Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Putus Sekolah, Pemuda Berkebutuhan Khusus Ini Cari Pasir Seharga 2 Ribu untuk Nafkah Keluarga


 Pipin ingin terus menyekolahkan adiknya hingga jadi orang sukses

Masa muda bagi sebagian orang adalah msa yang paling menyenangkan. Banyak dari mereka yang mengisinya dengan bermain bersama teman-teman, menjalani hobi, atau bahkan memadu kasih dengan pujaan hati.

Namun, tak semua orang bisa merasakan hal ini. Ada beberapa orang yang harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Seperti yang dialami oleh pemuda satu ini.

Dilansir dari laman Donasionline.id, ia bernama Pipin. Pipin yang kini berusia 18 tahun, sudah mengalami keterbatasan dalam berbicara sejak ia lahir. Ia adalah anak pertam dalam keluarga.

Mirisnya, ayahnya meninggal dunia karena penyakit yang diderita. Tak lama kemudian, ibunya juga wafat. Kini, ia harus rela putus sekolah dan menjadi kepala keluarga untuk bisa memenuhi kebutuhan sang adik di rumah.

Keterbatasan fisik yang ia alami, tak pernah menjadi halangannya untuk semangat. Dengan semangatnya inilah ia rela bekerja sebagai pengumpul pasir laut.

Perjangan dan usahanya untuk mencari nafkah tak sebanding dengan upah yang ia dapat. Jarak yang ia tempuh untuk mencari pasir 1 kilometer, ditambah dengan upah yang ia dapat hanya 2000 rupiah untuk setengah karung pasir yang ia kumpulkan.

Perjuangan dan usahanya untuk mencari nafkah memang harus diapresiasi. Besar harapan Pipin di kemudian hari untuk hidupnya. Ia ingin terus menyekolahkan adiknya dan bisa menjadi orang sukses di kemudian hari.

Bagi teman-teman yang ingin meringankan beban hidup Pipin, bisa melalui link donasi berikut ini ya!

Semoga sehat selalu ya Pipin. Tetap semangat dan mudah-mudaha senantiasa diberikan rezeki yang melimpah, aamiin.