Sarang Tawon, Seorang Siswa Garut Tewas Disengat

Satu orang pelajar di Desa Cikedokan, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, tewas usai disengat tawon.

 Sementara tiga orang lainnya harus menjalani perawatan intensif.

Seorang Pelajar Tewas Usai Iseng Usik Sarang Tawon

Peristiwa ini terjadi pada Rabu, 20 November 2019, pukul 16.00 WIB. Empat siswa itu tersengat lebah di Kampung Nagela, RT 01/02, Desa Cikedokan, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut.

Empat pelajar yang tersengat ini namanya Armi (11) pelajar kelas VI SD Samarang, Saeful Ulum (12) pelajar kelas VII SMPN 2 Bayongbong, Rizki (11) pelajar kelas VI SD Mekarsari, Elzar (9) pelajar kelas IV SD Samarang. Semuanya satu kampung dari Nangela.

" Satu orang korban atas nama Armi meninggal dunia tadi malam," kata Komandan Koramil Bayongbong, Kapten Inf Jaja, Kamis 21 November 2019.

Menurut Jaja, peristiwa tersebut bermula saat empat siswa itu selesai menjalani latihan di Madrasah Al Barkah. Saat hendak pulang ke rumahnya masing-masing, mereka melewati salah satu rumah milik Maryam. Di sana, mereka melihat sarang tawon cukup besar.

Pakai Kayu

Melihat itu para pelajar tersebut mengusik sarang tawon menggunakan kayu.  " Mereka menusuk-nusukan kayu sampai tawon-tawon yang ada di dalamnya keluar dari sarangnya. Tawon-tawon itu diketahui langsung menyerang dan menyengat keempat pelajar tersebut," kata dia.

Keempat pelajar tersebut, kata Jaja, sempat lari ke rumahnya. Sesampainya di rumah mereka pun langsung dibawa para orangtuanya ke pusat kesehatan masyarakat.

" Untuk Armi dan Elzar yang kakak beradik ini, oleh orangtuanya dibawa ke Klinik Cisanca. Namun pada malam harinya, korban atas nama Armi ini diketahui meninggal dunia," ujar dia.

Jaja menyebut, segera berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Garut agar bisa langsung menghancurkan sarang tawon tersebut. " Agar kejadian serupa tidak terulang lagi," kata dia.