Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

FOTO: Tangis Pilu Sang Anak di Pusara Jane Shalimar

Anak semata wayang Jane Shalimar menangis saat mengantarkan sang ibu ke peristirahatan terkhirnya.

Muhammad Zarno Jazkilka sangat terpukul dengan kepergian Jane Shalimar.

Ternyata ada curhat pilu dari Zarno setelah sang ibu meninggal dunia.

Rupanya sebelum Jane Shalimar meninggal, Zarno sempat curhat ke mantan ayah tirinya.

Ya, selama Jane Shalimar sakit hingga dinyatakan meninggal dunia, Zarno tak lepas memberikan kabar kepada Arsya Wijaya.

Dikutip TribunnewsBogor.com dari tayangan KH Infotainment, Arsya Wijaya, mantan suami Jane Shalimar tampak menghadiri makam sang artis.


Meski sudah berpisah, Arsya Wijaya turut melepas kepergian Jane Shalimar.

"Kita sesama muslim dianjurkan untuk mengantarkan ke peristirahatan terakhir. Apalagi Jane pernah hidup sama saya ya, bukan siapa-siapa lagi," ujar Arsya Wijaya, Minggu (4/7/2021).

Pernah jadi suami Jane Shalimar, Arsya Wijaya mengurai kondisi fisik sang mantan istri.

Diakui Arsya Wijaya, Jane Shalimar memang pernah mengeluh sesak napas.

Namun, Arsya Wijaya tak tahu penyebab Jane Shalimar sesak napas.

"Waktu sama saya dulu sempat ngeluh sesak napas. Cuma kalau sesaknya karena apa saya enggak tahu lebih dalam. Saat itu Jane enggak cerita," kata Arsya Wijaya.

Rupanya, sesak napas Jane Shalimar itu imbas dari penyakit asma yang dideritanya.

Baru mengetahui hal tersebut, Arsya Wijaya pun terkejut.


Apalagi selama Jane Shalimar sakit dan dirawat karena Covid-19, Arsya Wijaya selalu berkomunikasi dengan Zarno.

Diungkap Arsya Wijaya pula, Zarno sempat mengurai curhatan sebelum Jane Shalimar meninggal dunia.

Zarno curhat mengenai kondisi memilukan Jane Shalimar yang terpapar Covid-19.

"Saya kontek dengan anaknya langsung. Semalam saya masih komunikasi dengan Zarno. Menurut Zarno kondisinya (Jane) memang (turun)," pungkas Arsya Wijaya.

Impian Jane untuk anaknya

Jane Shalimar semasa hidup rupanya memiliki mimpi ingin melihat putranya masuk akademi kepolisian.

Namun, keinginannya tersebut belum bisa terwujud.

"Keinginannya Ano (Zarno) bisa masuk Akabri atau kepolisian, keinginan dia (harapan Jane)," ujar Risda Tobing usai pemakaman di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, Minggu (4/7/2021).

Risda berharap meski Jane Shalimar sudah tak ada, putranya bisa mewujudkan mimpi almarhum.

"Mudah-mudahan Ano bisa mencapai mewujudkan mimpi-mimpi ibunya aamiin," kata Risda.

Jane Shalimar meninggal dunia dalam usia 41 tahun dengan meninggalkan seorang putra.

Artis sekaligus politisi itu meninggal dunia pagi tadi pukul 04.20 WIB di RS JMC.

Dimakamkan Satu Liang dengan Ayahnya

Setelah beberapahari dirawat di ICU rumah sakit, Jane Shalimar pun menghembuskan nafas terakhirnya, Minggu (7/7/2021) pukul 04.20 WIB.

Sahabat pun ungkap tangis penyesalannya.

"Manusia cuma bisa berencana, Tuhan Allah berkehendak lain. Allah lebih sayang Jane," ungkap Olive.

Kini setelah Jane Shalimar wafat, sang sahabat Olive mengungkapkan bahwa di detik terakhirnya, almarhumah kondisinya makin kritis.

"Saturasinya drop banget sampai 30. Dokter sudah berusaha sebaik-baiknya, tapi dokter berkehendak lain. Allah lebih sayang sama Jane," ungkap Olive.

Sementara itu, sang adik pun meminta maaf atas kesalahan yang diperbuat Jane Shalimar selama hidup

"Mohon maaf kalau kakak punya banyak salah," ungkapnya.

"Kakak udah gak ngerasa sakit lagi," ungkap adik Jane Shalimar.

Jenazah Jane Shalimar diketahui dimakamkan dalam satu liang lahat yang sama dengan ayahnya

Hal tersebut disampaikan oleh paman Jane, Jamal Salim yang sudah lebih dulu tiba di TPU.

"Satu liang lahat ya (sama ayahnya)," ujar Jamal Salim di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, Minggu (4/7/2021).

"Ini makam ayahnya kan," pungkasnya.